MOMSMONEY.ID - Pahami tanda gula darah tinggi guna mencegah komplikasi penyakit ginjal. Kadar gula darah tinggi merupakan tanda peringatan dini diabetes.
Do-Eun Lee, dokter spesialis endokrinologi, menjelaskan, kondisi ini menimbulkan gejala seperti rasa haus, lapar yang berlebihan, sering buang air kecil, serta kelelahan. Gejala-gejala ini muncul secara bertahap dan mungkin tidak disadari, hingga timbul komplikasi yang lebih serius.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah, saraf, serta ginjal. Apabila mengalami gejala kadar gula darah tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Baca Juga: 6 Manfaat Rutin Makan Apel Setiap Hari, Gula Darah Stabil dan Otak Terjaga
Tanda gula darah tinggi, wajib diwaspadai!
Dilansir dari Verywellhealth.com, mengenali tanda-tanda ini sejak dini akan membantu mencegah komplikasi yang lebih parah:
1. Rasa haus berlebihan
Ginjal membantu mengatur kadar gula darah dengan menyaring dan menyerap kembali glukosa. Sehingga, urin yang sehat hanya mengandung sedikit atau tidak ada glukosa.
Saat kadar gula darah terlalu tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula dengan menarik cairan dari jaringan tubuh. Hal tersebut guna mengencerkan dan membuang gula melalui urin.
Proses ini menyebabkan dehidrasi dan peningkatan rasa haus. Merasa haus secara terus-menerus atau mengalami mulut kering setelah minum banyak cairan bisa jadi tanda hiperglikemia atau gula darah tinggi.
2. Sering buang air kecil
Lebih sering pergi ke kamar mandi, terutama pada malam hari bisa menjadi tanda kadar gula darah tinggi. Hal ini terjadi karena ginjal menarik lebih banyak air dari jaringan tubuh untuk mengencerkan kelebihan gula dalam darah dan membuangnya melalui urin.
3. Rasa lapar meningkat
Saat terdapat kelebihan gula dalam aliran darah, tubuh tidak dapat menggunakannya sebagai sumber energi. Sehingga, sel-sel tubuh akan kekurangan energi.
Kondisi ini akan membuat penderita sering merasa lapar dan ingin terus mengonsumsi makanan atau minuman manis.
4. Penglihatan kabur
Kadar gula yang tinggi memaksa tubuh menarik cairan dari jaringan, termasuk dari lensa mata. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan untuk fokus pada objek yang sedang dilihat dan dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur.
5. Kelelahan
Biasanya, sel akan menyerap gula darah untuk energi. Ketika gula tetap berada di dalam darah alih-alih dibawa ke dalam sel, sel tidak akan mempunyai cukup gula.
Hal ini akan membuat penderitanya merasa lesu atau lelah, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.
6. Infeksi
Jika sistem kekebalan tubuhtidak berfungsi dengan baik akibat tingginya gula darah dan stres pada tubuh, Anda akan lebih mungkin terkena infeksi. Beberapa jenis bakteri diperkirakan hidup paling baik di lingkungan dengan kadar gula tinggi.
Sehingga, mereka mungkin tumbuh subur di tubuh Anda saat kadar gula darah tinggi. Karena jamur memakan gula, peningkatan kadar gula darah dapat menyebabkan pertumbuhan jamur berlebih.
Bagi penderita wanita, infeksi jamur sering terjadi di area vagina jika memiliki kadar gula darah terlalu tinggi.
Baca Juga: Menu Sarapan Sehat Bikin Gula Darah Normal: Serat Dukung Sensitivitas Insulin
7. Kondisi Kulit
Kulit kering, gatal, dan luka yang lambat sembuh bisa menjadi tanda gula darah tinggi. Tanda lain yang menunjukkan resistensi insulin adalah acanthosis nigricans, suatu kondisi di mana bercak tebal dan halus terbentuk di lipatan leher atau selakangan.
8. Sakit perut
Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan kerusakan saraf di lambung yakni gastroparesis atau pengosongan lambung yang tertunda. Kondisi ini bisa menyebabkan mual dan pencernaan sangat lambat.
Sakit perut juga bisa menjadi tanda ketoasidosis diabetik, suatu keadaan darurat medis yang perlu segera ditangani.
9. Penurunan berat badan yang drastis
Penurunan berat badan yang drastis merupakan tanda penting dari peningkatan gula darah. Banyak anak yang didiagnosis menderita diabetes tipe 1 mengalami penurunan berat badan karena tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai bahan bakar.
10. Mati rasa
Kerusakan saraf atau neuropati perifer dapat terjadi seiring berjalannya waktu pada penderita gula darah tinggi. Ini menyebabkan gejala seperti mati rasa, kesemutan, atau nyeri di tangan, kaki, atau tungkai.
Komplikasi kadar gula darah tinggi
Kadar gula darah tinggi yang tidak segera diobati dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang dikenal sebagai masalah pembuluh darah mikro (kecil) dan makro (besar). Diantaranya kerusakan pada:
- Mata (retinopati)
- Ginjal (nefropati)
- Neuropati perifer dan otonom (kehilangan saraf di kaki dan area tubuh seperti usus)
Selain itu, peningkatan gula darah secara kronis dapat menyebabkan kondisi berikut:
- Pada penyakit arteri perifer, penyempitan pembuluh darah arteri mengurangi aliran darah ke lengan dan kaki.
- Koma hiperosmolar hiperglikemik non-ketotik (HHNKC) ini berpotensi mengancam jiwa dan paling sering terjadi pada diabetes tipe 2. Kondisi ini ditandai dengan kadar gula darah di atas 600 mg/dL.
- Ketoasidosis diabetik sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Kondisi ini muncul ketika tubuh kekurangan insulin yang mengakibatkan darah menjadi asam dan kadar glukosa meningkat.
- Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko disfungsi ereksi.
- Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik meningkatkan risiko tertentu selama kehamilan, termasuk keguguran, preeklamsia dan kadar gula darah rendah pada bayi baru lahir.
Baca Juga: Manfaat Jalan Santai 10 Menit Usai Makan Terbukti Pangkas Gula Darah!
Cara mencegah gangguan ginjal akibat gula darah tinggi
Langkah berikut adalah kunci untuk mencegah penyakit ginjal akibat diabetes atau gula darah tinggi:
1. Kendalikan kadar gula darah
Hanya ada satu cara untuk mencegah komplikasi kesehatan akibat diabetes yaitu dengan menjaga kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi merusak pembuluh darah kecil di ginjal, sehingga menghambat fungsinya secara optimal.
Semakin lama kadar gula darah tetap tinggi, semakin besar kerusakan yang terjadi pada ginjal. Akibatnya, penyakit ginjal diabetik pun berkembang.
2. Kelola tekanan darah
Tidak ada hal yang lebih mempercepat risiko terkena penyakit ginjal selain memiliki diabetes dan tekanan darah tinggi, karena keduanya merupakan dua penyebab utama kerusakan ginjal. Jika Anda menderita diabetes, risiko terkena tekanan darah tinggi menjadi dua kali lipat.
Anda dapat mencegah tekanan darah tinggi melalui perubahan gaya hidup, seperti mengurangi konsumsi garam, berolahraga secara teratur, menurunkan berat badan dan berhenti merokok.
3. Cari penanganan medis untuk masalah saluran kemih
Selain merusak pembuluh darah, kadar gula darah yang tinggi juga merusak saraf. Jika saraf yang mengontrol kandung kemih mengalami kerusakan, Anda tidak akan bisa merasakan saat kandung kemih sudah penuh. Kandung kemih yang penuh atau menahan urin di dalam kandung kemih dapat menyebabkan urin mengalir balik ke ginjal.
Akibatnya, terjadi pembengkakan dan kerusakan ginjal.
4. Hindari obat-obatan yang berisiko bagi ginjal
Banyak obat resep dapat memengaruhi ginjal. Saat mengonsumsi obat-obatan, jangan melebihi dosis yang tertera pada kemasan atau mengonsumsinya lebih lama dari yang disarankan.
Penggunaan NSAID secara berlebihan dapat menyebabkan cedera ginjal, peradangan pada struktur penyaring ginjal dan penyakit ginjal kronis. Mengonsumsi penghambat pompa proton seperti omeprazole, esomeprazole, dan lansoprazole selama empat minggu atau lebih meningkatkan risiko cedera ginjal akut.
Antasida yang mengandung aluminium hidroksida dapat membebani kerja ginjal.
Baca Juga: Dampak Hepatitis Bikin Gangguan Metabolik Glukosa, Gula Darah Melonjak Tinggi
5. Jadwalkan pemeriksaan diabetes dan penilaian fungsi ginjal
Jika menderita diabetes, Anda sebaiknya menjadwalkan pemeriksaan rutin untuk memastikan kadar gula darah terkendali. Selain itu, lakukan pemantauan kadar gula darah secara disiplin.
Penderita diabetes memiliki risiko tinggi terkena penyakit ginjal, sehingga perlu menjadwalkan pemeriksaan pencegahan untuk ginjal. Pemeriksaan ginjal dapat mengidentifikasi masalah ginjal, menilai seberapa baik kinerja ginjal, serta menentukan tingkat keparahan penyakit ginjal.
Demikian tanda gula darah tinggi cara mencegah komplikasi penyakit ginjal, semoga membantu ya Moms.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News