MOMSMONEY.ID - Adakah hubungan antara hepatitis dan gula darah tinggi? Orang dengan diabetes atau gula darah tinggi memiliki risiko lebih tinggi terkena hepatitis C atau hepatitis B.
Nhu-Quynh Phan, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Kedokteran Taipei, mengatakan, hati memainkan peran penting dalam metabolisme glukosa, khususnya menjaga keseimbangan kadar glukosa (homeostasis glukosa).
Diduga infeksi HBV dapat memengaruhi fungsi hati dan mengganggu jalur metabolisme ini.
Dengan begitu, meningkatkan risiko profil gula darah abnormal dan akhirnya meningkatkan risiko mengembangkannya menjadi diabetes.
Baca Juga: Menu Sarapan Sehat Bikin Gula Darah Normal: Serat Dukung Sensitivitas Insulin
Apa itu virus hepatitis?
Dilansir dari News-medical.net, hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus disebut hepatitis virus. Strain utama virus hepatitis adalah A, B, C, D, dan E.
Strain yang paling umum menyebabkan penyakit kronis adalah B dan C. Hepatitis C dapat disembuhkan dengan tablet yang diminum setiap hari selama 8 atau 12 minggu.
Hepatitis B dapat dikelola secara klinis, tetapi saat ini belum ada obatnya meski sudah ada vaksin yang aman dan efektif.
Hepatitis dan awal dari penyakit gula darah tinggi
Orang yang hidup dengan hepatitis C kronis berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Tingkat diabetes yang lebih tinggi pada penderita hepatitis C kronis disebabkan oleh fakta bahwa mereka lebih mungkin mengembangkan perlemakan hati.
Selain itu, virus hepatitis C juga memengaruhi organ lain dan kemampuan tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi dan membuang limbah. Virus hepatitis C di pankreas dapat memengaruhi kemampuan pankreas untuk memproduksi insulin.
Meski hubungan antara hepatitis B kronis dan diabetes tidak sekonsisten dengan hepatitis C kronis. Ini mungkin disebabkan oleh kerusakan sel hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B.
Salah satu peran penting hati adalah menjaga kadar glukosa normal dalam aliran darah, fungsi tersebut dapat terganggu ketika sel hati rusak.
Baca Juga: Kebiasaan Tidur 7 Jam Sehari Bikin Kadar Gula Darah Lansia Lebih Stabil
Beban ganda: hidup dengan hepatitis dan gula darah tinggi
Baik hepatitis maupun diabetes sering memengaruhi kelompok yang sama, terutama populasi yang kurang terlayani. Faktor-faktor seperti status sosial ekonomi, ras, dan akses terbatas ke perawatan kesehatan.
Faktor risiko paling umum untuk hepatitis B dan C meliputi berbagi peralatan penggunaan narkoba, hubungan seks tanpa perlindungan, lahir dari orang dengan penyakit hepatitis dan paparan barang medis yang terkontaminasi. Hepatitis C juga dapat ditularkan melalui alat tato atau tindik yang digunakan kembali.
Bahkan, dalam beberapa kasus juga disebabkan oleh transfusi darah atau transplantasi organ. Memiliki hepatitis dan diabetes secara bersamaan dapat secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi terkait hati dan kardiovaskular.
Orang dengan hepatitis dan diabetes juga lebih mungkin mengembangkan fibrosis lanjut dan sirosis. Diabetes juga bisa memperburuk hasil pengobatan pada pasien yang menerima terapi antivirus untuk hepatitis.
Hati memainkan peran sentral dalam memetabolisme glukosa dan lemak. Ketika hepatitis menyebabkan peradangan pada hati, fungsinya dapat memburuk dan menyebabkan resistensi insulin hingga diabetes tipe 2.
Selain itu, hepatitis C telah dikaitkan erat dengan resistensi insulin, menciptakan penurunan fungsi hati yang berdampak negatif pada kesehatan metabolisme. Sekian penjelasan mengenai hubungan antara hepatitis dan gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News