M O M S M O N E Y I D
Bugar

6 Minuman yang Berbahaya untuk Dikonsumsi dengan Obat Tekanan Darah

6 Minuman yang Berbahaya untuk Dikonsumsi dengan Obat Tekanan Darah
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ada beberapa minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi dengan obat tekanan darah. Cek selengkapnya di sini!

Mengonsumsi obat tekanan darah tidak cukup hanya dengan rutin mengikuti jadwal minum obat. Pilihan makanan dan minuman sehari-hari juga ikut memengaruhi cara kerja obat di dalam tubuh. Ada beberapa minuman yang terlihat aman, tetapi ternyata dapat mengurangi efektivitas obat atau memicu efek samping tertentu.

Hal ini sering tidak disadari karena gejalanya bisa muncul perlahan. Tekanan darah dapat tiba-tiba naik, detak jantung terasa tidak nyaman, atau tubuh menjadi lemas setelah mengonsumsi kombinasi yang kurang tepat. Karena itu, penting untuk memahami jenis minuman yang sebaiknya dihindari saat menjalani pengobatan hipertensi.

Baca Juga: 5 Sup yang Aman untuk Tekanan Darah Anda, Mau Coba?

Melansir dari Health, berikut beberapa minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi dengan obat tekanan darah:

1. Jus Buah Tertentu

Jus jeruk bali atau grapefruit menjadi salah satu minuman yang paling sering dikaitkan dengan interaksi obat. Menurut ahli jantung, jus ini dapat menghambat enzim penting di tubuh yang bertugas memecah obat tekanan darah.

Akibatnya, kadar obat dalam darah bisa meningkat terlalu tinggi dan memicu tekanan darah turun drastis.

Selain jeruk bali, jus apel dan jus jeruk juga dapat memengaruhi proses penyerapan beberapa obat tekanan darah di dalam tubuh.

2. Alkohol

Alkohol dapat memperkuat efek beberapa obat tekanan darah, seperti beta-blocker dan calcium channel blocker. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah.

Efek samping seperti pusing, tubuh lemas, jantung berdebar, hingga pingsan juga bisa menjadi lebih parah jika alkohol dikonsumsi bersamaan dengan obat hipertensi.

Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan justru dapat meningkatkan tekanan darah sehingga manfaat obat menjadi berkurang.

3. Minuman Berkafein

Kafein dapat membuat beberapa obat tekanan darah bekerja kurang efektif. Penelitian menunjukkan bahwa beta-blocker dan obat diuretik dapat terpengaruh jika dikonsumsi bersama kafein dalam jumlah tinggi.

Batas konsumsi kafein yang disarankan biasanya kurang dari 400 mg per hari atau sekitar 3 cangkir kopi.

Sebagai gambaran, secangkir teh mengandung sekitar 35 mg kafein, sedangkan minuman energi bisa mengandung hingga 250 mg kafein dalam satu sajian.

Baca Juga: 8 Buah-buahan yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

4. Teh Licorice

Teh licorice mengandung zat bernama glycyrrhizin yang berasal dari akar licorice. Bahkan dalam jumlah kecil, zat ini dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi efektivitas obat hipertensi.

Glycyrrhizin memengaruhi kerja ginjal dan hormon kortisol sehingga tubuh menahan lebih banyak natrium dan kehilangan kalium. Akibatnya, volume darah meningkat dan tekanan darah menjadi lebih tinggi.

5. Teh Herbal dan Suplemen

Tidak semua minuman herbal aman dikonsumsi bersama obat tekanan darah. Beberapa produk herbal dapat memengaruhi cara tubuh menyerap dan memproses obat.

Contohnya adalah St. John’s wort yang dapat mengganggu metabolisme obat di hati. Ada juga ginseng dan ephedra yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.

Interaksi ini dapat membuat obat menjadi kurang efektif atau memicu efek samping seperti pusing, gangguan irama jantung, dan kadar kalium rendah.

Selain itu, ekstrak teh hijau dosis tinggi dan yohimbine juga sebaiknya dihindari tanpa pengawasan dokter.

6. Jus Sayuran Tinggi Natrium

Beberapa jus sayuran kemasan ternyata mengandung natrium atau garam yang cukup tinggi. Kandungan natrium berlebih dapat membuat tubuh menahan cairan sehingga tekanan darah meningkat.

Kondisi ini bisa mengurangi efektivitas obat seperti diuretik, ACE inhibitor, dan ARB.

Akibatnya, Anda bisa mengalami pembengkakan, tekanan darah tetap tinggi, atau obat tidak bekerja secara optimal.

Karena itu, penting untuk membaca label kandungan natrium sebelum membeli jus sayuran kemasan.

Baca Juga: 5 Makanan Tak Terduga yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik

Itulah beberapa minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi dengan obat tekanan darah. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Jenis Teh yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Ini, lho, beberapa jenis teh yang secara alami bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Kira-kira apa saja?  

6 Minuman yang Berbahaya untuk Dikonsumsi dengan Obat Tekanan Darah

Ada beberapa minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi dengan obat tekanan darah. Cek selengkapnya di sini!

4 Manfaat Konsumsi Makanan Fermentasi untuk Kesehatan Usus Anda

Intip beberapa manfaat konsumsi makanan fermentasi untuk kesehatan usus berikut ini, yuk! Ada apa saja?

5 Manfaat Konsumsi Kombucha bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Yuk, intip beberapa manfaat konsumsi kombucha bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui di sini!     

5 Makanan Tak Terduga yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik

Ternyata ini, lho, beberapa makanan tak terduga yang bisa bikin tekanan darah naik! Apa sajakah itu?

8 Buah-buahan yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Tahukah bahwa ada beberapa buah-buahan yang secara alami bisa menurunkan tekanan darah tinggi, lho. Intip daftarnya di sini!

Rahasia Body Goals dan Awet Muda: Ini 4 Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula untuk Wanita

Ada 4 manfaat minum kopi tanpa gula untuk wanita. Moms wajib tahu, simak informasi selengkpanya di sini.  

6 Buah Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Usus dan Pencernaan Anda

Apa saja buah terbaik untuk menjaga kesehatan usus dan pencernaan, ya? Cari tahu di sini, yuk!      

13 Rekomendasi Sayuran Akar yang Paling Sehat untuk Dikonsumsi

Ada beberapa rekomendasi sayuran akar yang paling sehat untuk dikonsumsi. Mari intip selengkapnya di sini!  

Begini Cara Hitung Kebutuhan Cat Rumah dengan Tepat biar Tidak Terlalu Boros

Cara menghitung kebutuhan cat rumah dengan akurat agar hemat biaya, hasil lebih rapi, dan tidak menyisakan banyak cat.​