MOMSMONEY.ID - Mainan berserakan hingga sofa malas mengganggu kenyamanan. Cari tahu 10 barang yang wajib disingkirkan dari ruang tamu Anda.
Ruang tamu menjadi area paling “sibuk” di rumah modern karena fungsinya makin beragam, mulai dari tempat menerima tamu hingga ruang bersantai keluarga.
Namun, tidak semua barang layak berada di ruangan ini, terutama jika justru mengganggu kenyamanan dan estetika. Tren desain interior terbaru menekankan keseimbangan antara fungsi, kenyamanan visual, dan ketenangan emosional.
Melansir dari Southern Living, para desainer interior profesional sepakat bahwa ruang tamu perlu diseleksi isinya agar tetap relevan dengan kebutuhan hidup masa kini.
“Ruang tamu yang baik bukan yang penuh barang, tetapi yang mampu mendukung cara hidup penghuninya,” ujar Chanda Kea, pendiri Kea Interiors.
Baca Juga: Estetika Ruangan Semakin Meningkat Drastis, Ini Rekomendasi Model Tirai Modern
Set furnitur yang terlalu seragam
Membeli furnitur ruang tamu dalam satu paket lengkap memang praktis, tetapi hasil akhirnya sering terasa kaku dan kurang bernyawa.
Furnitur yang terlalu serasi membuat ruangan terlihat seperti ruang pamer, bukan rumah yang dihuni. Desainer interior menyarankan kombinasi furnitur dari berbagai sumber agar ruang terasa lebih personal dan alami.
Mainan anak yang berserakan
Bagi keluarga dengan anak kecil, ruang tamu sering berubah menjadi area bermain dadakan. Sayangnya, kondisi ini membuat ruangan tampak berantakan dan kehilangan fungsi utamanya.
Menyediakan ruang bermain khusus atau sistem penyimpanan tertutup membantu menjaga ruang tamu tetap rapi tanpa mengurangi kenyamanan anak.
Tempat tidur dan kandang hewan peliharaan
Kehadiran hewan peliharaan memang menyenangkan, tetapi ukuran tempat tidur atau kandangnya sering kali tidak sejalan dengan estetika ruang tamu.
Selain memakan tempat, tampilannya juga cenderung mengganggu visual. Area seperti ruang cuci atau sudut rumah yang lebih privat menjadi pilihan yang lebih ideal.
Sofa malas dan kursi sandar besar
Sofa bergaya kursi malas memang identik dengan kenyamanan, namun sering mendominasi ruangan secara berlebihan.
Bentuknya sulit dipadukan dengan elemen lain dan membuat ruang terasa sempit. Selain itu, jenis sofa ini kurang mendukung interaksi sosial karena posisi duduk yang terlalu santai.
Baca Juga: Rumah Terlihat Kuno Tanpa Disadari? Ini 7 Detail Interior yang Perlu Segera Diganti
Karpet dengan ukuran tidak proporsional
Karpet yang terlalu kecil sering membuat ruang tamu terlihat tidak seimbang. Alih-alih menyatukan elemen furnitur, karpet kecil justru membuat ruangan tampak terpecah. Karpet berukuran tepat membantu menciptakan kesan hangat dan menyatukan seluruh area duduk.
Kipas langit-langit
Di ruang tamu, kipas langit-langit dinilai kurang mendukung kesan modern dan elegan. Banyak desainer kini lebih memilih lampu gantung dekoratif atau lampu dinding untuk menciptakan pencahayaan yang nyaman sekaligus estetis. Pilihan ini juga membuat ruang terasa lebih tertata.
Karya seni yang tidak punya makna
Mengisi dinding ruang tamu dengan karya seni asal pilih sering membuat ruangan terasa kosong secara emosional. Karya seni sebaiknya mencerminkan cerita, pengalaman, atau nilai keluarga. Sentuhan personal inilah yang membuat ruang tamu terasa hidup dan autentik.
Troli bar
Troli bar kerap dipilih karena tampilannya menarik, tetapi dari sisi fungsi sering kurang optimal. Stabilitas dan kapasitas penyimpanannya terbatas. Lemari kecil atau bufet dengan desain simpel dinilai lebih praktis dan menyatu dengan tata ruang.
Perlengkapan kerja
Bekerja dari rumah memang sudah menjadi kebiasaan baru, namun ruang tamu bukan tempat ideal untuk meja kerja dan kabel berantakan.
Kehadiran perlengkapan kerja dapat mengganggu suasana rileks. Jika tidak ada pilihan lain, pastikan semua peralatan tersimpan rapi dan tidak terlihat.
Baca Juga: Tren Warna Biru 2026 dari Dulux, Ini Manfaatnya untuk Hunian
Barang yang sudah tidak relevan
Barang yang jarang digunakan atau tidak lagi sesuai dengan kondisi keluarga sebaiknya disingkirkan. Ruang tamu ideal adalah ruang yang beradaptasi dengan tahap kehidupan penghuninya.
Menyimpan terlalu banyak barang lama hanya akan menambah beban visual dan mengurangi kenyamanan. Menata ruang tamu bukan sekadar soal mengikuti tren, tetapi tentang menciptakan ruang yang mendukung kualitas hidup.
Menyaring barang yang benar-benar dibutuhkan, ruang tamu bisa menjadi area yang nyaman, fungsional, dan menenangkan.
Langkah ini sejalan dengan pandangan para desainer interior profesional yang mengutamakan keseimbangan antara estetika dan kebutuhan nyata.
Ruang tamu yang tepat adalah ruang yang membuat penghuninya betah, bukan lelah secara visual.
Selanjutnya: Harga Emas Spot Melanjutkan Koreksi pada Senin (2/2/2026) Pagi, Aksi Jual Berlanjut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News