MOMSMONEY.ID - Adakah cara mencegah kanker usus sebenarnya? Mari cari tahu selengkapnya di sini!
Kesehatan usus sering kali tidak terlalu diperhatikan hingga muncul keluhan yang mengganggu. Padahal, kondisi usus memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu penyakit yang dapat menyerang bagian ini adalah Colorectal cancer atau kanker usus.
Kanker usus biasanya berkembang secara perlahan dari polip yang muncul pada lapisan usus besar. Dalam banyak kasus, polip tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga sering tidak disadari. Jika tidak terdeteksi dan ditangani, sebagian polip dapat berubah menjadi kanker.
Kabar baiknya, banyak faktor risiko kanker usus berkaitan dengan gaya hidup. Artinya, ada berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko penyakit ini. Mulai dari menjaga pola makan hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, kebiasaan sederhana dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan usus.
Baca Juga: 4 Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Kanker Usus
Melansir dari laman American Cancer Society, di bawah ini beberapa cara mencegah kanker usus:
1. Skrining kanker kolorektal
Skrining adalah pemeriksaan untuk mencari tanda kanker atau kondisi pra kanker pada orang yang belum memiliki gejala. Pemeriksaan ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah kanker usus.
Biasanya, sel abnormal di usus memerlukan waktu sekitar 10 hingga 15 tahun untuk berkembang dari polip menjadi kanker. Dengan melakukan skrining secara rutin, polip dapat ditemukan dan diangkat sebelum berubah menjadi kanker. Selain itu, skrining juga dapat membantu mendeteksi kanker pada tahap awal ketika ukurannya masih kecil dan belum menyebar, sehingga pengobatan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil.
Bagi orang berusia 45 tahun ke atas, pemeriksaan skrining kanker usus dianjurkan untuk mulai dilakukan. Ada beberapa jenis tes yang bisa digunakan. Anda dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan pemeriksaan yang paling sesuai. Hal yang paling penting adalah memastikan skrining dilakukan secara rutin.
Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan polip usus atau kanker usus, sebaiknya diskusikan risiko tersebut dengan dokter. Dalam beberapa kasus, konseling genetik mungkin disarankan untuk menilai kemungkinan adanya sindrom kanker yang diturunkan dalam keluarga.
2. Mengatur berat badan, aktivitas fisik, dan pola makan
Perubahan gaya hidup juga dapat membantu menurunkan risiko kanker usus, terutama melalui pengaturan berat badan, aktivitas fisik, dan pola makan.
Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko kanker usus pada pria maupun wanita. Namun, hubungan ini biasanya lebih kuat pada pria. Menjaga berat badan tetap dalam kisaran sehat dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Orang yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker usus maupun polip. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat secara teratur dapat memberikan manfaat perlindungan. Meningkatkan frekuensi dan intensitas aktivitas fisik juga dapat membantu menurunkan risiko.
Pola makan yang kaya sayuran, buah buahan, dan biji bijian utuh umumnya dikaitkan dengan risiko kanker usus yang lebih rendah. Sebaliknya, konsumsi daging merah seperti daging sapi, babi, dan domba, serta daging olahan seperti sosis, hot dog, dan daging siap makan, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.
Beberapa penelitian masih meneliti lebih lanjut mengenai peran serat dalam menurunkan risiko kanker usus. Meski demikian, mengurangi konsumsi daging merah dan olahan serta memperbanyak makanan nabati tetap dianggap sebagai langkah yang baik untuk kesehatan usus.
3. Menghindari konsumsi alkohol
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus, terutama pada pria. Oleh karena itu, sebaiknya alkohol dihindari.
Bagi orang yang tetap mengonsumsi alkohol, jumlahnya sebaiknya dibatasi. Umumnya disarankan tidak lebih dari 1 minuman per hari untuk wanita dan maksimal 2 minuman per hari untuk pria. Mengurangi atau tidak mengonsumsi alkohol sama sekali dapat membantu menurunkan risiko kanker.
Baca Juga: 9 Camilan Prebiotik yang Bagus untuk Kesehatan Usus, Coba yuk!
4. Berhenti merokok
Kebiasaan merokok dalam jangka panjang diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus, selain juga meningkatkan risiko berbagai jenis kanker lainnya.
Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu menurunkan risiko kanker usus sekaligus meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
5. Mengonsumsi vitamin dan mineral
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi multivitamin yang mengandung asam folat mungkin dapat membantu menurunkan risiko kanker usus. Namun, hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten. Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa asam folat dapat memengaruhi pertumbuhan tumor yang sudah ada. Karena itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Vitamin D juga sering dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus. Vitamin ini bisa diperoleh dari paparan sinar matahari, makanan tertentu, atau suplemen. Beberapa penelitian menemukan bahwa kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan risiko kanker usus yang lebih tinggi. Namun, para ahli masih terus meneliti apakah peningkatan asupan vitamin D dapat membantu mencegah kanker secara langsung.
Selain itu, asupan kalsium yang cukup juga diduga berperan dalam menurunkan risiko kanker usus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan asupan kalsium yang rendah memiliki risiko kanker usus yang lebih tinggi. Namun, karena kalsium juga berkaitan dengan risiko penyakit lain, para ahli belum memberikan rekomendasi khusus mengenai konsumsi produk susu untuk pencegahan kanker.
Magnesium juga diduga memiliki hubungan dengan penurunan risiko kanker usus, terutama pada wanita. Namun, hubungan ini masih perlu dipelajari lebih lanjut.
6. Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid
Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan naproxen memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker usus dan polip.
Namun, obat obat tersebut juga dapat menimbulkan efek samping serius, seperti pendarahan lambung atau luka pada saluran pencernaan. Karena itu, obat ini tidak dianjurkan digunakan hanya untuk mencegah kanker usus pada orang dengan risiko rata rata.
Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan aspirin dosis rendah bagi orang dengan risiko penyakit jantung tertentu. Pada kondisi ini, aspirin mungkin juga memberikan manfaat tambahan dalam menurunkan risiko kanker usus. Tetap penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini secara rutin.
Baca Juga: 9 Minuman Probiotik yang Bagus untuk Kesehatan Usus
7. Terapi hormon pada wanita
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi hormon yang menggabungkan estrogen dan progesteron setelah menopause mungkin dapat menurunkan risiko kanker usus pada wanita. Namun, penelitian lain tidak menemukan hasil yang sama.
Selain itu, terapi hormon juga diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, pembekuan darah, serta beberapa jenis kanker lain seperti kanker payudara dan paru paru. Karena itu, terapi hormon biasanya tidak direkomendasikan hanya untuk tujuan menurunkan risiko kanker usus.
Jika Anda mempertimbangkan terapi hormon setelah menopause, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai manfaat dan risikonya.
Itu tadi beberapa cara mencegah kanker usus. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News