M O M S M O N E Y I D
Bugar

Intip Macam-Macam Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus di Sini!

Intip Macam-Macam Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus di Sini!
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa saja penyebab dan faktor risiko kanker usus, ya? Mari simak pembahasan lengkapnya di sini!

Kanker usus merupakan salah satu jenis kanker yang cukup sering terjadi dan dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Kondisi ini biasanya dimulai dari pertumbuhan kecil pada lapisan usus yang disebut polip. Seiring waktu, sebagian polip dapat berubah menjadi kanker jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker usus. Beberapa di antaranya berkaitan dengan gaya hidup. Namun, ada juga faktor yang tidak dapat dikendalikan. Dengan memahami berbagai penyebab serta faktor risiko kanker usus, Anda dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal.

Baca Juga: 5 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Kanker Ginjal

Melansir dari laman Verywell Health, di bawah ini beberapa penyebab dan faktor risiko kanker usus:

1. Usia

Usia merupakan faktor risiko utama kanker usus besar. Sebagian besar kasus ditemukan pada orang berusia di atas 50 tahun. Data dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa sekitar 90% kasus kanker kolorektal terjadi pada kelompok usia ini.

Meski begitu, kanker usus juga bisa terjadi pada orang yang lebih muda. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kanker usus pada usia 20 hingga 39 tahun justru meningkat. Menariknya, sebagian besar kasus pada usia muda tidak berkaitan dengan kelainan genetik, melainkan terjadi secara spontan.

Karena itu, penting bagi semua orang dari berbagai usia untuk mengenali gejala serta faktor risiko kanker usus.

2. Ras dan Etnis

Faktor ras dan etnis juga diketahui berkaitan dengan risiko kanker usus. Beberapa kelompok memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini. Misalnya, orang Afrika Amerika memiliki risiko lebih besar mengalami kanker usus dan juga memiliki angka kematian yang lebih tinggi akibat penyakit tersebut dibandingkan kelompok lain.

Selain itu, orang yang memiliki keturunan Yahudi Eropa Timur juga termasuk kelompok dengan risiko lebih tinggi.

3. Kelebihan Berat Badan atau Obesitas

Hubungan antara obesitas dan kanker usus cukup kuat. Orang yang mengalami obesitas memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi terkena kanker usus dibandingkan orang dengan berat badan normal.

Namun, aktivitas fisik yang rutin dapat membantu menurunkan risiko tersebut. Olahraga dapat membantu menjaga berat badan tetap sehat sekaligus meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

Baca Juga: 6 Cara Efektif Mencegah Kanker Ginjal, Cek di sini!

4. Diabetes Tipe 2

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diabetes tipe 2 berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus. Risiko ini bisa semakin tinggi pada orang yang sudah lama mengalami obesitas bersamaan dengan diabetes.

Kondisi ini kemungkinan berkaitan dengan perubahan metabolisme dan kadar insulin dalam tubuh yang dapat memengaruhi pertumbuhan sel.

5. Riwayat Polip Usus

Polip usus merupakan pertumbuhan abnormal yang muncul pada lapisan usus besar. Sebagian besar kanker usus berkembang dari polip jenis adenomatosa. Jenis kanker usus yang paling umum disebut adenokarsinoma.

Polip adenomatosa dapat memiliki berbagai bentuk, seperti menyerupai daun, berbentuk tabung, menonjol, atau bahkan datar. Seseorang yang memiliki satu atau lebih polip jenis ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker usus.

Risiko tersebut semakin meningkat jika ukuran polip besar, jumlahnya banyak, atau jika polip tersebut menunjukkan tanda displasia. Kabar baiknya, jika polip ditemukan saat pemeriksaan kolonoskopi dan segera diangkat, maka polip tersebut tidak lagi berpotensi berkembang menjadi kanker.

6. Penyakit Radang Usus

Penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease mencakup kondisi seperti ulcerative colitis dan Crohn's disease. Kedua penyakit ini dapat meningkatkan risiko kanker usus, terutama jika berlangsung dalam waktu lama.

Risiko kanker biasanya meningkat seiring lamanya seseorang mengalami peradangan pada usus. Selain itu, orang yang mengalami peradangan pada sebagian besar usus besar juga memiliki risiko lebih tinggi.

Penting untuk diketahui bahwa penyakit radang usus berbeda dengan Irritable Bowel Syndrome atau IBS. IBS tidak meningkatkan risiko kanker usus.

Baca Juga: Mari Kenali Gejala Kanker Ginjal Penyebab Vidi Aldiano Meninggal

7. Faktor Gaya Hidup

Beberapa kebiasaan sehari hari juga dapat memengaruhi risiko kanker usus.

Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Risiko tersebut biasanya meningkat seiring dengan jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Pola makan juga memiliki peran penting. Diet yang tinggi lemak, kolesterol, serta konsumsi daging merah dan daging olahan dalam jumlah besar diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus. Sebaliknya, pola makan yang kaya buah, sayuran, dan biji bijian utuh dapat membantu menurunkan risiko.

Selain itu, kebiasaan merokok juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Risiko tersebut cenderung meningkat seiring lamanya seseorang merokok serta jumlah rokok yang dikonsumsi.

Itulah beberapa penyebab dan faktor risiko kanker usus. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Look Makeup yang Cocok untuk Usia 30-an dari Natural hingga Bold

Berikut adalah 4 look makeup yang cocok untuk usia 30-an yang bisa Anda coba sesuai kebutuhan. Dari natural hingga bold ada, Moms!  

Sarapan ala Turki di Jakarta, Ini Harga dan Menu di Turkuaz Restaurant

Turkuaz Restaurant melalui sajian Kahvaltı menawarkan pengalaman bersantap dengan aneka hidangan tradisional Turki. 

Berkedok Lauk Gurih yang Nikmat, Ungkap Fakta Apakah Kol Goreng Berbahaya Bagi Tubuh

Ketahui alasan apakah kol goreng berbahaya karena kandungan senyawa karsinogenik yang terbentuk saat digoreng dalam suhu tinggi.  

Ampuh Turunkan Berat Badan! 6 Manfaat Dada Ayam untuk Tubuh Ideal & Sehat, Coba yuk

Mengandung vitamin B dan selenium, manfaat dada ayam sangat efektif menjaga massa otot serta menghasilkan energi harian. Cocok buat asupan diet.  

7 Olahraga Ringan di Rumah yang Enggak Bikin Cepat Capek, Cocok Buat Kaum Mager

Tetap bugar tanpa harus ke gym dengan beragam pilihan olahraga ringan di rumah yang santai dan tanpa alat. Cocok untuk Anda yang mageran.

Pelatihan Bisnis dan Jaringan Masih Diperlukan Bagi Pelaku Usaha Wisata

Kementerian Pariwisata meningkatkan daya saing pelaku usaha wisata lewat program yang berlabel Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH).

Cara Jitu Untuk Mengistirahatkan Mata Setelah Lelah Nonton Gadget

Setiap masyarakat perlu membiasakan perilaku sederhana untuk menjaga kesehatan mata, terutama saat menggunakan perangkat digital.

Prudential dan Siloam Tawarkan Paket MCU Rp 350.000 hingga Akhir Oktober 2026

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Siloam International Hospitals meluncurkan program MCU seharga Rp 350.000 hingga 31 Oktober 2026. 

Rilis Menu Terbatas Overload Smoky Cheese, Subway Beri Diskon Hingga 105%

Overload smoky cheese ini hadir dalam ukuran footlong (30 cm), 6-inch (15 cm), salad, maupun varian wrap.

Ragu Jual Beli Jam Tangan Mewah Online? Kenali Layanan Flecto.id

​Flecto.id menerapkan proses autentikasi dan sistem escrow untuk transaksi jam tangan yang dibeli melalui platform.