MOMSMONEY.ID - Medical Advisory Board (MAB) kini semakin penting dalam industri asuransi kesehatan, terutama setelah terbitnya POJK No.36 Tahun 2025 yang menekankan perlunya kapabilitas medis, sistem digital, serta dewan penasehat medis yang independen.
Melalui sistem yang semakin terdigitalisasi, MAB tidak hanya berperan sebagai peninjau medis, tetapi juga memanfaatkan analisis data untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih objektif dalam layanan asuransi kesehatan.
PT Administrasi Medika (AdMedika) menjelaskan bahwa proses kerja MAB kini didukung oleh sistem data analytics, dashboard pemantauan real-time, hingga analisis transaksi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Teknologi ini memungkinkan tim medis memantau pola klaim, tren penggunaan layanan kesehatan, hingga potensi ketidaksesuaian layanan secara lebih cepat.
Dalam praktiknya, tim Medical Advisor dan Utilization Review melakukan analisis terhadap klaim kesehatan serta menilai apakah tindakan medis yang diberikan sudah sesuai dengan indikasi klinis dan prinsip efisiensi biaya.
Baca Juga: BRI Life Resmi Bentuk Medical Advisory Board Sesuai Ketentuan OJK
CEO AdMedika, Dian Prambini, mengatakan pemanfaatan data menjadi kunci agar proses evaluasi medis bisa berjalan lebih akurat.
“Dengan dukungan data analytics, Medical Advisory Board dapat melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan medis secara lebih objektif, akurat, dan responsif. Pendekatan ini memastikan keseimbangan antara kualitas layanan dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan biaya kesehatan,” ujar Dian.
Melalui pendekatan digital tersebut, proses peninjauan medis diharapkan tidak hanya lebih cepat, tetapi juga transparan dan berbasis bukti.
Dengan demikian, keputusan medis yang diambil tetap sejalan dengan kebutuhan klinis peserta sekaligus menjaga efisiensi biaya layanan kesehatan dalam sistem asuransi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News