MOMSMONEY.ID - Penting untuk memahami cara mengonsumsi lobster tanpa meningkatkan asam urat berikut ini.
Lobster adalah seafood yang bergizi, namun bagi penderita asam urat tinggi harus mengontrol konsumsinya agar tidak memicu kekambuhan.
Christine Mikstas, dokter ahli gizi, menjelaskan, lobster mengandung kadar purin yang tinggi, suatu zat yang ketika dipecah akan menghasilkan asam urat dalam tubuh. Ketika mengonsumsi makanan kaya purin seperti lobster, tubuh akan memproduksi lebih banyak asam urat dan menyebabkan risiko gejala asam urat.
Asam urat berlebih dapat menumpuk sebagai kristal di persendian, menyebabkan nyeri dan peradangan. Laman Webmd.com menyebutkan, asam urat tinggi juga dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal yang menyebabkan nyeri punggung dan masalah saluran kemih.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Penderita Asam Urat: Jamur Kancing Aman Dikonsumsi
Cara mengonsumsi lobster tanpa meningkatkan asam urat
Jika Anda menderita asam urat atau memiliki kadar asam urat tinggi, batasi asupan lobster dan seafood lain yang memiliki kandungan purin tinggi. Kombinasikan lobster dengan makanan kaya serat seperti sayuran hijau dan buah-buahan untuk membantu tubuh mencerna lebih baik dan mengurangi penyerapan purin.
Minum banyak air juga membantu menghilangkan asam urat dari tubuh. Selain itu, hindari metode memasak yang tinggi lemak seperti menggoreng.
Sebaliknya, panggang, kukus, atau rebus lobster untuk mempertahankan nilai gizinya dan mengurangi risiko peningkatan asam urat. Konsumsilah lobster dalam jumlah sedang dan dikombinasikan dengan diet sehat.
Kandungan nutrisi yang ada di dalam lobster
Tusuk cangkang lobster untuk menikmati kelezatan yang menggugah selera, tambahkan mentega dan perasan lemon. Sebagai informasi, lobster memiliki kandungan kolesterol yang tinggi.
Satu porsi lobster seberat 3 ons mengandung sekitar 77 miligram kolesterol yang setara dengan sekitar 26% dari kebutuhan harian. Lobster seringkali disajikan dengan mentega, saus berbahan dasar mayones, dan roti gulung.
Tambahan ini melipatgandakan jumlah kalori dan lemak jenuh dalam makanan yang seharusnya sehat. Untungnya, lobster mengandung asam lemak Omega-3 yakni asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA).
Asam lemak omega-3 ini sangat penting untuk kesehatan jantung. Manfaatnya meliputi mencegah penyakit jantung, menjaga ritme jantung, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Baca Juga: Asam Urat Minggat: Cara Mudah Redakan Nyeri dengan Garam Epsom di Rumah!
Lobster juga mengandung protein, nutrisi penting yang biasanya ditemukan dalam berbagai produk hewani, sayuran, dan kacang-kacangan. Protein tersusun dari asam amino yang memiliki beberapa fungsi:
- Membangun dan memperbaiki sel-sel yang membentuk tulang, otot, tulang rawan, kulit, rambut, dan kuku.
- Protein membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh.
- Membantu pencernaan makanan.
- Protein mengatur hormon dan perkembangan sel selama masa pubertas.
Satu porsi lobster seberat 3 ons memiliki jumlah protein yang hampir sama dengan satu porsi daging sapi giling seberat 3 ons. Perbedaannya terletak pada lemak jenuhnya. Itulah informasi mengenai cara mengonsumsi lobster tanpa meningkatkan asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News