MOMSMONEY.ID - Ada beberapa obat asam urat yang ampuh cegah komplikasi. Serangan asam urat terasa sangat menyakitkan yang dapat berlangsung dari beberapa hari hingga seminggu lebih.
Untuk episode gejala asam urat yang datang tiba-tiba, pedoman American College of Rheumatology (ACR) merekomendasikan pengobatan yang berfokus pada pengurangan rasa sakit dan peradangan. Dr. Robert H. Shmerling, dokter reumatologi, menyebutkan bahwa pengobatan harus dimulai dalam waktu 24 jam setelah serangan asam urat muncul.
Klasifikasi obat asam urat yang ampuh
Dilansir dari Health.harvard.edu, beberapa obat yang digunakan untuk asam urat membantu mengurangi risiko komplikasi seperti batu ginjal. Penggunaan obat untuk asam urat harus disesuaikan untuk setiap pasien.
Baca Juga: Kesehatan Ginjal: Waspada Daging Kambing, Pemicu Asam Urat Tinggi
Dokter akan menyusun rencana pengobatan yang sesuai, menggabungkan obat asam urat dan modifikasi gaya hidup untuk efektivitas jangka panjang.
Obat asam urat dibagi menjadi dua kelompok utama yakni akut dan kronis:
1. Obat untuk serangan asam urat akut
Obat-obatan ini membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan pada persendian dengan cepat dan mengembalikan fungsi persendian ke normal. Obat-obatan umum meliputi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kortikosteroid, dan kolkisin.
2. Obat untuk asam urat kronis
Obat-obatan ini membantu mencegah serangan asam urat akut di masa mendatang dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah dan menjaga kadar asam urat tetap stabil. Contohnya adalah obat allopurinol dan febuxostat.
Obat asam urat yang paling sering digunakan
1. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
Obat ini banyak digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan yang disebabkan oleh kristal asam urat akut. Namun, obat-obatan ini tidak bisa menurunkan kadar asam urat dalam tubuh.
NSAID yang umum dijual bebas dan yang memerlukan resep dokter dapat digunakan untuk mengurangi gejala dengan cepat. Namun, efektivitasnya bersifat sementara dan dapat menimbulkan efek samping.
Efek samping tersebut meliputi mual, diare dan tukak lambung.
2. Kolkisin
Kolkisin adalah obat antiinflamasi resep yang digunakan untuk mengobati asam urat dan radang sendi lain. Obat ini paling efektif untuk serangan asam urat akut, membantu mengurangi gejala dalam waktu 6 hingga 12 jam jika digunakan dalam waktu 36 jam sejak timbulnya serangan.
Selain pengobatan akut, kolkisin dosis rendah dapat digunakan untuk profilaksis serangan di masa mendatang. Namun, karena tidak menurunkan kadar urat dalam tubuh maka obat ini tidak dianggap sebagai terapi pemeliharaan jangka panjang untuk asam urat.
Penggunaan yang berkepanjangan dapat menyebabkan akumulasi toksik, menyebabkan penekanan sumsum tulang, kerusakan hati dan ginjal.
3. Kortikosteroid
Jika NSAID dan kolkisin tidak memberikan efek yang cukup, dokter dapat meresepkan kortikosteroid untuk mengobati asam urat akut. Obat-obatan ini dapat diberikan secara oral atau disuntikkan langsung ke sendi yang terkena.
Prednison adalah kortikosteroid umum yang digunakan pada asam urat akut, membantu meredakan nyeri dalam beberapa jam setelah penggunaan. Karena potensi efek samping yang tidak diinginkan, kortikosteroid hanya digunakan jika pasien tidak merespons NSAID atau kolkisin atau memiliki kontraindikasi.
Pengobatan harus diresepkan oleh dokter. Pada kasus asam urat yang terbatas pada satu atau dua sendi dan dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang, pasien hanya membutuhkan satu jenis obat saja untuk mengendalikan peradangan.
Namun, jika nyeri meningkat dan menyebar ke sendi yang lebih besar maka dibutuhkan modalitas pengobatan untuk mengendalikan penyakit ini.
4. Obat penurun asam urat untuk asam urat kronis
Obat-obatan ini berbeda dari obat antiinflamasi dan pereda nyeri karena dapat digunakan dalam jangka panjang untuk mengurangi keparahan serangan asam urat akut. Obat ini uga bisa mengurangi munculnya komplikasi.
Tujuan pengobatan adalah menurunkan kadar asam urat serum (sUA) hingga di bawah 300 µmol/L (5 mg/dL) pada pasien dengan tofi dan di bawah 360 µmol/L (6 mg/dL) pada pasien tanpa tofi. Pasien yang belum pernah menggunakan obat penurun asam urat umumnya tidak boleh memulai pengobatan selama serangan asam urat akut.
Jika pasien sudah menjalani terapi tersebut dan kemudian mengalami serangan akut, maka pengobatan harus dilanjutkan. Obat-obatan ini bekerja melalui berbagai mekanisme untuk mengurangi asam urat dalam tubuh, dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme kerjanya.
Obat-obatan yang menghambat produksi asam urat yakni allopurinol dan febuxostat. Obat-obatan yang meningkatkan ekskresi asam urat bernama probenecid.
Sedangkan, obat-obatan yang memecah asam urat yang sudah ada bernama pegloticase.
5. Obat-obatan untuk pencegahan serangan asam urat
Penggunaan obat-obatan untuk asam urat jangka panjang tidak wajib bagi semua orang. Banyak orang hanya membutuhkan obat-obatan sementara selama serangan akut untuk meredakan peradangan.
Setelah itu, pasien dapat mengendalikan asam urat secara efektif dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Namun, jika frekuensi serangan asam urat akut meningkat, dokter akan meresepkan obat untuk mengontrol kadar asam urat.
Dokter akan meresepkan obat untuk menurunkan asam urat yakni allopurinol dan febuxostat. Ada juga terapi enzim yang memecah asam urat, bernama pegloticase.
Untuk mencegah asam urat akut, pasien perlu menggunakan obat antiinflamasi dosis rendah selama 3-6 bulan dikombinasikan dengan obat penurun asam urat. Pilihan obat antiinflamasi yang tepat bergantung pada kondisi spesifik masing-masing individu dan harus mempertimbangkan indikasi dan kontraindikasi dari setiap obat.
Catatan penting saat menggunakan obat asam urat
Karena obat asam urat akut, terutama NSAID dapat membahayakan lambung maka pasien harus meminumnya setelah makan atau bersamaan dengan agen penekan asam lambung. Meski sebagian besar obat asam urat kronis dianggap aman, dalam beberapa kasus langka pasien bisa mengalami ruam kulit, gatal, mual, sakit kepala atau sakit perut.
Baca Juga: Serangan Asam Urat Mendadak? Ini Cara Menghentikannya Seketika
Jika gejala-gejala ini tidak membaik atau pasien mencurigai adanya efek samping obat, segera konsultasikan dengan dokter. Obat untuk asam urat akut hanya boleh digunakan dalam jangka pendek, sedangkan obat untuk asam urat kronis seringkali harus digunakan dalam jangka panjang.
Obat tersebut hanya boleh dihentikan atas instruksi dokter, ikuti dosis dan jadwal konsumsi dengan tepat.
Modifikasi diet untuk asam urat
Perubahan pola makan dan gaya hidup cukup efektif dan aman untuk mengelola asam urat di rumah. Pasien harus menghindari makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, kerang dan makanan manis.
Penderita asam urat boleh mengonsumsi telur dan daging, tetapi pastikan konsumsinya tidak melebihi 150g per hari. Untuk mengendalikan penyakit dengan lebih baik, olahraga harian dan menjaga hidrasi yang cukup tak penting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News