MOMSMONEY.ID - Asam urat adalah penyakit yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada persendian. Kondisi ini terjadi ketika tubuh memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah dan menyebabkan kristal kecil menumpuk di persendian.
Dr. Lance Silverman, dokter bedah ortopedi menjelaskan bahwa kristal asam urat ini juga bisa mengendap di bawah kulit dan membentuk benjolan putih yang disebut tofi. Secara global, penyakit asam urat semakin umum terjadi karena perubahan pola makan di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Faktor risiko asam urat yang dapat dimodifikasi
Ketika tubuh memecah purin, asam urat akan diproduksi. Sebenarnya ini adalah proses normal dan alami, tapi memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah dapat menyebabkan penumpukan kristal di persendian.
Dilansir dari Arthritis-health.com, berikut ini beberapa faktor risiko asam urat yang dapat dimodifikasi:
Baca Juga: 6 Cara Menghindari Asam Urat Kumat saat Menikmati Daging Kurban
1. Diet sehat
Makanan dengan kandungan purin tinggi seperti daging merah, seafood dan minuman manis dapat meningkatkan risiko terkena asam urat. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan asam urat dan kondisi kesehatan lainnya.
Maka dari itu, lakukan diet sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat agar bisa menjaga kadar asam urat normal.
2. Kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena asam urat. Hal ini dikarenakan tubuh akan memproduksi lebih banyak asam urat dan ginjal akan kesulitan memproses dan membuangnya.
Maka dari itu, mulai menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat bisa menjaga angka di timbangan tidak naik.
Faktor risiko asam urat yang tidak bisa dimodifikasi
Selain faktor risiko yang dapat dimodifikasi, ternyata ada juga faktor lain yang sulit untuk dimodifikasi:
1. Sejarah keluarga
Memiliki anggota keluarga yang menderita asam urat meningkatkan risiko terkena asam urat. Namun, dengan menerapkan pola makan rendah purin dan gula bisa mencegah kadarnya meningkat tajam.
2. Faktor usia
Penyakit asam urat jadi lebih umum seiring bertambahnya usia, sebagian karena tubuh juga lebih mungkin terkena penyakit lain seiring bertambahnya usia. Jika Anda memiliki penyakit komorbid seperti diabetes dan hipertensi, konsumsi obat sesuai dengan anjuran dari dokter.
3. Jenis kelamin
Sering dianggap sebagai kondisi yang lebih banyak menyerang pria, penyakit asam urat sebenarnya memengaruhi lebih dari empat kali lipat jumlah pria dibandingkan wanita. Wanita juga dapat mengembangkan kondisi ini, tetapi biasanya hanya terjadi setelah menopause.
Hal ini dikarenakan estrogen yang dilepaskan selama siklus reproduksi wanita mempercepat pengeluaran asam urat oleh ginjal.
4. Latar belakang ras
Orang-orang dari latar belakang Afrika-Karibia lebih mungkin menderita asam urat daripada orang-orang dari latar belakang Eropa kulit putih. Selain itu, ada juga kemungkinan menderita asam urat jauh lebih tinggi lagi pada orang-orang dari beberapa bagian Asia Tenggara dan Australasia.
5. Kondisi medis
Penyakit asam urat cenderung terjadi bersamaan dengan penyakit lain seperti penyakit kardiovaskular atau penyakit ginjal. Terkadang, adanya penyakit lain membuat pengobatan asam urat menjadi lebih sulit atau mengharuskan dokter untuk berhati-hati dalam memilih obat yang akan diresepkan.
6. Pengobatan
Penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin dosis rendah dan diuretik tiazid dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat.
Komplikasi asam urat yang tidak diobati
Jika tidak diobati, asam urat dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada persendian dan berpotensi berbahaya serta melemahkan. Tanpa penanganan yang tepat, serangan asam urat dapat menjadi serius dan menyebabkan kerusakan permanen pada persendian.
Peradangan yang terus-menerus dan penumpukan kristal iritan di persendian penderita asam urat dapat meningkatkan risiko infeksi sendi. Karena gejala infeksi sendi mudah disalahartikan sebagai serangan asam urat biasa, kebanyakan orang sering kali tidak menyadari bahwa persendiannya telah terinfeksi.
Hal ini dapat menyebabkan artritis septik, suatu kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.
Obat-obatan untuk pencegahan asam urat jangka panjang
Obat-obatan jangka panjang biasanya diresepkan untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Obat-obatan ini bekerja dengan mengurangi jumlah asam urat yang diproduksi atau mengendalikan cara asam urat dikeluarkan dari tubuh.
Obat-obatan yang paling umum untuk pengobatan asam urat jangka panjang diminum dalam bentuk pil, meliputi:
- Allopurinol mengurangi jumlah asam urat yang diproduksi tubuh. Obat ini biasanya tidak diberikan saat serangan asam urat akut.
- Febuxostat bekerja dengan cara yang mirip dengan Allopurinol untuk mencegah tubuh memproduksi asam urat dalam jumlah berlebihan.
- Probenecid membantu meningkatkan jumlah asam urat yang dikeluarkan oleh ginjal, sehingga mengurangi jumlahnya dalam tubuh.
- Ibuprofen adalah NSAID yang paling umum dan sering diresepkan untuk asam urat. Kolkisin adalah obat lain yang umum digunakan saat serangan asam urat.
Baca Juga: Asam Urat Melambung? Hindari Makanan Ini biar Tak Berakhir di Rumah Sakit
Kolkisin dan Ibuprofen sama-sama dapat menyebabkan beberapa efek samping. Oleh karena itu, biasanya hanya direkomendasikan untuk jangka waktu singkat atau dalam dosis rendah untuk penanganan jangka panjang. Sekian informasi mengenai faktor risiko asam urat yang patut dipahami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News