MOMSMONEY.ID - JAKARTA. Program naik kelas bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kerap didengungkan banyak pihak. Termasuk juga oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian UMKM.
Untuk itu Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menegaskan tiga aspek utama yang perlu diperkuat pengusaha UMKM agar mampu naik kelas dan menembus pasar global. Ketiga aspek tersebut adalah pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan, dan perluasan akses pasar.
Menurut Helvi, ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun daya saing UMKM. Misalnya yang pertama untuk penerapan teknologi berperan untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi.
Baca Juga: UMKMall Luncurkan Teman AI, Solusi UMKM Bisa Akses AI
Kemudian yang kedua adalah memperat kemitraan untuk memperkuat skala usaha. Kemitraan tersebut juga berperan bagi UMKM untuk meningkatkan standardisasi serta keterhubungan dengan rantai pasok.
Adapun yang ketiga adalah perluasan akses pasar. Langkah ini penting dilakukan UMKM supaya produk yang mereka hasilkan bisa diketahui oleh konsumen dan pembeli secara lebih luas lagi.
Baca Juga: Teman AI Bantu UMKM Naik Kelas, dari Foto Produk hingga Hitung HPP
“Digitalisasi harus bergerak dari sekadar go online menjadi go productive. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengelola keuangan dan persediaan, membaca kebutuhan konsumen, hingga menciptakan inovasi,” kata Helvi dalam keterangan saat webinar Saatnya Menembus Pasar Global” yang diselenggarakan LPP RRI bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional, Kamis (3/9).
Baca Juga: 81 UMKM Dibina InJourney-Sarinah, Ada Kesempatan Tembus Pasar Lebih Luas
Ia menekankan bahwa transformasi digital perlu menghasilkan dampak nyata terhadap kinerja usaha. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pengusaha UMKM tidak hanya memperoleh kanal pemasaran baru, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi, memperbaiki pengelolaan usaha, dan memperkuat kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan pasar.
Selain teknologi, Helvi mendorong pengusaha UMKM memperluas kemitraan dengan usaha besar, badan usaha milik negara (BUMN), lembaga pembiayaan, distributor, pembeli, platform digital, maupun perguruan tinggi.
Kemitraan tersebut dinilai penting untuk memperluas akses UMKM terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, standardisasi, serta rantai pasok sehingga pengusaha memiliki fondasi yang lebih kuat untuk meningkatkan skala usahanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News