MOMSMONEY.ID - Prosedur pemutihan gigi (bleaching) menjadi salah satu perawatan estetika yang paling diminati untuk mendapatkan senyuman putih bersih secara instan.
Meskipun tergolong aman jika dilakukan di bawah pengawasan profesional, namun penggunaan bahan kimia pemutih seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida dalam konsentrasi tertentu tetap memiliki reaksi medis pada jaringan mulut.
Perawatan bleaching gigi dapat memicu beberapa efek samping sementara hingga risiko iritasi pada gigi maupun jaringan lunak di sekitarnya.
Baca Juga: Mau Rambut Sehat? Konsumsi 6 Buah-Buahan Ini Secara Rutin
Selengkapnya, berikut adalah 4 efek samping bleaching gigi yang umum terjadi dan perlu Anda antisipasi sebelum menjalani perawatannya sebagaimana dilansir dari American Dental Association (ADA), National Center for Biotechnology Information (NCBI), dan Healthline.
1. Gigi Menjadi Lebih Sensitif
Sensitivitas gigi merupakan efek samping yang paling sering dilaporkan pasca-prosedur bleaching.
Efek ini terjadi karena bahan pemutih peroksida meresap menembus lapisan enamel untuk memecah molekul noda, yang secara bersamaan membuka pori-pori mikroskopis menuju saraf gigi.
Akibatnya, gigi akan terasa lebih peka atau timbul rasa ngilu tajam saat terkena paparan suhu dingin, panas, manis, atau bahkan hembusan angin. Rasa ngilu ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam setelah perawatan selesai.
2. Iritasi dan Sensasi Terbakar pada Gusi
Sensasi terbakar atau iritasi jaringan lunak terjadi ketika gel pemutih berkonsentrasi tinggi secara tidak sengaja kontak langsung dengan area gusi.
Kontak kimiawi ini dapat menyebabkan gusi mengalami peradangan sementara, memutih, hingga terasa perih dan bengkak.
Pada prosedur profesional di klinik gigi, dokter biasanya memasang pelindung khusus (gum dam) untuk mengisolasi gusi. Namun, risiko iritasi ini jauh lebih tinggi jika Anda menggunakan produk pemutih racikan mandiri di rumah tanpa pelindung gusi yang pas.
Baca Juga: Anak Usia 1 Tahun Butuh Nutrisi Apa? Simak Penjelasan Dokter Berikut
3. Kerusakan Lapisan Enamel Gigi
Penggunaan bahan kimia pemutih yang terlalu sering, berlebihan, atau dengan konsentrasi asam yang tidak sesuai standar dapat memicu proses demineralisasi pada enamel gigi.
Akibatnya, struktur pelindung terluar gigi ini bisa menjadi lebih tipis, porous, lunak, atau bahkan tampak lebih kasar secara mikroskopis.
Enamel yang terkikis tidak dapat beregenerasi secara alami, sehingga gigi justru menjadi lebih rapuh, mudah menguning kembali di kemudian hari, dan lebih rentan terhadap serangan bakteri penyebab gigi berlubang.
4. Warna Gigi Menjadi Tidak Merata
Hasil bleaching gigi terkadang dapat memberikan tampilan warna yang kurang merata, terutama jika pasien memiliki riwayat penumpukan plak, hipoplasia enamel, atau restorasi buatan di dalam mulut.
Bahan kimia bleaching hanya efektif mencerahkan struktur gigi asli dan tidak dapat mengubah warna bahan tambalan komposit, crown (mahkota tiruan), maupun veneer.
Hal ini menyebabkan area restorasi buatan akan mempertahankan warna lamanya yang lebih gelap, sehingga menciptakan kontras warna yang belang dan kurang estetis pada senyuman Anda.
Memahami berbagai efek samping bleaching gigi sangat penting agar Anda dapat melakukan tindakan pencegahan yang tepat bersama dokter gigi. Dengan penanganan profesional dan perawatan pasca-prosedur yang benar, Anda bisa mendapatkan hasil senyuman putih cemerlang dengan tingkat risiko yang seminimal mungkin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News