MOMSMONEY.ID - Hari ini, Jumat, 19 Juni 2026, adalah momen perayaan Festival Perahu Naga atau Duan Wu Jie. Di balik kemeriahan tradisi ini, ada satu hidangan yang tak pernah absen menemani perayaan ini, yakni bakcang.
Apakah Anda penasaran bagaimana resep bakcang yang bentuknya unik dengan bungkusan daun bambu itu? Bakcang dalam bahasa Mandarin disebut dengan zongzi (粽子).
Bakcang terbuat dari beras ketan yang lengket dan padat, diisi dengan ragam isian seperti daging babi, ayam, atau telur asin yang telah diberi bumbu rempah khas.
Baca Juga: Menu Idul Adha: Resep Malbi & Kalio, Kreasikan Daging Sapi Jadi Sajian Mewah
Setelah isian dan beras disusun rapi, semuanya dibungkus dengan daun bambu yang memberikan aroma alami dan harum khas, lalu direbus hingga teksturnya lembut dan siap santap.
Tak hanya menghasilkan cita rasa yang lezat, tetapi juga memiliki bentuk yang khas menyerupai piramida atau segitiga rapat.
Saat ini, menemukan bakcang bukan hal sulit. Bahkan di Indonesia, banyak pusat perbelanjaan dan kedai kuliner Tionghoa menyediakannya, apalagi saat momen festival tiba.
Namun, ada kepuasan tersendiri jika Anda membuatnya sendiri. Berikut resep bakcang yang lengkap, termasuk cara membungkusnya, sebagaimana dikutip dari channel YouTube Boozt up:
Baca Juga: Idul Adha Spesial: 3 Resep Daging Kambing Chef Devina, Siap Sajikan Hidangan Terbaik
Resep bakcang
Bahan:
- 1000 gram beras ketan, rendam minimal 8 jam
- 10 butir bawang merah
- 8 siung bawang putih
- 3 1/2 sdm kecap asin
- 1 sdt merica
- 1/2 sdt sari jamur
- 4 sdm minyak wijen
- 2 sdm minyak goreng
Isian:
- 200 gram kacang mete, cincang kasar dan panggang sampai matang
- 300 gram paha ayam giling
- 250 gram daging giling berlemak
- 8 siung bawang putih, iris halus
- 10 butir bawang merah, iris halus
- 5 sdm kecap manis
- 2 sdm saus tiram
- 2 sdt kecap ikan
- 1/8 sdt sari jamur
- 3 batang daun bawang, rajang halus
- 800 ml air
- 2 sdm minyak sayur
- 2 sdm minyak wijen
Baca Juga: Resep Rendang Padang Spesial Lebaran: Daging Empuk Bumbu Meresap Sempurna, Coba yuk
Cara membuat:
- Panaskan minyak goreng dan minyak wijen. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum, lalu masukkan kedua macam daging dan aduk rata sampai warnanya berubah.
- Masukkan kacang mete, kecap manis, saus tiram, kecap ikan, dan sari jamur. Aduk sampai rata.
- Tuangkan air dalam beberapa tahap. Biarkan di atas api kecil sampai kuahnya mengental.
- Tambahkan daun bawang dan aduk sampai layu. Lalu, angkat dan dinginkan.
- Untuk ketan, panaskan minyak goreng dan minyak wijen. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan ketan dan aduk rata.
- Tambahkan kecap ikan, merica, dan sari jamur. Lalu, aduk kembali sampai rata.
- Ambil 2 lembar daun bakcang atau daun bambu yang lebar. Letakkan bagian luar di dalam. Beri selembar lagi dengan bagian luar di bagian atas (sisi dalam menghadap sisi dalam). Bagian yang tumpul letakkan di bagian atas.
- Lipat bagian bawah membentuk takir, sekitar sepertiga panjang daun bambu. Letakkan beras ketan. Tusuk bagian tengahnya untuk memberi ruang tumisan daging.
- Isi adonan daging bersama kuahnya. Tutup membentuk segitiga.
- Balik sampai sisi atas tertutup oleh daun. Lipat daun dan ikat dengan tali berlawanan menggunakan serat bambu.
- Rebus sekitar 4-5 jam dengan air mendidih.
Dengan mengikuti resep bakcang di atas, Anda tidak hanya menyajikan hidangan lezat untuk keluarga, tetapi juga turut melestarikan warisan budaya yang kaya makna. Selamat mencoba dan selamat merayakan Festival Perahu Naga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News