M O M S M O N E Y I D
Bugar

6 Langkah Darurat Mengatasi Anak Kejang Demam dan Tanda Harus Segera ke Dokter

6 Langkah Darurat Mengatasi Anak Kejang Demam dan Tanda Harus Segera ke Dokter
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Saat anak kejang, apa yang seharusnya dilakukan orang tua untuk memberikan pertolongan pertama?

Sebagian besar orang tua pasti merasa panik saat melihat anaknya mengalami kejang.

Meski begitu, dalam kondisi seperti ini, hal yang perlu dilakukan pertama kali oleh orang tua adalah menenangkan diri agar bisa memberikan pertolongan.

Baca Juga: Anak Kebanyakan Main HP Bisa Obesitas, Ini 5 Dampak Terlalu Banyak Screen Time

Anak kejang bukanlah akhir dari segalanya, tetapi sinyal darurat yang membutuhkan respons cepat, tapi tetap sadar.

Kejang sendiri terjadi akibat ledakan aktivitas listrik abnormal di otak yang memicu perubahan mendadak pada gerakan, perilaku, atau kesadaran. 

Pada sebagian besar kasus yang paling umum menimpa balita adalah kejang demam. Dipicu oleh lonjakan suhu tubuh yang tinggi, dan meskipun tampak menakutkan, umumnya tidak berbahaya jika ditangani dengan benar.

Baca Juga: Golden Period Anak Tak Boleh Terlewat, Ini Pentingnya Gizi dan Stimulasi

Lalu, apa yang harus dilakukan? Berikut langkah-langkah untuk mengatasi anak kejang yang bisa dilakukan orang tua, dikutip dari www.halodoc.com:

1. Tetap tenang

Buat diri Anda tetap tenang saat anak mengalami kejang. Karena ketika panik, hal tersebut justru bisa menjadi penghambat saat Anda seharusnya berpikir dan bertindak cepat.

Selain itu, cari posisi yang aman dan rata untuk memindahkan anak. Pastikan di sekitarnya tidak ada benda tajam dan keras ya.

2. Miringkan tubuh

Setelah menemukan posisi yang aman, miringkan tubuh Anda ke salah satu sisi. Cara ini bertujuan untuk mencegah cairan, air liur, atau muntahan masuk ke saluran pernapasan yang bisa membuat Anak tersedak. Jadi, pastikan agar jalan napas anak terbuka.

Baca Juga: Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah, Ini Cara Penuhi Gizi Anak yang Tepat

3. Longgarkan pakaian

Lakukan pengecekan pada pakaian anak, terutama di sekitar leher. Buka kancing atau ritsleting dan pastikan pada area pernapasan tidak terdapat hambatan. Jika ada kalung, maka lepaskan juga ya.

4. Jangan memasukkan sesuatu ke mulut

Sebaiknya Anda tidak memasukkan sesuatu ke mulut, apapun bendanya. Karena tindakan ini bisa berisiko serius. Seperti menimbulkan patah gigi, luka di gusi, atau menyumbat jalan napas. Ingat, anak tidak akan menelan lidahnya saat kejang.

5. Catat durasi dan amati

Selanjutnya, Anda perlu mencatat durasi kejang dengan benar dan lakukan pengamatan jika adalah perubahan dalam tubuhnya.

Misalnya saja warna wajah, jenis gerakan, dan respons saat kejang. Informasi ini bisa membantu dokter untuk mendiagnosis kondisi anak.

Baca Juga: Aktivitas Fisik dan Latihan Otak Penting untuk Tumbuh Kembang Anak lo Moms

6. Setelah kejang berhenti

Ketika kejang anak sudah berhenti dan anak mulai sadar, lakukan pemeriksaan kondisi umum pada anak. Jika anak kejang karena demam, maka berikan kompres hangat di area ketiak atau lipatan paha untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Selain itu, berikan juga obat penurun panas dan biarkan anak istirahat. Namun, jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, terjadi beberapa kali dalam 24 jam, bahkan tidak segera sadar, maka segera bawa anak mencari pertolongan medis.

Gejala kejang demam

Ada beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan jika disebabkan oleh demam. Berikut beberapa tandanya:

  • Mata mendelik ke atas atau menyamping.
  • Anggota tubuh, terutama tangan dan kaki mengalami kaku dan disertai gerakan sentakan secara berulang.
  • Tidak responsif atau kehilangan kesadaran sementara.
  • Ada perubahan warna kulit yang menjadi pucat atau kebiruan.
  • Keluar busa dari mulut atau menggigit lidah.

Saat anak kejang, ketenangan dan tindakan cepat dari Anda adalah sikap yang paling penting untuk bisa lebih fokus memberikan pertolongan pertama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Update Ranking BWF: Jonatan Nomor 1 Dunia, Rachel/Febi Masuk 10 Besar

Update Ranking Dunia BWF, Jonatan Christie resmi menduduki peringkat nomor satu dunia di sektor tunggal putra.

Digelar Oktober, Langkah Membumi Market Pertemukan Brand Berkelanjutan & Konsumen

Blibli Tiket Action menghadirkan Langkah Membumi yang tahun ini mengusung konsep Langkah Membumi Market (LMM) 2026.​

Bitcoin cs Rebound Tajam, Cek Katalis Pemicu dan Prospek Harganya

Bitcoin dan sejumlah aset kripto menguat tajam dalam sepekan terakhir. Simak katalis pendorong reli dan prospek harga sampai akhir tahun.

Cari Emas dengan Spread Tipis? Cek Selisih Harga Jual-Buyback Tiap Merek

Spread emas pada hari ini, 25 Agustus 2026, relatif stabil. Spread harga emas di Pegadaian menjadi satu-satunya yang melebar.  

Harga Buyback Emas Hari Ini Kompak Naik, Antam Tertinggi Rp 2.628.000

Harga buyback emas hari ini, 25 Agustus 2026, naik pada seluruh merek yang dipantau. Antam mencatat kenaikan terbesar.

Hujan Lebat Tetap Guyur Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (26/8)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Rabu 26 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Ramalan Zodiak Besok Rabu 26 Agustus 2026, Segera Selesaikan Proyekmu

Simak ramalan 12 zodiak besok Rabu 26 Agustus 2026, cek karier, keuangan, asmara, kesehatan Aries hingga Pisces yang terbaru di sini.​

Ramalan Shio Besok Rabu 26 Agustus 2026, Pandai Adaptasi Segala Situasi

Simak ramalan shio besok Rabu 26 Agustus 2026, cek peruntungan 12 shio dalam karier, keuangan, cinta dan kesehatan yang lengkap di sini.​

Harga Emas Dunia Konsolidasi di US$ 4.600, Citigroup Naikkan Target Harga

Harga emas dunia terkoreksi tipis setelah reli sekitar 7% sepekan. Namun, Citigroup mengerek naik target harga emas tiga bulan ke depan.

Gempa Susulan NTT Tembus 7.000, Bisa Berlangsung hingga 4 Minggu ke Depan

Gempa susulan pasca gempa utama M7,7 Flores NTT menembus 7.000 gempa, bisa berlangsung hingga 4 minggu ke depan