MOMSMONEY.ID - Jangan sampai kena penyakit ginjal, begini cara mengontrol asam urat normal. Dalam kehidupan sehari-hari, gejala seperti kelelahan atau kekakuan sendi seringkali diabaikan.
Lindsey Zirker, ahli gizi spesialis dalam nutrisi ginjal menjelaskan bahwa peningkatan kadar asam urat yang tidak diobati dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit ginjal. Kehadiran asam urat dalam tubuh dianggap sebagai hasil dari aktivitas metabolisme reguler.
Dilansir dari Renalandurologynews.com, asam urat digambarkan sebagai produk limbah yang dihasilkan selama pemecahan purin. Purin ini adalah zat yang ditemukan dalam makanan tertentu seperti daging merah, seafood serta dalam jaringan tubuh.
Baca Juga: Makanan Tidak Sehat: Konsumsi Buah Tinggi Fruktosa Picu Lonjakan Asam Urat
Setelah terbentuk asam urat akan diangkut dalam darah, disaring oleh ginjal, dan dikeluarkan melalui urin.
Penyebab dan gejala kadar asam urat tinggi
Kadar asam urat biasanya berkisar antara 3,4-7,0 mg/dL pada pria dan 2,4–6,0 mg/dL pada wanita. Perbedaan ini berasal dari variasi hormonal dan metabolik.
Berbagai komplikasi kesehatan dapat terjadi ketika kadar asam urat berada di luar kisaran normal. Hiperurisemia atau asam urat tinggi sering dipicu oleh konsumsi makanan tinggi purin yang berlebihan, konsumsi alkohol, dan kurangnya hidrasi.
Hal ini juga dikaitkan dengan obesitas, masalah ginjal, dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti diuretik. Kondisi genetik dapat memengaruhi cara tubuh memproses asam urat yang berkontribusi pada peningkatan risiko asam urat.
Pilihan pengobatan untuk hiperurisemia
Kadar asam urat tinggi diobati dengan kombinasi pengobatan dan perubahan gaya hidup. Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi produksi asam urat atau mendorong pengeluarannya dari tubuh.
Beberapa obat telah diresepkan untuk mengobati hiperurisemia. Inhibitor xantin oksidase seperti allopurinol dan febuxostat digunakan untuk mengurangi produksi asam urat.
Penghasil asam urat seperti probenecid membantu ginjal untuk mengeluarkan asam urat lebih efektif. Obat-obatan ini biasanya direkomendasikan ketika perubahan diet dan gaya hidup saja tidak cukup.
Pengobatan alami & suplemen untuk mengelola asam urat
Pengobatan alami seperti jus ceri dan peningkatan asupan vitamin C telah terbukti mendukung pengendalian asam urat. Suplemen seperti asam lemak omega-3 dan magnesium dapat memberikan manfaat tambahan.
Nutrisi yang tepat juga terbukti menjadi komponen penting dalam pengendalian asam urat. Makanan rendah purin meliputi produk gandum utuh, buah-buahan, sayuran, dan produk susu rendah lemak disarankan untuk mengontrol kadar asam urat.
Ceri, beri, dan buah jeruk dapat membantu menurunkan kadar asam urat secara alami. Asupan karbohidrat kompleks dan protein nabati dapat mendukung pola makan seimbang dan mengurangi risiko penumpukan asam urat.
Konsumsi lebih banyak makanan kaya serat
Serat tidak hanya membantu pencernaan, tetapi juga membantu mengatur kadar gula darah dan mendukung kadar asam urat normal. Pilihan makanan kaya serat yang baik meliputi:
- Oat
- Beras merah
- Apel
- Sayuran
- Chia seeds
Baca Juga: Bahaya Konsumsi Bir dan Daging Merah, Pria Rentan Kena Serangan Asam Urat Akut
Serat membuat Anda merasa kenyang lebih lama, mendukung pengelolaan berat badan, dan meningkatkan kesehatan metabolisme secara keseluruhan. Sekian cara mengontrol asam urat agar tidak berujung pada penyakit ginjal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News