M O M S M O N E Y I D
Bugar

Peran Perempuan untuk Keluarga Lawan Demam Berdarah Dengue

Peran Perempuan untuk Keluarga Lawan Demam Berdarah Dengue
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Moms, tahukah kamu? Perempuan memiliki peran besar dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, baik sebagai individu, istri, maupun ibu. Tanpa disadari, perempuan menjadi sosok penting yang bukan sekadar merawat tetapi juga menjadi garda terdepan dalam upaya perlindungan keluarga termasuk terhadap berbagai ancaman penyakit. Salah satunya ketika anak terkena demam berdarah dengue.

Demam berdarah dengue masih menjadi salah satu ancaman kesehatan dunia. Sekitar setengah dari populasi dunia saat ini berisiko terkena dengue, diperkiraan 100 sampai 400 juta kasus infeksi terjadi setiap tahunnya.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat kasus dengue sampai dengan minggu ke-25 tahun 2025 secara kumulatif mencapai 79.843.

Dr.dr. Sukamto, SpPD, K-AI, FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik menyoroti bahwa perempuan memiliki peran signifikan dalam menjaga ketahanan keluarga dan membuat keputusan-keputusan penting di dalam rumah tangga. Dr Sukamtor mengatakan perempuan menjadi jembatan informasi dan penggerak aksi di lingkup rumah tangga maupun komunitas.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi saat ini kata dr Sukamto adalah meningkatnya risiko penyakit menular seperti dengue, yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, gaya hidup, atau tempat tinggal. Semua kalangan masyarakat baik perempuan dan laki-laki memiliki risiko bila terkena demam berdarah dengue.

Bahkan orang dewasa yang tampak sehat bisa membawa virus dengue tanpa disadari, dan berpotensi menularkan kepada orang lain melalui gigitan nyamuk. Tidak hanya itu, orang dewasa yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, memiliki risiko keparahan yang lebih tinggi jika terkena DBD. Misalnya, hipertensi 2-3 kali lipat; obesitas 1,5-2 kali lipat; penyakit ginjal 7 kali lipat; diabetes melitus 3-5 kali lipat; dan penyakit paru-paru 2-12 kali lipat.

Baca Juga: Begini Peran Orangtua Untuk Mencegah Anak Terkena Demam Berdarah Dengue

Karena itu, menurut dr. Sukamto sangat penting bagi setiap keluarga untuk memahami bahwa pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, melalui kebiasaan menjaga lingkungan dengan 3M Plus, penggunaan pelindung diri, dan mempertimbangkan penggunaan metode pencegahan yang inovatif seperti vaksinasi, yang telah direkomendasikan oleh asosiasi medis bagi anak maupun dewasa.

“Perlindungan dari dengue adalah tanggung jawab bersama. Perempuan punya peran penting dalam menggerakkan langkah itu. Saat kita semua ambil bagian, kita bukan hanya menjaga keluarga, tapi juga membangun masa depan yang lebih sehat,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (12/8).

Dr.dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, Spesialis Anak Konsultan, mengingatkan bahwa anak-anak justru berada dalam kelompok paling rentan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dalam tujuh tahun terakhir, kematian akibat dengue paling banyak terjadi pada anak-anak dan remaja usia 5 sampai 14 tahun. Data ini menunjukkan bahwa anak-anak masih sangat rentan dan perlu dilindungi dengan serius. 

Ia juga memaparkan gejala khas dengue, termasuk siklus demam seperti pelana kuda, serta tanda bahaya yang harus diwaspadai. Kata dr. Bernie, dengue memiliki tiga fase utama, yaitu fase demam tinggi, fase kritis (demam turun), dan fase penyembuhan (demam naik lagi).

Gejala yang muncul biasanya meliputi demam tinggi, nyeri kepala, mual, muntah, nyeri otot dan sendi, hingga ruam di kulit (petekie). Tidak jarang orang tua datang membawa anaknya dalam kondisi yang cukup kritis, bahkan mengarah pada Dengue Shock Syndrome (DSS) yang berisiko tinggi menyebabkan kegagalan organ karena perdarahan hebat dan penurunan tekanan darah secara drastis.

dr. Bernie mengingatkan bahwa satu kali terinfeksi dengue bukan berarti seseorang akan kebal selamanya. Dirinya menjelaskan anak yang pernah terkena dengue tetap bisa terinfeksi kembali, dan yang perlu digarisbawahi menurutnya, infeksi kedua justru berisiko menimbulkan gejala yang lebih berat dibanding infeksi pertama. Inilah yang membuat pencegahan menjadi semakin penting. 

Baca Juga: Kasus Demam Berdarah Dengue Meningkat Musim Hujan, Ini Cara Antisipasinya

Dr. Bernie berpandangan sampai saat ini masih belum ada pengobatan yang spesifik untuk menyembuhkan dengue. Salah satu pengobatan yang tersedia bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi, seperti penurun panas, pengganti cairan, anti-radang, dan terapi pendukung lainnya.

"Oleh karena itu, pencegahan menjadi kunci, salah satunya melalui vaksinasi. Vaksinasi dengue sendiri telah direkomendasikan penggunaannya bagi anak dan orang dewasa, oleh asosiasi medis, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI),” tuturnya.

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menyampaikan bahwa perempuan adalah inti dari keluarga dan komunitas yang sehat. Dirinya percaya bahwa membangun keluarga yang sehat dimulai dari pemberdayaan perempuan. "Karena merekalah penggerak utama dalam setiap upaya perlindungan dan perawatan di rumah tangga," jelasnya.

Andreas menekankan bahwa Takeda secara konsisten mengambil peran aktif dalam mendukung upaya pencegahan dengue di Indonesia. Takeda ingin terus mendorong kesadaran dan aksi nyata, khususnya di kalangan perempuan, agar mereka dapat terus menjalankan perannya yang mulia sebagai penjaga keluarga yang kuat dan terlindungi.

Andreas menegaskan bahwa pencegahan perlu dimulai dari diri sendiri. Ada banyak langkah yang bisa dilakukan mulai dari menjaga kebersihan rumah, aktif melakukan 3M Plus, mencari informasi yang tepat, dan mempertimbangkan perlindungan tambahan yang inovatif. "Bersama, kita bisa melindungi keluarga dari ancaman dengue, mengubahnya dari penyakit yang menakutkan menjadi sesuatu yang bisa dikendalikan, dan mewujudkan tujuan bersama: Nol Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030,” paparnya.

Baca Juga: Kementerian Kesehatan dan Takeda Serukan Tindakan Proaktif Pencegahan Demam Berdarah

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jaga Kualitas Udara Rumah, Ini Solusi Azko untuk Kesehatan Keluarga

Azko luncurkan Norium, air purifier unik dengan lampu LED dan fitur sterilizer. Teknologi ion plasma yang menjaga udara higienis.

Jangan Asal Praktis, Herbalife Ingatkan Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang

​Herbalife kembali mengingatkan pentingnya sarapan sehat sebagai langkah sederhana untuk menjaga energi dan produktivitas sehari-hari.

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai

Kenikmatan mie instan bisa berujung bahaya. Berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

Prakiraan Cuaca Besok (14/5) dan Lusa di DKI Jakarta, Hujan Turun di Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cerah, sedangkan lusa akan didominasi hujan ringan.

Musim Pancaroba Bikin Tubuh Rentan Sakit, Ini Tips Jaga Imun dari Dokter

Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.​ Simak tips menjaga imun dari dokter berikut ini!

Reli Pasar Terjegal, Ini Kripto yang Bertahan di 5 Kripto Top Gainers

Di pasar yang sedang terkoreksi, Injective (INJ) justru menanjak 21% dan menduduki puncak kripto top gainers 24 jam terakhir.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (14/5), Hampir Semua Kota Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok, Kamis (14/5), hampir merata berawan dan sebagian  udara kabur.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Kamis (14/5), Berawan hingga Hujan Ringan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah besok, Kamis (14/5), didominasi berawan dan sebagian wilayah hujan.

IHSG Tumbang Hampir 2% Pasca-Review MSCI, Investor Disarankan Lakukan Ini

Penghapusan sejumlah saham dari indeks MSCI lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan kerusakan fundamental. 

Promo Alfamart Noodle Fair 1-15 Mei 2026, Paldo Ramyun-Jjajangmen Beli 1 Gratis 1

Manfaatkan promo Alfamart Noodle Fair periode 1-15 Mei 2026 untuk belanja kebutuhan mi instan lebih untung.