MOMSMONEY.ID - Festival budaya tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga dapat membuka peluang pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal ini terlihat dalam penyelenggaraan Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2026 di kawasan Borobudur, Jawa Tengah
Selain menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan komunitas, festival tersebut juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan UMKM lokal dengan wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
Kehadiran wisatawan di destinasi budaya dinilai dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah wisata.
Baca Juga: Ini Produk UMKM Lokal yang Bisa Jadi Andalan di Dapur Selepas Lebaran Tanpa ART
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, kegiatan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat dapat memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.
"Di sinilah, berbeda-beda suku, ras, berbeda-beda agama, baik yang merayakan Waisak secara agama atau tidak, semuanya hadir bersama-sama untuk memajukan ekonomi dan juga untuk kebersamaan, untuk satu kata: Cinta," ujar Irene dalam keterangan resmi Selasa (2/6).
Festival yang berlangsung bertepatan dengan perayaan Waisak itu juga melibatkan berbagai komunitas serta pelaku ekonomi kreatif di sekitar Borobudur.
Menurut penyelenggara, kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya Indonesia.
Di tengah persaingan destinasi wisata, kolaborasi antara sektor budaya, pariwisata, dan UMKM dinilai menjadi salah satu cara untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News