MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bergerak tipis, setelah turun selama dua hari perdagangan sebelumnya. Para pedagang mempertimbangkan ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan infrastruktur Iran, serta dampak perang berkepanjangan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Mengutip Bloomberg, Selasa (7/4) pukul 11.40 WIB, harga emas spot diperdagangkan pada level US$ 4.661,46 per troi ons, naik sekitar 0,25% dibandingkan penutupan kemarin. Harga emas hari ini bergerak terbatas, setelah turun lebih dari 2% selama dua sesi sebelumnya.
Trump menetapkan tenggat waktu hingga Selasa pukul 8 malam waktu bagian Timur untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran, atau mulai menyerang pembangkit listrik dan jembatan. Ini meningkatkan konflik, yang telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar global dan memicu kekhawatiran inflasi.
Baca Juga: Menguat Rp 19.000! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (7/4)
Kini memasuki minggu keenam perang, yang meningkatkan potensi bahwa bank sentral akan menunda pemotongan suku bunga, atau bahkan menaikkannya.
Obligasi pemerintah AS mempertahankan sedikit kenaikan pada Senin, setelah ancaman terbaru Trump. Para pedagang obligasi memperkirakan Federal Reserves akan mempertahankan suku bunga stabil hingga akhir tahun. Suku bunga yang lebih tinggi menekan harga emas, karena tidak memberikan bunga.
Harga emas telah turun sekitar 12% sejak konflik di Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Sebagai aset aman, emas melemah karena kebutuhan investor untuk melikuidasi posisi guna menutupi kerugian pada aset lain. Harga emas sebagian besar bergerak berlawaranan arah dengan harga minyak.
Di sisi lain, sebagai penyeimbang tren, tekanan biaya akibat guncangan pasokan energi juga membebani pertumbuhan ekonomi, yang mendukung harga emas.
Baca Juga: Kompak Melemah Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Selasa (7/4)
Seiring dengan penurunan harga emas, ada juga tanda-tanda bahwa saat harga turun, para pembeli perlahan-lahan menambah kembali posisi mereka. Kepemilikan dalam reksadana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa atau ETF meningkat pekan lalu untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, menurut perhitungan Bloomberg.
Dalam konferensi pers pada Senin, Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz harus dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan apa pun dengan Iran untuk mengakhiri perang. Sejauh ini, Teheran menolak usulan AS untuk mengakhiri perang dan berencana merespons serangan lebih lanjut dengan meningkatkan serangan mereka di Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News