MOMSMONEY.ID - Cara menghitung kebutuhan cat rumah dengan akurat agar hemat biaya, hasil lebih rapi, dan tidak menyisakan banyak cat.
Mengecat rumah sering terlihat mudah, tetapi banyak orang justru salah memperkirakan jumlah cat yang dibutuhkan.
Akibatnya, pengeluaran jadi lebih besar karena harus membeli tambahan cat atau malah menyisakan terlalu banyak kaleng yang tidak terpakai.
Padahal, menghitung kebutuhan cat secara tepat bisa membantu proses renovasi jadi lebih hemat dan efisien. Di tengah tren renovasi rumah minimalis yang semakin populer di Indonesia, perencanaan sederhana seperti ini mulai banyak diperhatikan pemilik rumah.
Melansir dari Better Homes & Gardens, menghitung kebutuhan cat sebelum mulai mengecat dapat membantu mengurangi pemborosan sekaligus membuat hasil akhir lebih maksimal.
“Perhitungan cat yang tepat membantu menghindari pengeluaran berlebihan dan meminimalkan sisa cat yang tidak terpakai,” ujar Kamron Sanders.
Baca Juga: 12 Inspirasi Dapur Luar Bikin Halaman Rumah Makin Nyaman dan Estetik
Mengapa menghitung kebutuhan cat itu penting?
Banyak orang membeli cat hanya berdasarkan perkiraan. Padahal, setiap ruangan memiliki ukuran berbeda dan jenis dinding yang tidak selalu sama. Jika salah hitung, biaya renovasi bisa membengkak tanpa disadari.
Menghitung kebutuhan cat dengan benar memberikan banyak keuntungan. Selain lebih hemat, proses pengecatan juga jadi lebih cepat karena Anda tidak perlu bolak balik membeli tambahan cat di tengah pekerjaan.
Perhitungan ini juga membantu menjaga konsistensi warna cat. Sebab, membeli cat di waktu berbeda kadang menghasilkan sedikit perbedaan warna meski masih dalam kode yang sama.
Cara mengukur luas dinding yang akan dicat
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung luas area dinding. Cara ini cukup sederhana dan bisa dilakukan sendiri di rumah menggunakan meteran.
Sebagai contoh, jika panjang dinding 5 meter dan tingginya 3 meter, maka luas dinding tersebut adalah 15 meter persegi.
Lakukan pengukuran pada seluruh sisi ruangan yang ingin dicat, lalu jumlahkan totalnya. Bagian seperti lemari permanen atau area yang tidak akan dicat sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam perhitungan.
Kurangi area pintu dan jendela
Kesalahan yang sering terjadi adalah lupa mengurangi area pintu dan jendela. Padahal, bagian tersebut tidak membutuhkan cat sebanyak area dinding lainnya.
Setelah mengetahui total luas dinding, hitung juga ukuran pintu dan jendela menggunakan rumus yang sama. Kemudian kurangi hasilnya dari total luas dinding.
Cara ini membuat estimasi kebutuhan cat jadi lebih akurat dan tidak berlebihan.
Perhatikan daya sebar setiap jenis cat
Tidak semua cat memiliki daya tutup yang sama. Ada produk yang mampu menutupi area luas hanya dengan sedikit cat, tetapi ada juga yang membutuhkan lapisan lebih banyak.
Biasanya informasi daya sebar tercantum pada kemasan. Rata rata satu galon cat dapat menutupi sekitar 20 sampai 35 meter persegi tergantung jenis dan kualitasnya.
Jika dinding rumah memiliki tekstur kasar, kebutuhan cat umumnya lebih banyak dibandingkan dinding halus. Dalam kondisi seperti ini, disarankan menambah sekitar 20% dari total kebutuhan cat.
Tentukan apakah perlu satu atau dua lapisan
Jumlah lapisan cat sangat memengaruhi total pembelian. Jika Anda ingin mengganti warna gelap menjadi warna terang, biasanya dibutuhkan dua lapisan agar hasil lebih rata.
Namun jika warna baru masih mirip dengan warna lama dan kondisi dinding masih bagus, satu lapisan cat berkualitas sering kali sudah cukup.
Untuk menghemat biaya, banyak ahli renovasi menyarankan penggunaan primer atau cat dasar terlebih dahulu. Primer membantu warna lebih mudah menempel sehingga hasil pengecatan terlihat lebih merata.
Baca Juga: 7 Ide Menata Loteng Sempit biar Terlihat Mewah dan Nyaman di Rumah Modern
Tips membeli cat agar lebih hemat
1. Pilih ukuran cat sesuai kebutuhan
Jika kebutuhan cat cukup banyak, membeli kemasan besar biasanya lebih ekonomis dibanding membeli beberapa kemasan kecil.
2. Sisakan sedikit cat cadangan
Simpan sekitar 10% tambahan cat untuk kebutuhan perbaikan di kemudian hari. Cara ini berguna jika ada dinding yang lecet atau kotor.
3. Coba sampel warna terlebih dahulu
Warna cat sering terlihat berbeda saat terkena pencahayaan ruangan. Karena itu, penting mencoba sampel warna sebelum membeli dalam jumlah besar.
4. Perhatikan jenis finishing cat
Finishing matte cocok untuk tampilan elegan dan lembut. Sementara semi gloss lebih mudah dibersihkan sehingga cocok digunakan di dapur atau kamar mandi.
Kesalahan yang sering membuat cat jadi boros
Masih banyak orang yang melakukan kesalahan sederhana saat mengecat rumah. Beberapa di antaranya adalah tidak mengukur dinding dengan benar, lupa menghitung pintu dan jendela, serta mengabaikan tekstur dinding.
Selain itu, membeli cat tanpa memperhatikan daya sebar juga sering membuat pengeluaran membengkak. Karena itu, penting melakukan perencanaan sejak awal agar renovasi rumah berjalan lebih efisien.
Menghitung kebutuhan cat rumah bukan hanya soal menghemat uang, tetapi juga membuat proses renovasi lebih praktis dan terencana. Mengetahui luas dinding, memperhitungkan jumlah lapisan, serta memahami jenis cat yang digunakan, Anda bisa mendapatkan hasil pengecatan yang lebih rapi tanpa pemborosan.
Langkah sederhana ini juga membantu menghindari sisa cat berlebihan yang akhirnya tidak terpakai. Jadi sebelum mulai mengecat rumah, pastikan Anda sudah menghitung kebutuhan cat secara tepat agar hasil akhir lebih maksimal dan sesuai harapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News