M O M S M O N E Y I D
Bugar

Mengenal Manfaat Ubi Jalar untuk Diabetes yang Jarang Diketahui

Mengenal Manfaat Ubi Jalar untuk Diabetes yang Jarang Diketahui
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ubi jalar sering dianggap sebagai makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes karena kandungan karbohidratnya yang tinggi serta rasanya yang manis. Namun, ternyata ubi jalar justru memiliki berbagai manfaat untuk pengelolaan diabetes. Merangkum dari laman Dokter Sehat dan Hello Sehat, di bawah ini adalah beberapa manfaat ubi jalar untuk diabetes yang jarang diketahui.

1. Sumber serat yang baik

Ubi jalar merupakan sumber serat yang baik, terutama jika dikonsumsi dengan kulitnya. Serat dapat membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang tiba-tiba. Selain itu, serat juga memberikan rasa kenyang lebih lama, yang dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah kelebihan berat badan, faktor risiko utama diabetes.

Baca Juga: Benarkah Nasi Putih Bisa Sebabkan Diabetes? Ini Kata Studi

2. Indeks glikemik yang rendah

Salah satu manfaat utama ubi jalar bagi penderita diabetes adalah indeks glikemik (IG) yang relatif rendah dibandingkan dengan makanan berkarbohidrat tinggi lainnya. Indeks glikemik adalah ukuran yang menunjukkan seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah. Ubi jalar memiliki IG yang lebih rendah, yang berarti dapat membantu menjaga stabilitas gula darah.

3. Meningkatkan sensitivitas insulin

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ubi jalar dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, yang merupakan aspek penting dalam pengelolaan diabetes. Sensitivitas insulin yang baik memungkinkan tubuh menggunakan insulin secara efektif, sehingga membantu mengatur kadar gula darah.

Baca Juga: Bukan Beras Putih, Ini Pilihan Beras yang Ramah untuk Penderita Diabetes

4. Kaya antioksidan

Ubi jalar kaya akan antioksidan, terutama beta-karoten, yang memberikan warna oranye pada ubi jalar. Antioksidan dapat membantu melawan stres oksidatif yang sering dikaitkan dengan diabetes. Stres oksidatif dapat merusak sel-sel dalam tubuh dan memperburuk komplikasi diabetes. Dengan mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti ubi jalar, risiko kerusakan sel dapat berkurang.

5. Sumber vitamin dan mineral

Ubi jalar merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik, termasuk vitamin A, C, dan potasium. Vitamin dan mineral ini penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk fungsi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan jantung. Penderita diabetes sering berisiko tinggi mengalami komplikasi kesehatan lain, sehingga asupan nutrisi yang memadai sangat penting.

Baca Juga: 7 Obat Penurun Gula Darah Alami yang Bisa Anda Coba

6. Menurunkan nilai HbA1C

Selain itu, sebuah penelitian dari American Diabetes Association menunjukkan bahwa ekstrak caiapo dari ubi Jepang berpotensi mengurangi kadar gula darah puasa dan memperbaiki nilai hemoglobin A1C (HbA1C).

Hasil serupa juga ditemukan dalam beberapa penelitian yang dirangkum dalam Cochrane Database of Systematic Reviews. Dimana pasien diabetes yang secara rutin mengonsumsi ubi jalar menunjukkan penurunan nilai HbA1C.

Cara Mengonsumsi Ubi Jalar untuk Diabetes

Untuk memanfaatkan manfaat ubi jalar bagi diabetes, sebaiknya konsumsi ubi jalar dengan cara yang sehat. Hindari menggoreng ubi jalar, karena ini dapat menambah kandungan kalori dan lemak. Sebagai gantinya, cobalah mengukus, memanggang, atau merebus ubi jalar. Juga, perhatikan porsi yang dikonsumsi untuk mengontrol asupan karbohidrat.

Baca Juga: Cegah Banyak Penyakit Kronis, Intip Manfaat Langsat untuk Kesehatan yuk!

Demikianlah pembahasan manfaat ubi jalar untuk diabetes yang jarang diketahui. Dengan indeks glikemik yang rendah, kandungan serat yang tinggi, serta kaya akan antioksidan dan nutrisi lainnya, ubi jalar dapat menjadi tambahan yang baik untuk diet penderita diabetes.

Namun, penting untuk mengonsumsi ubi jalar dengan cara yang sehat dan memperhatikan porsi untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian  

11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami

Yuk, ketahui beberapa obat herbal agar gula darah tinggi turun secara alami berikut ini! Ada apa saja?