MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa makanan olahan susu yang mengandung probiotik lebih banyak daripada yogurt. Coba, yuk!
Yogurt sering menjadi pilihan utama ketika membahas makanan kaya probiotik. Makanan olahan susu ini memang mengandung bakteri baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, mendukung sistem pencernaan, dan berkontribusi pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Namun, yogurt bukan satu-satunya sumber probiotik dari kelompok olahan susu. Beberapa produk susu fermentasi bahkan dapat mengandung jenis dan jumlah probiotik yang lebih beragam dibandingkan yogurt biasa. Hal ini terjadi karena proses fermentasi yang berbeda, penggunaan kultur bakteri tertentu, serta waktu fermentasi yang lebih lama.
Baca Juga: 10 Daftar Makanan Kaya Probiotik yang Bagus untuk Kesehatan Usus
Melansir dari Health, berikut beberapa makanan olahan susu yang mengandung probiotik lebih banyak daripada yogurt:
1. Kefir
Kefir adalah minuman fermentasi yang dibuat dari susu dan kultur bakteri serta ragi yang disebut biji kefir. Rasanya sedikit asam dan segar, mirip yogurt cair.
Minuman ini kaya protein, kalsium, vitamin A, vitamin B12, dan probiotik. Dalam 1 cangkir kefir, jumlah probiotiknya dapat mencapai hingga 30 miliar CFU (Colony Forming Units), lebih tinggi dibandingkan sebagian besar yogurt.
Kefir mengandung beragam jenis bakteri baik, seperti Lactobacillus, Lactococcus, dan Streptococcus. Anda bisa menikmatinya langsung, dicampurkan ke smoothie, atau ditambahkan ke sereal saat sarapan.
2. Keju Cottage dengan Kultur Hidup
Keju cottage adalah keju segar yang dibuat dari susu sapi. Tidak semua keju cottage mengandung probiotik, sehingga penting untuk memilih produk yang mencantumkan “live and active cultures” atau kultur hidup aktif pada kemasannya.
Selain kaya probiotik, keju cottage juga mengandung protein tinggi, kalsium, selenium, dan vitamin B12. Dalam beberapa produk, kandungan probiotiknya bisa mencapai miliaran CFU per cangkir.
Keju cottage cocok dijadikan camilan sehat, dicampur buah segar, atau digunakan sebagai pelengkap roti panggang.
3. Krim Asam dengan Kultur Hidup
Krim asam atau sour cream dibuat melalui proses fermentasi krim susu menggunakan bakteri baik. Produk ini memiliki tekstur lembut dan rasa sedikit asam.
Jika mengandung kultur hidup aktif, krim asam dapat menyediakan lebih dari 20 miliar CFU probiotik per cangkir. Angka ini menjadikannya salah satu produk susu fermentasi dengan kandungan probiotik yang cukup tinggi.
Selain probiotik, krim asam juga mengandung vitamin A dan kalsium. Produk ini bisa digunakan sebagai saus, campuran salad, atau pelengkap berbagai hidangan.
Baca Juga: 9 Minuman Probiotik yang Bagus untuk Kesehatan Usus
4. Yakult
Yakult adalah minuman probiotik asal Jepang yang sudah populer di berbagai negara. Minuman ini dibuat dari susu skim yang difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus casei Shirota.
Setiap botol kecil Yakult berisi lebih dari 10 miliar bakteri baik. Jumlah ini cukup tinggi mengingat ukuran porsinya relatif kecil.
Bakteri yang terdapat dalam Yakult diketahui dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, mendukung daya tahan tubuh, dan membantu mengurangi masalah seperti sembelit. Yakult bisa diminum langsung atau dicampurkan ke dalam smoothie dan minuman buah.
5. Labneh
Labneh adalah produk susu fermentasi yang populer di Timur Tengah. Labneh dibuat dengan menyaring yogurt sehingga teksturnya menjadi lebih kental dan creamy.
Karena proses penyaringannya, beberapa jenis labneh dapat mengandung jumlah probiotik yang lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa. Rasanya sedikit asam dengan tekstur menyerupai krim keju.
Labneh dapat digunakan sebagai olesan roti, saus cocolan untuk sayuran, pelengkap roti pita, atau campuran berbagai hidangan gurih.
6. Buttermilk Kultur
Buttermilk kultur merupakan susu yang difermentasi menggunakan bakteri asam laktat. Minuman ini memiliki rasa asam yang khas dan tekstur sedikit lebih kental dibandingkan susu biasa.
Selain mengandung protein, kalsium, dan vitamin B, buttermilk juga menyediakan sekitar 2,5 miliar CFU probiotik per cangkir.
Buttermilk bisa diminum langsung, digunakan sebagai bahan adonan pancake dan muffin, atau dijadikan dasar saus dan dressing salad.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan Kaya Probiotik untuk Menjaga Kesehatan Usus Anda
7. Skyr
Skyr adalah produk susu fermentasi tradisional dari Islandia yang terbuat dari susu skim. Sekilas tampilannya mirip yogurt Yunani, tetapi teksturnya lebih padat dan kandungan proteinnya lebih tinggi.
Skyr mengandung berbagai bakteri baik dari kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium. Banyak produk skyr menyediakan miliaran CFU probiotik dalam setiap cangkirnya.
Selain baik untuk kesehatan usus, skyr juga menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin meningkatkan asupan protein. Skyr dapat dinikmati dengan buah beri, kacang-kacangan, madu, atau digunakan sebagai bahan campuran sup dan saus.
Itulah beberapa makanan olahan susu yang mengandung probiotik lebih banyak daripada yogurt. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News