MOMSMONEY.ID - Menjaga kesehatan bukan hanya soal menghindari penyakit saat usia bertambah. Kebiasaan yang dibangun sejak muda ikut menentukan kondisi tubuh dan kebutuhan biaya kesehatan di masa depan.
Memasuki usia produktif, banyak orang masih merasa memiliki waktu panjang untuk memikirkan kesehatan. Pola makan, aktivitas fisik, hingga kebiasaan sehari-hari sering kali baru menjadi perhatian ketika mulai muncul keluhan.
Padahal, meningkatnya usia harapan hidup juga perlu diikuti dengan kondisi kesehatan yang baik. Tanpa persiapan sejak dini, masa tua yang lebih panjang dapat dibarengi dengan kebutuhan perawatan kesehatan yang semakin besar.
Karena itu, kesehatan perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kebutuhan ketika seseorang sudah jatuh sakit.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam riset DBS Foundation mengenai kesiapan Indonesia menghadapi populasi yang menua. Pembahasan tersebut menyoroti pentingnya mempersiapkan kesehatan sejak usia muda, termasuk melalui literasi kesehatan.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan, persiapan kesehatan perlu dilakukan sejak awal kehidupan.
“Sehat itu yang paling penting. Dan itu harus kita buat dari awal. Itu investasi dari awal,” ujar Woro dalam acara DBS Foundation di Jakarta, Kamis (17/9).
Baca Juga: Tak Cuma Menabung, Begini Cara Menyiapkan Keuangan untuk Masa Pensiun
Menurut Woro, persiapan tersebut tidak bisa hanya dilakukan ketika seseorang sudah memasuki usia lanjut. Pendekatan kesehatan perlu berjalan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari masa kehamilan dan 1.000 hari pertama kehidupan, masa sekolah, usia produktif, berkeluarga hingga memasuki usia lanjut.
Dengan pendekatan tersebut, kesehatan tidak berdiri sendiri. Pendidikan, pekerjaan, kondisi ekonomi hingga perlindungan sosial juga menjadi bagian yang saling berkaitan.
“Jadi kita harus melihat dari life cycle approach. Dari mulai ibu hamil, 1.000 hari pertama kehidupan, kemudian sekolah, kemudian produktif, kemudian berkeluarga, sampai nanti lansia,” katanya.
Mengapa kesehatan perlu disiapkan sejak muda?
Aktris sekaligus Founder Cinta Laura Foundation Cinta Laura Kiehl menyoroti kebiasaan hidup masyarakat yang menurutnya perlu mendapat perhatian sejak usia muda.
Cinta melihat, semakin banyak orang yang masih berada pada usia relatif muda sudah menghadapi masalah kesehatan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
“Satu dari sepuluh orang sudah mengalami diabetes. Buat aku itu adalah fakta yang luar biasa menakutkan dan mengejutkan, karena enggak seharusnya orang-orang di usia segitu sudah mengalami berbagai penyakit,” ujar Cinta dalam kesempatan yang sama.
Menurut Cinta, persoalan kesehatan juga berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Pola makan yang kurang baik dan minimnya aktivitas fisik dapat menjadi persoalan ketika kebiasaan tersebut terus berlangsung hingga usia lebih tua.
“Jangan sampai kita merasa, oh masih muda, ya benar, setelah makan yang sampah, gak usah bergerak, tapi saat masa tua kita memiliki expense kesehatan yang sangat tinggi yang kita tidak bisa bayar,” katanya.
Baca Juga: Kenali 4 Efek Samping Madu bagi Penderita Asam Lambung dan Aturan Minumnya, yuk
Karena itu, menurut Cinta, menjaga kesehatan sejak muda juga menjadi bagian dari upaya menghindari beban kesehatan yang lebih besar pada masa mendatang.
Literasi juga menjadi bagian penting
Selain membangun kebiasaan hidup sehat, literasi menjadi bagian lain yang tidak kalah penting.
Head of Group Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan masyarakat perlu memiliki pemahaman yang cukup mengenai kesehatan sekaligus aspek lain yang berkaitan dengan kehidupan di masa depan.
“Kesehatan adalah yang paling utama, tapi sebelum kita memasuki masa kesehatan itu mengganggu, yang paling penting yang harus sebenarnya ditangani adalah literasinya sendiri, baik literasi kesehatan, literasi keuangan, literasi ekonomi, dan segala macam,” ujar Mona.
Artinya, persiapan menghadapi usia lanjut tidak seharusnya baru dimulai ketika seseorang sudah memasuki masa pensiun.
Pengetahuan mengenai kesehatan, kemampuan mengelola keuangan, serta pemahaman mengenai kebutuhan pada setiap fase kehidupan dapat menjadi bekal untuk menghadapi perubahan tersebut.
Woro menambahkan, pemerintah juga menjalankan berbagai upaya promotif, preventif dan kuratif di bidang kesehatan. Perlindungan sosial juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi siklus kehidupan, termasuk ketika masyarakat memasuki usia lanjut.
Namun, persiapan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pendidikan, kesehatan, dunia kerja, sektor ekonomi dan perlindungan sosial perlu berjalan bersama agar bertambahnya usia harapan hidup dapat diikuti dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Bagi masyarakat, persiapannya dapat dimulai dari hal sederhana: membangun kebiasaan hidup sehat, memahami kebutuhan kesehatan pribadi, dan terus meningkatkan literasi sejak masih muda.
Dengan begitu, kesehatan tidak hanya dipikirkan ketika masalah muncul, tetapi sudah menjadi bagian dari persiapan menjalani kehidupan dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News