MOMSMONEY.ID - Ponsel hilang bisa membuka risiko keuangan. Simak cara amankan rekening, akun digital, dan anggaran rumah tangga dengan cepat.
Bayangkan ponsel tiba-tiba hilang ketika hampir seluruh urusan keuangan keluarga tersimpan di dalamnya. Rekening, dompet digital, email, hingga akun belanja bisa ikut berisiko jika perangkat tidak segera diamankan.
Kondisi serupa juga dapat terjadi akibat penipuan digital yang membuat uang berpindah sebelum korban menyadari apa yang sedang terjadi.
Melansir dari laman website bi.go.id, masyarakat perlu menjaga kerahasiaan PIN, password, dan OTP serta memeriksa kembali detail transaksi sebelum melakukan pembayaran.
“Keamanan transaksi dimulai dari kewaspadaan pengguna dan kebiasaan melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi atau memindahkan uang,” dikutip dari laman bi.go.id.
Baca Juga: 3 Aturan Keuangan dari Suze Orman Ini Bisa Membantu Mengatur Uang Lebih Bijak
Cara melindungi keuangan sebelum masalah terjadi
Perlindungan sebaiknya dimulai ketika kondisi masih normal. Jangan menunggu ponsel hilang atau muncul transaksi mencurigakan untuk mulai mengamankan akun. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Gunakan kunci layar yang kuat dan biometrik.
- Aktifkan fitur pelacakan perangkat.
- Gunakan password berbeda untuk email, mobile banking, e-wallet, dan marketplace.
- Jangan menyimpan PIN, OTP, password, atau kode pemulihan di ponsel.
- Aktifkan notifikasi setiap transaksi.
- Periksa mutasi rekening secara rutin.
- Tetapkan limit transfer sesuai kebutuhan.
- Unduh aplikasi keuangan hanya dari toko aplikasi resmi.
- Perbarui sistem operasi dan aplikasi.
- Hindari transaksi keuangan melalui Wi-Fi publik.
Hal yang tidak kalah penting, jangan pernah memberikan OTP, PIN, password, atau kode keamanan kepada orang lain, meskipun orang tersebut mengaku berasal dari bank atau penyedia layanan.
Apa yang harus dilakukan ketika HP hilang?
Kehilangan ponsel tidak selalu berarti rekening akan langsung terkuras. Risiko bisa ditekan apabila akses ke perangkat dan akun segera diamankan. Lakukan langkah berikut:
- Kunci perangkat menggunakan fitur pelacakan dari jarak jauh.
- Hubungi operator seluler untuk memblokir SIM.
- Hubungi bank dan penyedia e-wallet melalui kanal resmi.
- Minta pemblokiran sementara layanan yang berisiko.
- Ganti password email terlebih dahulu.
- Ganti password akun perbankan dan layanan digital lainnya.
- Keluar dari sesi perangkat yang hilang.
- Periksa mutasi rekening, kartu, dan e-wallet.
- Simpan bukti jika menemukan transaksi yang tidak dikenal.
- Hapus data perangkat dari jarak jauh jika situasinya mengharuskan.
Email perlu menjadi salah satu prioritas karena akun tersebut kerap digunakan untuk memulihkan akses ke layanan digital lainnya.
Baca Juga: Ide Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga Modal Rp 1 Juta, Cocok untuk Pemula
Jika sudah terkena penipuan, jangan menunda
Situasinya berbeda ketika transaksi mencurigakan sudah terjadi. Dalam kondisi ini, waktu menjadi faktor penting karena semakin lama laporan dibuat, semakin sulit mengamankan transaksi yang sudah berjalan.
Segera hubungi bank atau penyedia pembayaran dan sampaikan bahwa transaksi tersebut tidak dilakukan secara sah.
Siapkan bukti berupa screenshot, waktu transaksi, nominal, rekening tujuan, nomor referensi, percakapan, nomor telepon, atau tautan yang berkaitan dengan kejadian.
Menurut info dari finansial.kontan.co.id, korban juga perlu menyiapkan kronologi dan bukti transaksi ketika melakukan pelaporan.
Untuk penipuan transaksi keuangan, masyarakat dapat menggunakan Indonesia Anti-Scam Centre atau IASC dan tetap membuat laporan kepada kepolisian.
Jangan memberikan uang tambahan kepada pihak yang mengaku bisa mengembalikan dana dengan imbalan biaya tertentu karena korban dapat kembali menjadi sasaran penipuan.
Atur uang agar satu masalah tidak mengganggu semuanya
Keamanan digital juga berkaitan dengan cara keluarga menempatkan uang. Menyimpan seluruh dana pada satu rekening yang terhubung dengan banyak aplikasi dapat membuat dampak sebuah insiden menjadi lebih besar. Pembagian sederhana bisa diterapkan:
- Kebutuhan harian: saldo secukupnya pada rekening transaksi.
- Tabungan utama: rekening berbeda dan tidak terhubung ke banyak layanan.
- Dana darurat: rekening khusus yang tidak digunakan untuk belanja rutin.
- E-wallet: isi sesuai kebutuhan.
- Pembayaran otomatis: periksa rekening terhubung dan limit secara berkala.
Buat juga cadangan anggaran digital untuk kebutuhan sekitar 2 sampai 4 minggu. Dana tersebut dapat digunakan untuk makanan, transportasi, listrik, komunikasi, dan kebutuhan penting apabila rekening utama sementara tidak dapat digunakan.
Baca Juga: Setelah Utang Lunas, Mulailah Cara Membangun Dana Darurat dari Nol
Jangan terburu-buru ketika menerima pesan mencurigakan
Modus penipuan digital sering memanfaatkan rasa panik atau situasi yang membuat seseorang ingin segera mengambil keputusan.
Karena itu, berhenti beberapa detik sebelum membuka tautan atau memindahkan uang dapat menjadi kebiasaan sederhana yang berguna.
Pastikan nama penerima, nominal, dan rekening tujuan sudah sesuai. Waspadai pesan yang meminta OTP, PIN, password, pemasangan aplikasi, atau tindakan segera.
Jika masih ragu, tutup percakapan dan cari nomor layanan resmi secara mandiri melalui situs atau aplikasi penyedia layanan.
Ponsel memang memudahkan berbagai transaksi, tetapi kemudahan tersebut juga membuat keamanan digital menjadi bagian dari pengelolaan keuangan rumah tangga.
Password yang berbeda, limit transaksi, notifikasi, pemisahan rekening, serta kebiasaan melakukan verifikasi dapat membantu membatasi risiko.
Ketika ponsel hilang atau penipuan sudah terjadi, jangan menunggu keadaan memburuk. Amankan perangkat, blokir akses yang berisiko, hubungi penyedia layanan keuangan, simpan bukti, dan segera gunakan kanal pelaporan resmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News