M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Mari Mulai Merencanakan Hilirisasi Produk Kreatif

Mari Mulai Merencanakan Hilirisasi Produk Kreatif
Reporter: Markus Sumartomdjon  |  Editor: Markus Sumartomjon


MOMSMONEY - Pebisnis ekonomi kreatif perlu berinovasi untuk bisa membuat hasil karyanya bernilai tambah. Inovasi bisa dilakukan baik itu lewat teknologi atau desain. 

Untuk itu Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkomitmen  memperkuat ekosistem produk kreatif saat menerima audiensi The Innovators Studio (TIS).

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menyampaikan  pemerintah akan bertindak lebih aktif untuk menemukan dan menghubungkan para pejuang ekonomi kreatif yang memiliki gagasan inovatif dengan ekosistem pendukung. Peran pemerintah tidak hanya terbatas sebagai regulator, melainkan sebagai penghubung yang menjembatani para kreator dengan pemilik sumber daya strategis.

Baca Juga: Industri Kreatif Mulai Perluas Wahana Kekayaan Intelektual

"Tugas kami tentu mencari talenta-talenta yang punya potensi dan melihat apa yang bisa kami kolaborasikan untuk mendukung atau menjadi penghubung maupun penerjemah dari gagasan-gagasan kreatif yang inovatif,” kata Wamen Ekraf Irene dalam keterangan, Kamis (17/9)..

Dalam audiensi tersebut, TIS memaparkan visi, pendekatan, serta portofolio dalam mentransformasi ide menjadi intellectual property (IP) dan produk komersial melalui pendekatan lintas disiplin desain, teknologi, dan storytelling. Beberapa portofolio unggulan TIS mencakup riset penataan kota Neo Sabang serta pengembangan social bracelet berbasis cip NFC.

Baca Juga: Kaya Bahan Baku, Indonesia Punya Modal Kuat Mengembangkan Industri Minuman Kreatif

“Kami melihat sebenarnya orang-orang Indonesia memiliki banyak ide yang menarik. Tantangannya adalah ketika ide tersebut masuk ke tahap prototipe, masih terkendala komponen, peralatan, dan akses teknologi. Akibatnya, dari segi gagasan akhirnya berhenti hanya tahap ide,” ujar Mochamad Fadhil Dewana sebagai Creative and Product Designer TIS.

TIS hadir untuk menjawab keresahan atas banyaknya kreator lokal yang belum memperoleh dukungan yang memadai untuk mengembangkan gagasan menjadi solusi. TIS berkomitmen menjadi wadah pengembangan gagasan lokal agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Maka Kementerian Ekraf dan TIS menjajaki peluang kolaborasi strategis untuk memperluas jejaring inovator, mempermudah akses industri, serta mendorong hilirisasi produk kreatif. Pembahasan juga mencakup potensi sinergi dengan asosiasi industri, komunitas makers, pemasar, investor, hingga pemerintah daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Pasar Modal Bisa Menjadi Salah Satu Alternatif Usaha Menengah Mencari Dana

Kementerian UMKM tengah mengadakan pendampingan bagi usaha kalangan menengah untuk bisa melantai di bursa lewat Rise to IPO. 

Cara Lindungi Keuangan Rumah Tangga dari Penipuan Digital saat HP Hilang

Ponsel hilang bisa membuka risiko keuangan. Simak cara amankan rekening, akun digital, dan anggaran rumah tangga dengan cepat.

Cinta Laura Baca 3 Buku Ini yang Bisa Bantu Membuka Perspektif

Cinta Laura membagikan tiga buku yang dia baca yang bantu melihat pengaruh lingkungan, memahami perilaku manusia, dan memperluas cara pandang.

Bitcoin Solid Meski The Fed Menaikkan Suku Bunga, Ada Apa?

The Fed menaikkan bunga, tetapi Bitcoin justru menguat ke dekat US$ 77.000. Kenaikan bunga The Fed dinilai sudah banyak diantisipasi pasar.

Uang Usaha Sering Terpakai untuk Belanja Rumah? Ini yang Perlu Diubah

Uang hasil jualan kerap ikut dipakai untuk kebutuhan rumah tangga? Ini alasan keuangan usaha dan keluarga perlu dipisahkan.

Masih Muda, Sudah Perlu Pikirkan Dana Pensiun? Begini Cara Memulainya

Menyiapkan dana pensiun tak harus dimulai dengan nominal besar. Kenali kebutuhan dan kondisi keuangan sebelum menentukan langkah.

Mari Mulai Merencanakan Hilirisasi Produk Kreatif

Kementerian Ekonomi Kreatif dan TIS kerjasama membuat program hilirisasi untuk produk-produk kreatif.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (18/9) Hujan Lebat di 4 Daerah Jabodetabek Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Jumat (18/9) waspada hujan lebat di daerah Jabodetabek berikut ini.

Masa Kerja Makin Panjang, Anak Muda Perlu Siapkan 3 Hal Ini

Perubahan dunia kerja membuat anak muda perlu terus belajar. Skill, kemampuan beradaptasi dan rasa ingin tahu menjadi bekal menghadapi masa depan.

Mau Menua dengan Sehat? Mulai Perhatikan Kebiasaan Sehari-hari Ini Sejak Muda

Memasuki usia tua dengan kondisi sehat perlu disiapkan sejak muda. Simak pentingnya kesehatan dan literasi sejak dini.