M O M S M O N E Y I D
AturUang

Tak Cuma Menabung, Begini Cara Menyiapkan Keuangan untuk Masa Pensiun

Tak Cuma Menabung, Begini Cara Menyiapkan Keuangan untuk Masa Pensiun
Reporter: Amandus Rusdianto Tefa  |  Editor: Amandus


MOMSMONEY.ID - Masa pensiun masih terasa jauh bagi banyak anak muda. Namun, semakin panjang usia hidup seseorang membuat persiapan keuangan tidak bisa terus ditunda hingga mendekati usia pensiun.

Bekerja dan memperoleh penghasilan setiap bulan memang menjadi bagian penting dari kehidupan produktif. Persoalannya, tidak semua pekerja memiliki akses atau pola kerja yang sama terhadap program pensiun.

Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika seseorang harus tetap memenuhi kebutuhan hidup setelah tidak lagi memperoleh penghasilan dari pekerjaan utama.

Karena itu, menyiapkan keuangan untuk masa depan sebaiknya tidak menunggu sampai usia mendekati pensiun. Memahami pengeluaran, meningkatkan pendapatan, hingga menambah kemampuan menjadi bagian dari persiapan jangka panjang.

Head of Group Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah struktur pekerjaan masyarakat Indonesia yang masih banyak berada di sektor informal.

“Struktur atau sistem dana pensiun itu masih sangat lengket pada sektor formal,” ujar Mona dalam acara DBS Foundation di Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Mona, lebih dari separuh masyarakat Indonesia bekerja di sektor informal. Kondisi tersebut membuat persiapan dana pensiun menjadi tantangan tersendiri karena sistem pensiun tidak selalu melekat pada pekerjaan informal.

Baca Juga: 7 Tips Keuangan Dave Ramsey untuk Mengatur Keuangan Pribadi Lebih Bijak

Di sisi lain, seseorang tetap membutuhkan sumber dana ketika memasuki masa tidak lagi produktif.

“Pada akhirnya, agar kita bisa menabung untuk masa depan, pertama-tama kita perlu memastikan bahwa kita memiliki uang untuk itu,” katanya.

Artinya, membicarakan dana pensiun juga tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang memperoleh penghasilan selama usia produktif.

Mulai dari memahami pengeluaran

Aktris sekaligus Founder Cinta Laura Foundation Cinta Laura Kiehl menyebutkan, langkah awal dalam mengelola keuangan dapat dimulai dari memahami kondisi finansial pribadi.

“Meski begitu, saya pikir kita harus memulainya dari hal yang paling dasar, yaitu memahami pengeluaran kita, pendapatan kita, dan sebagainya” ujar Cinta dalam acara yang sama 

Dengan mengetahui berapa pemasukan dan pengeluaran, seseorang dapat melihat kemampuan finansial yang dimiliki sebelum menentukan langkah berikutnya.

Pemahaman tersebut juga penting karena kebutuhan seseorang dapat berubah seiring bertambahnya usia. Pengeluaran ketika masih lajang, berkeluarga, memiliki anak, hingga memasuki masa pensiun tentu tidak selalu sama.

Karena itu, perencanaan keuangan perlu dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Cinta juga menyoroti pentingnya memahami investasi. Menurut dia, pengetahuan mengenai investasi dibutuhkan karena biaya hidup dapat meningkat seiring waktu.

Baca Juga: Kemandirian Finansial Bukan Sekadar Pensiun Dini, Ini Cara Memulainya

Selain itu, sumber pendapatan juga tidak harus hanya berasal dari satu pekerjaan.

“Sekarang, tuh, udah banyak yang namanya side hustle. Jadi, one job mungkin belum tentu enough,” katanya.

Jangan hanya mengandalkan satu kemampuan

Persiapan keuangan masa depan juga berkaitan dengan kemampuan seseorang mempertahankan dan meningkatkan penghasilan.

Mona mengatakan anak muda perlu terus mengembangkan kemampuan melalui upskilling dan reskilling. Belajar, memperluas jaringan, serta mencari peluang juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi masa depan.

“Sejak awal kita sudah tahu, oh, kita perlu berusaha mencapai jumlah tersebut. Lalu, bagaimana cara kita mencapai jumlah tersebut? Berarti kita harus rajin, misalnya rajin meningkatkan keterampilan, mempelajari keterampilan baru, terus belajar, dan membangun jaringan,” ujar Mona.

Dengan demikian, menyiapkan pensiun bukan hanya persoalan berapa uang yang harus disimpan. Kemampuan untuk terus menghasilkan pendapatan juga menjadi bagian penting dari perencanaan.

Cinta juga menekankan pentingnya terus menambah wawasan selama berada pada usia produktif.

“Di usia produktif, dari muda, it is very important kita terus-menerus tidak pernah berhenti menambah wawasan,” katanya.

Baca Juga: 4 Alasan Membeli Rumah Saat Pensiun Perlu Dipikirkan Kembali di Hari Tua

Sementara itu, Woro menuturkan, pemerintah memiliki berbagai program perlindungan sosial yang mencakup masyarakat sepanjang siklus kehidupan, termasuk perlindungan pada masa tua.

Namun, pekerja informal masih menjadi salah satu tantangan karena keberlanjutan pendapatan ketika memasuki masa pensiun perlu mendapat perhatian.

Bisa mulai dari sekarang

Persiapan masa pensiun pada akhirnya tidak harus menunggu seseorang memiliki penghasilan besar.

Langkah awal dapat dilakukan dengan memahami pemasukan dan pengeluaran, membangun kebiasaan menyisihkan dana, meningkatkan kemampuan untuk menjaga peluang pendapatan, serta mempelajari instrumen keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Mona juga menyebut DBS baru-baru ini meluncurkan Pension Goal Calculator yang dapat membantu pengguna memperkirakan kebutuhan dana berdasarkan gaya hidup yang diinginkan saat pensiun.

Melalui perencanaan tersebut, kebutuhan masa depan dapat mulai dihitung sejak usia produktif sehingga seseorang memiliki gambaran mengenai target yang perlu dipersiapkan.

Semakin awal seseorang memahami kebutuhan tersebut, semakin panjang pula waktu yang tersedia untuk menyesuaikan strategi keuangannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hujan Lebat Terjadi di 14 Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (10/10)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu 10 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Ada Tiket Green Travel Fair di Langkah Membumi Market 2026, Cek Promo dari Tiket.com

Hadir di Langkah Membumi Market 2026, tiket.com menawarkan promo akomodasi dan penerbangan untuk mendorong perjalanan yang lebih ramah lingkungan.

Tips biar Tidak Makan Tabungan untuk Kebutuhan Sehari-hari

Kini marak terdengar istilah mantab alias makan tabungan. Ini kondisi di mana saldo tabungan terus terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Big Bad Wolf Gandeng Toko Buku Inggris, Sasar Pencinta Buku Koleksi

Menggandeng toko buku independen asal Inggris, Big Bad Wolf ingin memperkenalkan ragam buku koleksi kepada pembaca Indonesia.

Mengenal Keberagaman dan Kekayaan Wine Australia Lewat Pameran Ini, Catat Tanggalnya

Produsen dan pembuat wine Australia hadir di enam kota di Asia Tenggara termasuk di Jakarta untuk mengajak menjelajahi berbagai jenis wine.

Promo 10.10 Alfamart 10 Oktober 2026, Beli 1 Gratis 1 Ovaltine hingga Blue Band

Manfaatkan promo 10.10 Alfamart periode 10 Oktober 2026 untuk belanja lebih untung di momen tanggal kembar kali ini.

Mitos atau Fakta: Benarkah Ada Efek setelah Donor Darah yang Bikin Gemuk?

Sering khawatir berat badan naik usai donor darah? Ketahui fakta medis sebenarnya tentang efek setelah donor darah dan pengaruhnya pada tubuh.

Nyesel Baru Tahu! Ini 7 Minuman Penurun Kolesterol Alami yang Nikmat

Kolesterol tinggi bisa turun tanpa obat kimia. Yuk, intip deretan minuman penurun kolesterol yang segar, lezat, dan terbukti berkhasiat.

Meningkat, Ini Dampak Maybank Marathon 2026 bagi Ekonomi dan UMKM Bali

Maybank Marathon 2026 genjot omzet usaha lokal Bali. Multiplier effect penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 meningkat 34,6% dari tahun lalu.

Lebih dari Sekadar Lezat, Kenali 5 Manfaat Rebung Bambu untuk Diet Sehat Anda yuk

Tak hanya nikmat, ketahui berbagai manfaat rebung bambu sebagai prebiotik alami dengan kalori rendah yang menjaga kesehatan usus dan diet Anda.