MOMSMONEY.ID - Hiperurisemia adalah istilah medis untuk kondisi seseorang yang memiliki kadar asam urat tinggi. Asam urat adalah produk limbah yang dihasilkan ketika tubuh memecah zat kimia yang disebut purin dalam makanan dan minuman.
Sebagian besar asam urat larut dalam darah, melewati ginjal dan keluar dari tubuh melalui urin. Darragh O'Carroll, dokter umum, mengatakan, hiperurisemia terjadi jika terlalu banyak asam urat tetap berada di dalam tubuh.
Dilansir dari Healthline.com, hiperurisemia menyebabkan asam urat menggumpal menjadi kristal tajam. Kristal-kristal ini dapat mengendap di persendian dan menyebabkan radang sendi yang menyakitkan.
Kristal-kristal ini juga dapat menumpuk di ginjal dan membentuk batu ginjal.
Baca Juga: Ancaman Gagal Ginjal Mengintai Akibat Penumpukan Asam Urat
Bagaimana hiperurisemia memengaruhi tubuh?
Awalnya mungkin tanpa gejala. Namun seiring waktu, penumpukan asam urat dalam darah dapat menyebabkan berbagai gejala dan dapat menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh.
Kadar asam urat tinggi yang tidak diobati pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tulang, sendi, tendon dan ligamen. Ada hubungan antara kadar asam urat tinggi dengan kondisi kesehatan lain seperti penyakit ginjal, jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit hati berlemak dan sindrom metabolik.
Apa saja gejala hiperurisemia?
Hiperurisemia biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala serangan asam urat meliputi:
- Rasa sakit yang hebat
- Perubahan warna atau kemerahan
- Kekakuan
- Pembengkakan
- Kemerahan
- Demam atau menggigil
Jika mengalami gejala tersebut, batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi purin meliputi:
- Daging merah
- Jeroan seperti hati
- Seafood, terutama salmon, udang, lobster, dan sarden
- Makanan dan minuman yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa.
- Alkohol
- Obat diuretik dan imunosupresan
Baca Juga: Bahaya Konsumsi Jeroan & Seafood: Makanan Ini Diam-diam Picu Lonjakan Asam Urat
Faktor risiko kadar asam urat tinggi
Hiperurisemia dapat menyerang siapa saja. Beberapa kelompok orang lebih mungkin mengembangkan hiperurisemia, seperti jenis kelamin pria, mengalami obesitas, sering mengonsumsi alkohol dan mengonsumsi makanan yang kaya purin setiap hari.
Memiliki anggota keluarga yang menderita hiperurisemia dan mengalami hipotiroidisme juga meningkatkan risikonya.
Bagaimana cara mengobati asam urat tinggi?
Penyedia layanan kesehatan akan mendiagnosis hiperurisemia dengan tes darah untuk mengukur kadar asam urat dalam darah. Dokter juga akan menyarankan pasien untuk melakukan ultrasonografi, CT-scan, rongent dan tes darah.
Jenis obat yang dibutuhkan bergantung pada seberapa tinggi kadar asam urat. Penyakit asam urat biasanya diobati dengan kombinasi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Anda mungkin memerlukan kolkisin atau kortikosteroid untuk menurunkan asam urat.
Sekian penjelasan mengenai gejala, faktor risiko dan cara mengobati asam urat tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News