M O M S M O N E Y I D
Bugar

Bukan Sekadar Lemak, Fatty Liver Ancam Jantung dan Ginjal Sekaligus

Bukan Sekadar Lemak, Fatty Liver Ancam Jantung dan Ginjal Sekaligus
Reporter: Muhammad Fatih  |  Editor: Muhammad Al Fatih


MOMSMONEY.ID - Para dokter spesialis mengingatkan, fatty liver atau perlemakan hati bukan kondisi ringan yang bisa diabaikan, melainkan penyakit metabolik serius yang bisa memicu kerusakan organ ganda secara bersamaan, mulai dari jantung, ginjal, hingga pankreas.

Peringatan ini disampaikan dalam acara media briefing Global Fatty Liver Day yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6).

Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH dari FKUI/RSCM menjelaskan, istilah penyakit ini kini telah berkembang menjadi MASLD (Metabolic dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease).

Ini menggantikan istilah lama non-alcoholic fatty liver disease untuk mencerminkan akar penyebab yang sesungguhnya, yaitu gangguan metabolisme.

Baca Juga: Diet Rendah Lemak: Kunci Mencegah Asam Urat, Bukan Hanya Obat!

Penumpukan lemak di sel hati terjadi akibat resistensi insulin dan kondisi metabolik seperti obesitas, diabetes, serta hipertensi, yang bila dibiarkan dapat berkembang menjadi sirosis hingga gagal hati.

"Gangguan metabolik ini sangat erat kaitannya dengan gangguan di hati, sehingga perbaikannya harus dilihat secara keseluruhan, bukan satu per satu," jelas Prof. Rino.

Dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD dari FKUI/RSCM, menambahkan, penumpukan lemak tubuh yang berlangsung bertahun-tahun adalah pemicu utama.

Lemak yang tidak tertampung di bawah kulit akan berpindah dan tersimpan di organ vital seperti hati dan pankreas.

Proses penurunan berat badan pun tidak semudah yang dibayangkan, karena hormon lapar dalam tubuh cenderung menarik berat badan kembali naik, fenomena yang dikenal sebagai yo-yo effect.

"Terapi perubahan pola hidup itu harus dikombinasi dengan pengobatan, karena mekanisme fisiologis hormon lapar akan bekerja mempertahankan kondisi sebelumnya," ujar dr. Dicky.

Baca Juga: Rahasia Perut Rata Pakai 8 Cara Ampuh Menghilangkan Lemak Tanpa Diet Ketat Ini

Oleh karena itu, penanganan fatty liver dan obesitas memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan modifikasi gaya hidup, terapi farmakologis seperti agonis reseptor GLP-1, hingga intervensi bariatrik jika diperlukan.

Dr. Riyanny Meisha Tarliman dari Novo Nordisk Indonesia menyebutkan, perusahaannya telah berkontribusi selama lebih dari 20 tahun dalam penanganan diabetes dan kini memperluas fokus ke pengelolaan obesitas sebagai penyakit kronis.

Masyarakat yang ingin mengetahui status berat badan dan risiko metaboliknya dapat mengakses platform digital novocare.id untuk pengecekan IMT serta pencarian dokter terdekat yang berbasis bukti ilmiah.

Kesadaran publik yang lebih luas dinilai menjadi kunci utama untuk menekan laju komplikasi metabolik di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kesetaraan Gender di Dunia Kerja Tidak Lagi Sebatas Persoalan Representasi Perempuan

Kesetaraan gender di dunia kerja tidak lagi sebatas persoalan representasi perempuan, tapi juga pengembangan SDM, inovasi, hingga saing bisnis.

Cegah Sebelum Telat! Ini 5 Cara Mencegah Pradiabetes Biar Enggak Jadi Diabetes

Ingin tahu cara mencegah pradiabetes agar tidak memburuk? Cukup kurangi gula tambahan, olahraga secara rutin, dan pantau kesehatan Anda.

Awas Usia Muda! Kanker Ovarium Disebabkan oleh 7 Hal Ini Termasuk Riwayat Menstruasi

Jangan abaikan kesehatan organ reproduksi Anda karena kanker ovarium bisa menyerang usia muda. Mulai dari riwayat keluarga hingga menstruasi.

4 Kesalahan Makeup Bold yang Bikin Wajah Terlihat Tua, Pemula Wajib Tahu

Makeup bold sering kali menjadi pilihan favorit. Ini 4 kesalahan makeup bold yang bikin wajah terlihat tua yang wajib Anda hindari.

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.

Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud

Data Airbnb yang menunjukkan, nature dan outdoor menjadi kategori Experience paling populer di Bali.  

Cerah di Semua Wilayah, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (22/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah pada Kamis (22/10). Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Yogyakarta.  

Ebola Bundibugyo Menyebar di 5 Negara, Afrika dalam Tingkat Kesiapsiagaan Tinggi

Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.