MOMSMONEY.ID - Kemudahan transaksi digital membuat generasi muda semakin mudah memenuhi berbagai kebutuhan. Namun, kemudahan tersebut juga bisa menjadi tantangan jika tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan.
Direktur Finance & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Achmad Royadi mengatakan, generasi muda perlu dibekali literasi keuangan sejak dini. Hal ini penting agar mereka tidak hanya mampu menghasilkan uang, tetapi juga bijak dalam mengelolanya.
Menurut dia, literasi keuangan bahkan sebaiknya dikenalkan sebelum seseorang memiliki penghasilan sendiri.
“Ketika mulai bekerja dan memperoleh penghasilan, mereka sudah memahami bagaimana mengalokasikannya, mulai dari kebutuhan, dana darurat, tabungan dan investasi, hingga lifestyle,” ujar Achmad, akhir pekan.
Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa mulai diterapkan adalah menyisihkan uang di awal menerima penghasilan. Dengan begitu, menabung dan menyiapkan dana darurat tidak bergantung pada sisa uang di akhir bulan.
Achmad menyebut setidaknya ada tiga bekal penting yang perlu dibangun generasi muda, yakni financial discipline, financial knowledge, dan financial growth mindset.
Baca Juga: 10 Solusi Keuangan Mendadak Tanpa Pinjol, Bisa Dicoba Saat Butuh Dana
Financial discipline berkaitan dengan kemampuan mengatur pengeluaran dan menyisihkan penghasilan. Sementara itu, financial knowledge mencakup pemahaman tentang tabungan, investasi, proteksi, hingga kredit, termasuk manfaat dan risikonya.
Adapun financial growth mindset berarti memiliki pola pikir untuk tidak hanya mengejar penghasilan saat ini, tetapi juga mengelolanya agar bisa berkembang dan membangun aset untuk masa depan.
Semakin dini kebiasaan menabung dan berinvestasi dibangun, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mengembangkan aset. Salah satu manfaatnya adalah efek compounding atau pertumbuhan hasil investasi yang dapat menghasilkan tambahan keuntungan dari waktu ke waktu.
“Tidak perlu menunggu semuanya sempurna atau memiliki penghasilan besar untuk mulai mengelola keuangan dan berinvestasi. Semakin awal kita memulai, semakin panjang pula kesempatan untuk membangun aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding,” kata Achmad.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatur keuangan, bukan sekadar mempermudah belanja. BRI, misalnya, mengembangkan BRImo yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial dalam satu aplikasi.
“Teknologi jangan hanya dimanfaatkan untuk mempermudah spending. Gunakan kemudahan digital untuk membantu kita lebih disiplin dalam mengatur keuangan, menabung, berinvestasi, serta mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan,” lanjutnya.
Generasi muda juga perlu waspada terhadap risiko penipuan keuangan atau financial scam yang semakin beragam. Achmad mengingatkan, masyarakat untuk menerapkan prinsip “Stop, Check, Verify” sebelum mengambil keputusan terkait transaksi keuangan.
Stop berarti tidak terburu-buru ketika mendapat pesan yang membuat panik atau tergiur. Check dilakukan dengan memeriksa rekening dan transaksi melalui aplikasi resmi. Sedangkan Verify berarti melakukan konfirmasi melalui kanal resmi bank jika masih terdapat keraguan.
“Dalam menghadapi financial scam, semakin kita didesak untuk cepat mengambil keputusan, justru semakin kita perlu berhati-hati,” pungkas Achmad.
Baca Juga: Gaji Rp5 Juta Sebulan, Begini Cara Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News