MOMSMONEY.ID - Belajar di sekolah atau perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menyiapkan masa depan.
Namun, ketika masuk ke dunia kerja, anak muda juga perlu memiliki keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Karena itu, hubungan antara lembaga pendidikan dan dunia kerja menjadi salah satu hal yang semakin penting.
Pendidikan dapat menjadi tempat untuk membangun kompetensi, sementara pelatihan membantu seseorang lebih siap menerapkan kemampuan tersebut di dunia kerja.
Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam forum yang digelar Binawan Group.
Vice President Binawan Inti Utama Adrie Nelwan mengatakan, keterhubungan antara pendidikan, industri, pemerintah dan masyarakat dapat membuka jalur yang lebih kuat bagi talenta Indonesia.
"Kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk menghadapi tantangan masa depan," kata Adrie dalam keterangan resmi Sabtu (26/9)
"Ketika pendidikan, industri, pemerintah, dan berbagai elemen dalam masyarakat dapat terhubung dalam satu ekosistem, kita tidak hanya menciptakan peluang, tetapi juga membangun jalur yang lebih kuat bagi talenta Indonesia untuk berkembang dan berkontribusi di tingkat global," ujarnya.
Baca Juga: Studi FedEx-JA: Anak Muda Indonesia Percaya Diri, tapi Butuh Pengalaman Kerja Nyata
Pengalaman belajar dan bekerja di lingkungan internasional juga dapat menjadi bagian dari proses tersebut.
Mantan diaspora Indonesia di Korea Selatan, Slamet Priyono, mengatakan pengalaman di luar negeri dapat memberikan perspektif baru sekaligus menjadi bekal untuk berkontribusi ketika kembali ke Indonesia.
"Pengalaman berada di luar negeri membuka perspektif bahwa kesempatan dan kemampuan harus berjalan beriringan. Kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berkembang di lingkungan global dapat menjadi bekal yang sangat berarti ketika dibawa kembali untuk memberikan kontribusi di Indonesia," ujar Slamet.
Menurut Slamet, akses terhadap kesempatan belajar, bekerja, dan berkembang di lingkungan global perlu terus diperluas bagi talenta Indonesia.
Dari sisi dunia usaha, Chief Marketing Officer Binawan Group Kristin Tan mengatakan pengembangan talenta juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri dan lembaga pelatihan.
"Setiap pencapaian besar selalu lahir dari banyak tangan yang bekerja sama. Perjalanan 50 tahun Binawan adalah kisah kolaborasi antara mitra pemerintah, industri, lembaga pelatihan, serta rekan-rekan media,"
"Ke depan, kami ingin memperluas kolaborasi tersebut agar semakin banyak pihak dapat ikut menciptakan impact bagi Indonesia," ujar Kristin.
Dengan begitu, persiapan menuju dunia kerja tidak hanya berbicara soal pendidikan formal. Keterampilan, pelatihan dan pengalaman juga menjadi bagian dari proses membangun kompetensi agar talenta Indonesia memiliki kesempatan berkembang, termasuk di lingkungan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News