MOMSMONEY.ID - Gaji Rp5 juta tetap bisa dikelola dengan sehat lewat prioritas kebutuhan, dana darurat, kesehatan, dan tabungan keluarga.
Mengatur gaji Rp5 juta untuk kebutuhan keluarga memang bukan perkara mudah, apalagi ketika biaya hidup terus berubah.
Namun, penghasilan terbatas bukan berarti rumah tangga tidak bisa memiliki kondisi keuangan yang sehat. Kuncinya adalah membedakan kebutuhan wajib, tabungan, perlindungan kesehatan, dan pengeluaran yang masih bisa ditunda.
Melansir dari BPS, inflasi Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 3,19% secara tahunan, sehingga keluarga perlu menyisakan ruang untuk menghadapi perubahan harga.
“Literasi keuangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ujar Tri Tito Karnavian dalam kegiatan literasi keuangan OJK 2026.
Baca Juga: Sering Ganti Hobi Bukan Berarti Tak Fokus, Bisa Jadi Ini Kekuatan Dirimu
Cara membagi gaji Rp5 juta
Daripada menetapkan anggaran secara kaku, pembagian gaji dapat dimulai dari kebutuhan paling penting. Dari Rp5 juta, sekitar Rp2,25 juta bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti makanan, listrik, air, gas, internet, kebersihan, dan kebutuhan keluarga lainnya.
Sekitar Rp750 ribu dapat dialokasikan untuk tempat tinggal. Pos transportasi bisa berada di kisaran Rp400 ribu, sedangkan kesehatan sekitar Rp250 ribu.
Selanjutnya, sisihkan Rp500 ribu untuk dana darurat, Rp250 ribu untuk tujuan jangka panjang, Rp250 ribu untuk kebutuhan pribadi, dan Rp350 ribu sebagai uang cadangan.
Pembagian tersebut bukan aturan mutlak. Biaya hidup keluarga di Jakarta tentu berbeda dengan Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bandung, atau daerah lainnya. Yang terpenting adalah total kebutuhan wajib tidak mengambil hampir seluruh penghasilan.
Utamakan kebutuhan sebelum gaya hidup
Jika ingin gaji Rp5 juta cukup sampai akhir bulan, kebutuhan dasar harus menjadi prioritas. Belanja makanan misalnya dapat diberi anggaran sekitar Rp1,4 juta, kemudian listrik, air, dan gas Rp350 ribu.
Sisa anggaran kebutuhan rumah tangga bisa digunakan untuk internet, pulsa, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan kecil lainnya. Saat harga kebutuhan meningkat, pos rekreasi atau pengeluaran pribadi dapat dikurangi terlebih dahulu, bukan dana kesehatan dan tabungan darurat.
Bangun dana darurat secara bertahap
Dana darurat menjadi bagian penting dalam perencanaan keluarga karena dapat digunakan ketika terjadi kebutuhan mendesak atau pendapatan terganggu. OJK juga menempatkan dana darurat sebagai salah satu indikator penting dalam kesehatan keuangan keluarga.
Pengeluaran inti sekitar Rp3 juta, target awal dapat dibuat bertahap. Mulai dari Rp3 juta, kemudian naik menjadi Rp9 juta. Setelah kondisi lebih stabil, target Rp12 juta sampai Rp18 juta bisa dikejar.
Cara paling sederhana adalah langsung memindahkan Rp500 ribu ketika gaji diterima. Uang tersebut sebaiknya ditempatkan pada rekening terpisah agar tidak ikut terpakai untuk kebutuhan harian.
Jangan terburu buru mengejar investasi
Investasi boleh dimulai, tetapi sebaiknya tidak mengorbankan kebutuhan dasar. Jika dana darurat belum mencapai satu bulan pengeluaran, tabungan yang mudah dicairkan lebih penting daripada mengejar pertumbuhan aset.
Setelah kondisi keuangan mulai stabil, sebagian kecil pendapatan, misalnya Rp250 ribu per bulan, dapat diarahkan untuk tujuan jangka panjang sesuai profil risiko dan kebutuhan keluarga.
Bagi keluarga yang memiliki cicilan, beban utang juga harus diperhatikan. OJK menggunakan batas maksimal cicilan 30% dari penghasilan sebagai salah satu indikator kesehatan keuangan. Pada penghasilan Rp5 juta, menjaga cicilan mendekati Rp1 juta atau kurang tentu memberi ruang yang lebih longgar.
Baca Juga: Tips Menghemat Rp100.000 Seminggu dari Kebiasaan Kecil yang Sering Terabaikan
Sesuaikan anggaran dengan kondisi keluarga
Keluarga yang sudah memiliki anak perlu memberikan ruang lebih besar untuk kebutuhan anak. Porsi investasi dan rekreasi sementara dapat dikurangi, tetapi dana darurat sebaiknya tetap berjalan.
Jika tinggal bersama orang tua dan tidak membayar sewa, uang yang sebelumnya disiapkan untuk tempat tinggal dapat dialihkan ke dana darurat atau pelunasan utang.
Sementara itu, keluarga dengan pendapatan tidak tetap sebaiknya menggunakan penghasilan terendah sebagai dasar anggaran. Ketika mendapat tambahan pendapatan, uang tersebut dapat diarahkan untuk memperkuat dana darurat, membayar utang, atau memenuhi kebutuhan tahunan.
Menurut BPS, inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% secara bulanan dan 1,86% sepanjang tahun berjalan. Kondisi ini memperlihatkan pentingnya memiliki cadangan dalam anggaran rumah tangga.
Gaji Rp5 juta tetap bisa dikelola untuk kehidupan keluarga selama setiap rupiah memiliki tujuan yang jelas. Prioritaskan kebutuhan pokok, tempat tinggal, kesehatan, dana darurat, lalu sisihkan sebagian untuk tujuan masa depan.
Jangan memaksakan gaya hidup yang melebihi kemampuan hanya demi mengikuti kondisi orang lain. Anggaran yang sehat bukan yang terlihat sempurna, tetapi yang realistis dan mampu dijalankan secara konsisten setiap bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News