MOMSMONEY.ID - Hambatan terbesar generasi muda untuk mulai berinvestasi sering kali bukan soal kemampuan finansial, melainkan hal ini.
Edukasi keuangan untuk generasi muda sangatlah penting. Agar banyak anak muda yang melek akan investasi, PT Inovasi Finansial Teknologi atau Makmur melakukan penguatan literasi dan inklusi investasi.
Makmur melakukannya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Pelaku Reksadana & Investasi Indonesia (APRDI) di luar Pulau Jawa.
Sulawesi jadi destinasi yang dipilih Makmur dalam menggaungkan edukasi investasi ke generasi muda. Sulawesi Selatan menjadi salah satu wilayah dengan potensi pertumbuhan investor yang signifikan, namun tingkat inklusi investasinya masih perlu ditingkatkan.
Program ini menjadi salah satu upaya untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui edukasi reksa dana secara langsung kepada mahasiswa dan media.
Makmur, Merry Putri Sirait selaku Business Development & Partnership, mengungkapkan, hambatan terbesar mahasiswa untuk mulai berinvestasi sering kali bukan soal kemampuan finansial, melainkan ketidaktahuan tentang cara memulai.
Baca Juga: Ini Cara BCA Digital Membuat Literasi Finansial Terasa Sederhana dan Menyenangkan
"Salah satu alasan mahasiswa belum berinvestasi adalah karena belum mengetahui harus memulai dari mana. Saat ini, investasi dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui aplikasi seperti Makmur, disertai pemahaman terhadap produk-produk yang tersedia," ujar Merry dalam keterangan resmi Senin (27/4).
Bunga Wahyuni, Manajer Senior Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, memperkenalkan Program PINTAR.
Ini sebuah inisiatif nasional OJK turut mendorong kebiasaan investasi yang disiplin dan konsisten melalui penyetoran dana secara berkala dengan menggabungkan prinsip power of compounding dan dollar cost averaging.
Program ini tersedia dalam dua kategori: PINTAR Reksadana Umum untuk seluruh lapisan masyarakat, serta PINTAR Reksadana SiMUDA Investasiku khusus untuk pemuda usia 18–30 tahun.
"Sekarang melakukan investasi sangatlah mudah. Yang terpenting, investor memahami profil risiko beserta tujuan keuangannya," tegas Bunga.
Sebelumnya, Makmur melakukan literasi keuangan di Makassar, Sulawesi Selatan pada 16–17 April 2026. Program edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Pekan Reksadana 2026, pre-event menuju puncak acara pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Baca Juga: Literasi Keuangan adalah Kunci Sukses Kelola Uang, Kredit, dan Utang
Rangkaian sosialisasi di Makassar menjangkau tiga lokasi selama dua hari pelaksanaan.
Pada 16 April 2026, kegiatan diawali dengan sesi penguatan pemahaman reksadana bagi 45 perwakilan media di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dilanjutkan dengan sosialisasi kepada mahasiswa di Universitas Nasional Makassar.
Di 17 April 2026, kegiatan berlanjut ke Universitas NITRO. Secara keseluruhan, program ini dihadiri lebih dari 400 mahasiswa.
Hingga saat ini, Makmur telah menjalankan program literasi dan inklusi investasi di 5 kota besar Indonesia dengan lebih dari 1.000 peserta.
Keikutsertaan Makmur dalam program ini mencerminkan upaya perusahaan untuk tidak hanya menyediakan platform investasi yang mudah diakses, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah yang memiliki potensi besar namun tingkat inklusi investasi yang masih perlu terus ditingkatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News