MOMSMONEY.ID - HP Samsung Galaxy A55 merupakan ponsel kelas menengah yang menjanjikan pengalaman layaknya ponsel flagship. Gadget ini memperkenalkan desain yang mencakup Gorilla Glass Victus+, bingkai logam hingga chip Exynos yang memiliki GPU berbasis arsitektur AMD yang sama dengan chip Exynos kelas atas Samsung.
Abhijeet Mishra, pengamat gadget dari Sammobile.com memaparkan bahwa Samsung A55 memiliki kecerahan layar maksimum yang dipasarkan sebesar 1000 nits seperti A54. Ia mampu mencapai lebih dari 1600 nits dalam mode kecerahan tinggi, 200 nits lebih tinggi daripada Samsung A54 dan 150 nits lebih tinggi daripada Galaxy S23 FE.
Inspirasi dari ponsel flagship Galaxy A55 paling terlihat pada desainnya. Samsung menghilangkan plastik dalam konstruksi Samsung A55. Bingkainya terbuat dari aluminium, bagian depan serta belakang dilapisi oleh Gorilla Glass Victus+.
Baca Juga: Baterai 8.000 mAh Honor Magic 9 Ancam Kejayaan Vivo X500 di Pasar Flagship
Dibandingkan dengan Gorilla Glass 5 yang digunakan pada Samsung A54, Victus+ memberikan perlindungan terhadap goresan dan benturan sekitar dua kali lebih baik. Bahkan, Galaxy S23 FE hanya menggunakan Gorilla Glass 5 di kedua sisinya.
Sama seperti Galaxy S24 dan S24+, bingkai logam pada Galaxy A55 benar-benar rata dan tanpa lengkungan di tepi layar atau panel belakang. Samsung juga membekalinya dengan Key Island.
Sesuai namanya, fitur ini membantu area di sekitar tombol volume dan daya menonjol dari bagian bingkai lainnya yang dilakukan dengan sedikit meninggikan bingkai. Tombol-tombol pada ponsel Samsung tidak sulit dijangkau atau digunakan.
Area Key Island berguna pada perangkat dengan sensor sidik jari tersembunyi yang terintegrasi ke dalam tombol daya. Samsung juga memilih lapisan bertekstur untuk seluruh bingkai kecuali area Key Island yang lebih mengkilap.
Gunakan layar Super AMOLED 6,5 inci & dukungan HDR10+
Galaxy A54 memiliki layar 6,4 inci, sedikit lebih kecil dari layar 6,5 inci pada ponsel-ponsel sebelumnya. Ponsel ini memiliki layar 6,6 inci dan memiliki dimensi yang lebih besar daripada perangkat sebelumnya.
Selain ukuran, A55 memiliki spesifikasi layar yang sama dengan Samsung A54. Layarnya menggunakan panel Super AMOLED dengan kecerahan maksimal 1000 nits, refresh rate 120Hz, resolusi 1080 x 2340 piksel, dan dukungan HDR10+.
Pengalaman menonton yang diberikan Galaxy A55 sangat baik, hadirkan reproduksi warna yang alami dan sudut pandang yang lebar. Layarnya cukup terang, baik di dalam maupun di luar ruangan dan sangat bagus untuk menonton video SDR dan HDR.
Namun, algoritma kecerahan otomatis masih perlu perbaikan. Di dalam ruangan, algoritma ini agak konservatif dan membuat tampilan lebih redup.
Algoritma penyesuaian kecerahan otomatis perlu perbaikan di dalam ruangan.
Galaxy A55 memiliki pembaca sidik jari optik yang tertanam di layar dan kinerjanya sama seperti pada Galaxy A54.
Pembaca sidik jarinya memiliki akurasi yang baik dan cukup cepat, tetapi tidak secepat sensor ultrasonik pada ponsel Galaxy kelas atas. Untuk audio, tidak ada port headphone 3,5 mm.
Tetapi, pengaturan pengeras suara stereo sudah cukup untuk bermain game dan menonton film.
Bawa kamera utama 50MP & hasilkan foto malam lebih baik
Galaxy A55 memiliki perangkat keras kamera yang sama dengan Galaxy A54 yakni kamera belakang utama 50MP, kamera ultra-wide 12MP, kamera makro 5MP, dan kamera depan 32M. Hasil foto malam jauh lebih baik dengan stabilisasi video, berasal dari perubahan yang dilakukan pada algoritma kamera.
Samsung juga menyempurnakan pengurangan noise agar lebih agresif dan hasilnya luar biasa dalam hal menghilangkan noise dari foto. Hal itu juga berdampak pada gambar yang sedikit buram dalam mode malam.
Berbeda dengan ponsel-ponsel sebelumnya dalam seri ini, Galaxy A55 mendukung stabilisasi elektronik dalam perekaman video 4K@30fps. Gambar memiliki detail dan rentang dinamis yang bagus di siang hari.
Sementara, hasil foto di malam hari lebih bersih berkat pengurangan noise yang agresif. Galaxy A55 tidak secara otomatis mengaktifkan mode Malam dalam setiap situasi.
Kamera juga mengalami kesulitan dalam menghasilkan efek bokeh dalam mode Potret. Pemisahan antara subjek dan latar belakang tidak begitu jelas.
Kamera ultra-wide bekerja cukup baik di siang hari, tetapi hasilnya buram dan banyak noise dalam kondisi cahaya rendah dan malam hari. Sementara itu, kamera makro terhambat oleh resolusi rendah dan kurangnya stabilisasi, membuatnya sulit untuk mengambil foto tanpa goyangan.
Kamera selfie juga belum mengalami peningkatan selama empat tahun. Foto yang dihasilkan agak goyang dalam kondisi minim cahaya, terutama saat menggunakan flash layar dan mode Malam otomatis.
Tetapi, kualitas selfie di siang hari dan di dalam ruangan yang terang cukup bagus. Galaxy A55 menawarkan banyak mode kamera, termasuk mode Pro untuk video dan foto, Slow Motion super dan standar, Hyperlapse, Single Take, Food, dan panorama.
Mode Dual Rec memungkinkan pengguna merekam video dari kamera depan dan belakang secara bersamaan. Mode Fun memberi akses ke filter Snapchat di aplikasi Kamera Samsung.
Anda juga memiliki sejumlah mode AR dengan opsi untuk membuat stiker AR dan menggambar secara real-time saat merekam video seseorang. Daya tahan baterai pada Galaxy A55 cukup fantastis.
Ponsel ini memiliki baterai 5.000 mAh yang sama dengan Galaxy A54, tetapi jauh lebih efisien. Hal tersebut berkat chip Exynos dan optimalisasi pada sisi perangkat lunak.
Baca Juga: HP Vivo X500 Menggunakan Kamera Sony & Baterai 7.500mAh, Bebas Charge Berhari-hari
Dengan penggunaan normal 3-4 jam menonton video dan satu atau dua jam bermain game pada tingkat kecerahan tinggi, ponsel ini dapat bertahan seharian penuh tanpa perlu diisi daya. Anda dapat mencapai 40% pengisian daya baterai dalam 30 menit dan sekitar 65-70% dalam satu jam.
Demikian fitur-fitur canggih yang disematkan pada HP Samsung Galaxy A55, semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News