M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ini Bahaya Multitasking yang Tak Banyak Diketahui, Bisa Picu Stres Kronis

Ini Bahaya Multitasking yang Tak Banyak Diketahui, Bisa Picu Stres Kronis
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Sering dianggap keren, ternyata ini bahaya multitasking yang tak banyak diketahui. Salah satunya bisa memicu stres.

Kemampuan melakukan beberapa hal sekaligus sering dianggap sebagai keahlian istimewa. Anda mungkin merasa produktif saat mengetik laporan sambil membalas pesan atau mendengarkan rapat daring sambil mengatur jadwal harian.

Namun di balik kesan efisien itu, otak sebenarnya sedang bekerja keras melampaui kapasitasnya. Multitasking bukan tanda produktivitas tinggi, melainkan kebiasaan yang justru dapat menguras energi mental dan memicu stres kronis.

Ada sejumlah bahaya yang timbul dari multitasking. MomsMoney akan membahasnya di sini. Simak, yuk!

Baca Juga: 7 Manfaat Lari pada Pagi Hari, Bantu Tingkatkan Fokus dan Produktivitas

Bahaya Multitasking yang Tak Banyak Diketahui

Melansir laman Indeed, berikut ini beberapa bahaya multitasking yang tak banyak diketahui:

1. Menurunkan Produktivitas dan Efisiensi

Ketika Anda mencoba menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan, perhatian otak terbagi. Akibatnya, Anda lebih sering berpindah dari satu tugas ke tugas lain tanpa benar-benar menyelesaikannya dengan tuntas.

Kebiasaan ini membuat waktu kerja menjadi lebih lama dan hasilnya pun tidak maksimal. Dalam jangka panjang, manajemen waktu menjadi berantakan dan efisiensi kerja menurun drastis.

2. Meningkatkan Risiko Kesalahan

Multitasking membuat otak sulit untuk fokus penuh pada satu hal. Karena perhatian terbagi, Anda lebih mudah melakukan kesalahan kecil yang mungkin tidak terjadi jika bekerja dengan fokus tunggal.

Misalnya, salah mengetik data, melupakan detail penting, atau salah menginterpretasikan instruksi. Pada akhirnya, kesalahan-kesalahan ini bisa membuat Anda harus mengulang pekerjaan dan membuang waktu lebih banyak.

3. Menghambat Kreativitas dan Kemampuan Analisis

Otak membutuhkan ruang dan waktu untuk berpikir mendalam serta menemukan ide baru. Namun, saat multitasking, sebagian besar energi mental terserap untuk berpindah-pindah fokus.

Kondisi ini membuat Anda sulit berpikir kreatif, menganalisis masalah kompleks, atau mencari solusi inovatif. Akibatnya, kemampuan problem solving bisa menurun, dan pekerjaan terasa monoton tanpa hasil yang segar.

Baca Juga: 7 Cara Menjaga Otak agar Tetap Sehat di Usia Lanjut

4. Melemahkan Daya Ingat

Saat melakukan banyak tugas sekaligus, otak bekerja lebih keras untuk menyimpan dan mengingat informasi. Akibatnya, Anda mungkin melewatkan detail penting atau kesulitan mengingat hal-hal kecil terkait pekerjaan.

Dalam jangka panjang, multitasking dapat mengganggu memori jangka pendek, membuat Anda lebih sering lupa atau kehilangan arah ketika kembali ke tugas setelah jeda.

5. Mudah Terganggu dan Sulit Fokus

Orang yang terbiasa multitasking cenderung sulit menjaga fokus dalam waktu lama. Setiap gangguan kecil seperti notifikasi pesan, email masuk, atau obrolan di sekitar dapat dengan mudah menarik perhatian.

Semakin sering Anda berpindah perhatian, semakin sulit bagi otak untuk kembali ke mode fokus mendalam. Akibatnya, pekerjaan terasa tidak pernah selesai, dan rasa frustrasi pun meningkat.

6. Menyebabkan Stres Kronis dan Gangguan Emosional

Multitasking membuat otak berada dalam tekanan konstan karena harus menangani banyak informasi sekaligus. Tekanan ini dapat memicu produksi hormon stres seperti kortisol, yang bila terus meningkat akan berdampak pada kesehatan mental dan fisik.

Anda mungkin merasa lelah secara emosional, cemas, atau kehilangan motivasi kerja. Dalam beberapa kasus, multitasking juga bisa menurunkan rasa percaya diri karena hasil kerja yang tidak maksimal.

Stres yang muncul secara terus-menerus dapat berkembang menjadi stres kronis. Kondisi ini bukan hanya mengganggu produktivitas, tetapi juga berdampak pada kualitas tidur, daya tahan tubuh, hingga keseimbangan emosi. Jika tidak dikelola dengan baik, multitasking bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap burnout atau kelelahan ekstrem.

Baca Juga: Inilah Makanan yang Bisa Membantu Perkembangan Otak Balita, Apa Saja?

Tips Menghindari Bahaya Multitasking

Di bawah ini beberapa tips menghindari bahaya multitasking yang dapat Anda terapkan:

1. Fokus pada Satu Tugas dalam Satu Waktu

Cobalah untuk menuntaskan satu pekerjaan terlebih dahulu sebelum beralih ke pekerjaan lainnya. Dengan memberikan perhatian penuh pada satu tugas, Anda bisa bekerja lebih cepat, hasilnya pun lebih rapi dan berkualitas.

Cara ini juga membantu otak tetap tenang karena tidak perlu terus berpindah fokus. Dalam jangka panjang, strategi ini jauh lebih efektif dibanding memaksakan diri melakukan banyak hal sekaligus.

2. Terapkan Prinsip OHIO (Only Handle It Once)

Salah satu penyebab multitasking adalah kebiasaan menunda penyelesaian tugas. Anda mungkin membuka sebuah pekerjaan, lalu berhenti di tengah jalan untuk mengerjakan hal lain. Agar lebih efisien, gunakan prinsip OHIO, yaitu “hanya tangani satu hal sekali.”

Artinya, ketika Anda mulai mengerjakan sesuatu, selesaikan sampai tuntas sebelum beralih. Prinsip ini bisa membantu menghemat waktu dan menjaga ritme kerja tetap stabil.

3. Kelompokkan Tugas Sejenis

Mengelompokkan pekerjaan yang mirip dalam satu waktu atau batching dapat membuat proses kerja lebih teratur dan cepat. Misalnya, daripada membalas email di sela-sela aktivitas lain, sisihkan waktu khusus untuk menyelesaikan semuanya sekaligus.

Begitu juga dengan tugas administratif atau laporan, lebih baik dikerjakan dalam satu sesi agar alur berpikir tidak terputus. Teknik ini membantu Anda menjaga fokus dan mengurangi kelelahan mental akibat sering berpindah konteks.

Baca Juga: Makanan Tinggi Lemak Bisa Mengganggu Aliran Darah ke Otak, Kata Studi

4. Aktifkan Mode Jangan Ganggu

Salah satu penyebab utama multitasking adalah gangguan dari notifikasi pesan, panggilan, atau email yang muncul terus-menerus. Agar tidak mudah terdistraksi, aktifkan pengaturan “jangan ganggu” saat sedang bekerja.

Matikan notifikasi di ponsel atau komputer, terutama ketika Anda sedang menangani tugas penting. Dengan cara ini, Anda bisa memberi ruang bagi otak untuk bekerja secara penuh tanpa terpecah perhatian.

5. Nikmati Momen Tanpa Gangguan

Hindari kebiasaan melakukan aktivitas lain di luar waktu kerja yang masih melibatkan fokus pada pekerjaan, seperti memeriksa email saat makan atau menelepon sambil berjalan. Cobalah memberi waktu bagi diri sendiri untuk benar-benar hadir di momen tersebut.

Misalnya, saat istirahat makan siang, gunakan waktu itu untuk menikmati makanan atau sekadar memperhatikan sekitar. Kebiasaan sederhana ini membantu otak beristirahat dan memperbaiki konsentrasi Anda setelahnya.

Demikianlah ulasan tentang bahaya multitasking yang tak banyak diketahui. Multitasking memang terlihat seperti cara cepat untuk menyelesaikan banyak hal sekaligus. Namun kenyataannya justru menurunkan efektivitas kerja dan membahayakan kesehatan mental.

Fokus pada satu hal dalam satu waktu akan membantu otak bekerja lebih efisien, meningkatkan kualitas hasil, dan menjaga keseimbangan emosional Anda.

Jadi, daripada memaksa diri melakukan banyak hal sekaligus, lebih baik selesaikan satu tugas dengan penuh perhatian agar hasilnya lebih maksimal dan pikiran tetap tenang.

Baca Juga: Begini Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Otak yang Bisa Menurunkan Risiko Alzheimer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Katalog Promo Indomaret Minyak Goreng Hemat 10-11 Februari 2026, Mulai Rp 29.000-an

Promo Indomaret Minyak Goreng Hemat berakhir 11 Februari 2026. Jangan lewatkan potongan harga dan cashback. Buruan ke Indomaret terdekat!

Rayakan 40 Tahun Oriflame Perkenalkan Produk Baru, Kolaborasi dengan Baskin Robinns

​Oriflame berkolaborasi dengan Baskin Robbins Indonesia menghadirkan pengalaman Sweet Treat yang terinspirasi dari Love Potion Cherry on Top.

Chandra Asri Pacific Ajak Generasi Muda Kelola Sampah Lewat Cara Ini

Chandra Asri ajak lebih dari 3.300 orang untuk kelola sampah lewat kampanye Indonesia Asri          

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 6-12 Februari 2026, Max Bio+ Beli 1 Gratis 1

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat periode 6-12 Februari 2026. Ada Beli 1 Gratis 1.

Perluas Akses Investasi, Maybank AM Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

PT Maybank Asset Management Indonesia menghadirkan tiga produk reksa dana baru yang mencakup pasar uang, saham global syariah, dan saham dividen.

Valentine Hemat dengan Promo Ramen Ya! Paket Lengkap & Pepper Lunch Buy 1 Free 1

Valentine tiba! Ramen Ya! dan Pepper Lunch siapkan diskon fantastis. Ada pilihan hemat untuk merayakan cinta dengan sajian favorit.

Cara Buat Caricature of Me and My Job di ChatGPT, Lagi Viral di Instagram!

Punya foto profil medsos yang itu-itu saja? ChatGPT tawarkan cara baru bikin karikatur AI 'Me and My Job' dengan mudah. Cek panduannya sekarang!

Desain XOS 16 Infinix: Visual Premium & Performa Ngebut, Siap Saingi HP Flagship

XOS 16 Infinix permudah transfer file via NFC ke iPhone & optimasi baterai. Temukan semua peningkatan produktivitas yang wajib Anda tahu!

Kesempatan Terakhir! Promo PHD & Pizza Hut World Pizza Day Paket Hemat Rame-Rame

Rayakan Hari Pizza Sedunia dengan diskon fantastis dari PHD dan Pizza Hut. Promo berakhir hari ini. Klik pilihan topping dan cara pesan termudah!

Promo Indomaret Harga Spesial 10-23 Februari 2026, Sosis Ayam-Deodoran Diskon 30%

Mau belanja kebutuhan harian lebih hemat? Promo Indomaret Harga Spesial tawarkan Diskon hingga 30%. Cek katalognya sebelum berakhir!