M O M S M O N E Y I D
Santai

Desainer Interior Mulai Bosan dengan Warna Ini, Apa Saja?

Desainer Interior Mulai Bosan dengan Warna Ini, Apa Saja?
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Simak alasan desainer interior kini menghindari abu abu datar dan memilih warna netral yang lebih hangat dan nyaman untuk rumah.

Dunia desain interior terus bergerak mengikuti cara orang memaknai rumah sebagai tempat beristirahat dan mengisi energi. Warna tidak lagi sekedar soal estetika, tetapi juga soal suasana dan kenyamanan jangka panjang. 

Salah satu warna yang kini mulai dibahas adalah abu-abu tertentu yang terlalu sering digunakan. Banyak rumah modern terlihat serupa karena pemilihan warna yang dianggap aman, padahal justru terasa dingin. 

Di tengah perbincangan ini, melansir dari House Beautiful , sejumlah desainer interior mulai secara terbuka menyampaikan kritik mereka terhadap abu abu bernada tengah.

“Nada abu abu tengah terasa hambar dan lebih cocok untuk ruang industri atau komersial,” ujar Jay Jenkins, Desainer Asosiasi di Crosby Jenkins Associates.

Baca Juga: Mood Board Interior Rumah: Solusi Merancang Ruang agar Paling Nyaman

Alasan abu abu datar mulai ditinggalkan

Berdasarkan pengalaman para desainer, abu abu dengan karakter datar sering kali gagal membangun suasana rumah yang hangat. Warna ini memang terlihat modern, namun kurang memberi kesan hidup. 

Banyak klien yang mengeluhkan ruang tamu terasa kaku dan tidak nyaman untuk berlama-lama. Dari sudut pandang profesional, warna ini juga menyulitkan proses dekorasi karena tidak mudah menyatu dengan elemen alami seperti kayu atau tanaman.

Dampaknya pada suasana ruang utama

Ruang keluarga dan ruang tamu merupakan area yang paling sering digunakan untuk berkumpul. Warna yang terlalu dingin bisa membuat ruangan terasa jauh dan tidak ramah. 

Abu-abu tanpa sentuhan warna hangat cenderung mengurangi karakter interior. Dalam jangka panjang, suasana seperti ini dapat mempengaruhi kenyamanan psikologis penghuni rumah, terutama bagi keluarga muda dan pekerja yang membutuhkan ruang untuk relaksasi.

Abu-abu masih bisa dipakai, asal tepat tempatnya

Meski banyak dikritik, bukan berarti abu abu harus benar-benar ditinggalkan. Jay Jenkins menyebut abu abu lembut masih sangat berguna untuk area fungsional seperti garasi. 

Warna ini membantu menyamarkan noda dan ketidaksempurnaan tanpa terlihat berantakan. Artinya, abu-abu tetap relevan jika digunakan sesuai fungsi ruang, bukan sebagai warna utama di area yang membutuhkan kehangatan.

Greige jadi pilihan netral yang lebih nyaman

Sebagai solusinya, para desainer mulai merekomendasikan warna greige, perpaduan abu-abu dan krem ​​dengan sentuhan hijau atau cokelat. Warna ini dinilai lebih fleksibel dan terasa lebih hidup. 

Greige mudah menyesuaikan dengan cahaya alami dan cocok dipadukan dengan berbagai gaya interior. Untuk rumah di Indonesia yang identik dengan cahaya matahari dan unsur alami, warna abu-abu dianggap lebih masuk akal dan tahan tren.

Baca Juga: Warna Cat Rumah yang dikutip Dihindari Menurut Pakar Desainer Interior

Warna netral baru yang lebih berkarakter

Selain greige, muncul juga warna netral lain seperti peige, kombinasi krem ​​dan merah muda lembut. Warna ini memberi kesan hangat tanpa terlihat mencolok. 

Tren ini menunjukkan bahwa warna netral kini tidak lagi harus membosankan. Banyak pemilik rumah mulai berani memilih warna yang tetap aman, tetapi memiliki sentuhan pribadi.

Tren desain interior saat ini menunjukkan perubahan besar dalam cara orang memilih warna rumah. Abu-abu datar yang dulu populer kini mulai ditinggalkan karena dianggap kurang nyaman dan terlalu dingin. 

Warna netral yang lebih hangat seperti greige atau peige menjadi alternatif yang lebih relevan dengan kebutuhan rumah modern. 

Melalui pemilihan warna yang tepat, rumah tidak hanya terlihat indah, tetapi juga terasa lebih hidup dan menyenangkan untuk ditinggali.

Selanjutnya: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa ke US$ 4.383,73 Senin (22/12) Pagi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

NotebookLM Android: Buat Video dan Infografis Cuma dengan AI Google

Hemat waktu riset Anda. NotebookLM di Android memungkinkan pembuatan video ringkasan dan alat visual lainnya hanya dengan beberapa ketukan.

Harga Emas Hari Ini Melorot Kembali ke bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!

Ketegangan global mereda setelah percakapan telepon antara para pemimpin China dan Amerika Serikat. 

Detail Kamera Infinix Hot 60i: Hasil Potretnya Mengejutkan

Kamera utama 50 MP Infinix Hot 60i janjikan foto jernih di siang hari. Namun, ada satu kekurangan saat cahaya minim yang perlu Anda tahu.

Infinix Note 60 Pro, Note 60 dan Note 60 Ultra: Spesifikasi Bocor Jelang Rilis

Bocoran Infinix Note 60 series ungkap perbedaan baterai dan RAM antar varian. Ketahui spesifikasi mana yang paling sesuai kebutuhan Anda. 

Momen Valentine Spesial: Promo Roti'O Tawarkan Diskon Spesial di Februari 2026

Promo Roti'O Valentine tawarkan harga terbaik mulai Rp 35.000. Jangan lewatkan kesempatan berbagi kehangatan hemat ini!

Bangunan Tahan Lama Berawal dari Perencanaan, Simak Tipsnya

​Michael Hofmann menilai, pemilihan material dan metode konstruksi sangat menentukan umur dari bangunan.

7 Promo Point Coffee Februari 2026, Minuman Favorit Anda Kini Lebih Hemat

Point Coffee tebar promo spesial Februari. Beragam kopi & non kopi diskon besar. Cek daftar lengkap minuman favorit yang bikin untung di sini!

HP 1 Jutaan Tecno Spark Go 3: Fitur AI Canggih, Namun Kualitas Layar Terbatas

HP 1 jutaan Tecno Spark Go 3 unggul di selfie dan baterai. Namun, performa dan 5G jadi kelemahan yang harus Anda tahu sebelum membeli. 

Naik Kelas dari Workshop Lokal, Simak Pelajaran Bisnis dari Bikintopi

​Dari pabrik di Bandung, Bikintopi membuktikan bisnis manufaktur lokal bisa berkembang berkelanjutan dan menjangkau pasar mancanegara.

Ginjal Rusak Akibat Asam Urat? Begini Cara Mencegahnya

Ginjal rusak akibat asam urat? Ternyata ada kondisi langka C3G yang jadi pemicunya. Temukan hubungan keduanya dan solusi terbaiknya.