MOMSMONEY.ID - Minuman kopi susu gula aren telah menjadi tren gaya hidup yang sulit dipisahkan dari rutinitas harian banyak orang karena rasanya yang nikmat dan menyegarkan.
Namun, di balik kelezatan dari perpaduan kafein, gurihnya susu, dan manisnya gula aren, terdapat risiko kesehatan yang mengintai jika minuman ini dikonsumsi secara berlebihan setiap hari.
Asupan gula tambahan yang tinggi, meskipun berasal dari sumber yang dianggap lebih alami seperti gula aren, tetap berkontribusi pada peningkatan asupan kalori kosong secara signifikan.
Baca Juga: 4 Manfaat Mengurangi Konsumsi Nasi Putih untuk Kulit, Bikin Wajah Awet Muda lo
Para ahli memperingatkan bahwa konsumsi harian minuman manis berbasis susu dan gula, termasuk kopi susu gula aren, dapat memicu peradangan kronis serta mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.
Melansir riset dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan studi yang dipublikasikan oleh World Health Organization (WHO), berikut adalah 4 bahaya minum kopi susu gula aren setiap hari yang wajib Anda tahu.
1. Peningkatan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2
Salah satu ancaman terbesar dari konsumsi kopi susu gula aren setiap hari adalah lonjakan kadar gula darah secara drastis.
Meskipun gula aren memiliki indeks glikemik yang sedikit lebih rendah dibandingkan gula pasir putih, namun bahan ini tetap mengandung sukrosa dan kalori yang tinggi.
Jika dikonsumsi setiap hari, tubuh dipaksa untuk terus-menerus memproduksi insulin guna menormalkan kadar gula darah tersebut. Lama-kelamaan, sel-sel tubuh bisa menjadi kurang responsif terhadap insulin atau yang dikenal sebagai resistensi insulin.
Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya diabetes tipe 2, yang mana tubuh gagal mengontrol kadar gula darah secara alami. Jika dibiarkan, hal ini dapat merusak berbagai organ vital lainnya.
2. Risiko penumpukan lemak visceral dan obesitas
Kombinasi antara lemak jenuh dari susu dan glukosa dari gula aren menciptakan bom kalori yang sering kali tidak disadari oleh konsumen.
Kalori cair cenderung kurang memberikan rasa kenyang dibandingkan kalori dari makanan padat. Sehingga, seseorang sering kali tetap makan dalam porsi normal meski sudah minum segelas kopi susu gula aren.
Kelebihan energi ini kemudian akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak, terutama lemak visceral yang membungkus organ-organ di dalam perut.
Penumpukan lemak ini tidak hanya mengubah bentuk tubuh dan meningkatkan berat badan secara signifikan (obesitas). Tetapi juga memicu pelepasan senyawa peradangan yang berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca Juga: 5 Manfaat Mendaki Gunung untuk Kesehatan Mental, Rahasia Sembuh Lewat Alam
3. Gangguan kesehatan jantung dan tekanan darah tinggi
Interaksi antara kafein yang bersifat stimulan dengan asupan gula yang tinggi dapat memberikan beban ganda pada sistem kardiovaskular.
Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah secara sementara, sementara konsumsi gula berlebih secara rutin dikaitkan dengan peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL).
Studi menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung yang jauh lebih besar dibandingkan mereka yang membatasi asupan manis.
Peradangan pada dinding pembuluh darah akibat kadar gula darah yang tidak stabil juga dapat menyebabkan pengerasan arteri (aterosklerosis), yang meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke di masa depan.
4. Kerusakan gigi dan penurunan kepadatan tulang
Dampak buruk kopi susu gula aren juga menyasar kesehatan struktural tubuh, yaitu gigi dan tulang. Gula adalah makanan utama bagi bakteri di mulut yang memproduksi asam, yang kemudian akan mengikis lapisan enamel gigi dan menyebabkan karies atau gigi berlubang.
Selain itu, konsumsi kafein yang dibarengi dengan gula tinggi dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh.
Kopi bersifat diuretik yang dapat meningkatkan pembuangan kalsium melalui urine. Sementara itu, lingkungan tubuh yang cenderung asam akibat konsumsi gula dapat memicu pelepasan kalsium dari tulang untuk menyeimbangkan pH darah.
Jika dilakukan setiap hari tanpa asupan kalsium pengganti yang cukup, kebiasaan ini dapat menurunkan kepadatan tulang secara perlahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News