MOMSMONEY.ID - Minat masyarakat terhadap produk luxury preloved atau barang mewah bekas pakai masih terjaga di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Hal itu terlihat dari gelaran Irresistible Bazaar yang menghadirkan 70 tenant luxury branded di Grand Indonesia, Jakarta, pada 10–14 Juni 2026.
Founder Irresistible Bazaar sekaligus Owner Ginger Luxthings, Marisa Tumbuan, mengatakan produk luxury preloved menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin tetap memiliki barang bermerek dengan anggaran yang lebih terukur dibanding membeli produk baru.
“Bagi para konsumen dan pencinta barang fashion branded luxury, preloved menjadi pilihan tepat di situasi yang tidak menentu seperti ini karena pencinta tas craftmanship seperti ini tetap dapat menyalurkan hobi dan minat berbelanjanya dengan bujet yang sudah disesuaikan di situasi terkini,” ujar Marisa dalam keterangan resmi, Selasa (16/6).
Baca Juga: Tren Belanja Barang Mewah Melambat pada 2026, Pertumbuhan Bergeser ke Asia Tenggara
Dalam penyelenggaraan terbarunya, Irresistible Bazaar menghadirkan 70 tenant yang telah melalui proses kurasi.
Komposisinya terdiri dari 70% penjual fashion luxury preloved, 20% perhiasan berlian dan mutiara, serta 10% produk fashion, kosmetik, dan layanan kecantikan.
Bertepatan dengan musim liburan sekolah, berbagai produk yang ditawarkan juga menyesuaikan kebutuhan perjalanan, mulai dari tas berukuran besar, tas rotan, slouchy bag, hingga koper premium.
Marisa mengungkapkan Grand Indonesia menjadi lokasi yang rutin dipilih untuk penyelenggaraan bazar tersebut. Tahun ini bahkan menjadi penyelenggaraan ke-20 sejak Irresistible Bazaar pertama kali digelar di mal tersebut pada 2015.
Baca Juga: Tren Belanja Masyarakat Diperkirakan Menguat Pada Kuartal I-2026
“Dan tahun 2026 ini menjadi yang ke-20 diadakan di sini sejak Irressbazzar hadir pertama kali di tahun 2015,” katanya.
Selain mendorong transaksi produk luxury branded, Marisa menilai bazar tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, seluruh tenant yang berpartisipasi merupakan pelaku bisnis dalam negeri.
“Karena semua tenant yang ada di Irresbazzar ya pelaku bisnis lokal,” ujar Marisa.
Ia berharap ekosistem bisnis luxury branded lokal dapat terus berkembang melalui kolaborasi antarpelaku usaha, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen yang ingin berbelanja produk premium dengan harga yang lebih terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News