M O M S M O N E Y I D
Keluarga

5 Manfaat Mendaki Gunung untuk Kesehatan Mental, Rahasia Sembuh Lewat Alam

5 Manfaat Mendaki Gunung untuk Kesehatan Mental, Rahasia Sembuh Lewat Alam
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Kesibukan modern sering kali memicu stres kronis yang berdampak buruk pada psikologis.

Mendaki gunung hadir sebagai terapi alami yang efektif untuk memulihkan ketenangan batin.

Melansir riset dari Stanford University dan Harvard Health Publishing, aktivitas di ruang terbuka hijau atau green exercise terbukti secara klinis mampu menurunkan aktivitas otak yang memicu kecemasan.

Baca Juga: 4 Kelebihan Sunscreen Spray, Solusi Praktis Lindungi Kulit Kapan Saja

Paparan alam liar dapat membantu menyeimbangkan kembali sistem saraf dan memberikan ruang bagi pikiran untuk beristirahat dari tekanan digital.

Layak dicoba, berikut adalah 5 manfaat mendaki gunung untuk kesehatan mental sebagaimana dilansir dari Stanford University dan Harvard Health Publishing.

1. Menurunkan Kadar Hormon Stres (Kortisol)

Berada di lingkungan pegunungan yang jauh dari polusi suara dapat secara otomatis merangsang sistem saraf parasimpatis untuk relaksasi.

Udara bersih dan suasana tenang mampu membantu menurunkan detak jantung serta menekan produksi hormon stres alias kortisol.

Proses ini akan mengikis ketegangan saraf secara perlahan, sehingga pikiran terasa lebih ringan dan suasana hati menjadi lebih stabil setelah kembali ke rutinitas.

2. Memutus Rantai Pikiran Negatif

Mendaki gunung menuntut fokus penuh pada langkah kaki dan jalur yang dilewati.

Adapun hal ini secara alami mengalihkan otak dari kebiasaan memikirkan masalah berulang-ulang atau rumunasi.

Aktivitas mendaki gunung dapat berfungsi sebagai bentuk meditasi bergerak (mindfulness). Dengan berkonsentrasi pada momen saat ini, rantai pikiran negatif akan terputus, memberikan kejernihan mental dan ketenangan batin yang mendalam.

3. Meningkatkan Rasa Percaya Diri dan Harga Diri

Keberhasilan melewati tanjakan terjal dan mencapai puncak memicu pelepasan dopamin yang memberikan rasa puas serta bangga.

Pencapaian fisik ini membangun sense of mastery atau perasaan mampu menghadapi tantangan berat.

Pengalaman menaklukkan medan gunung sering kali terbawa ke kehidupan sehari-hari, yang membuat Anda lebih tangguh dan percaya diri dalam menghadapi masalah pribadi maupun profesional.

Baca Juga: 7 Tips Membuat Smoothie yang Aman untuk Gula Darah

4. Memperbaiki Kualitas Tidur dan Ritme Sirkadian

Paparan sinar matahari alami dan aktivitas fisik yang intens selama mendaki dapat membantu mengatur ulang jam biologis tubuh atau ritme sirkadian.

Kelelahan fisik yang sehat setelah mendaki akan memudahkan Anda untuk tidur lebih nyenyak dan berkualitas.

Adapun tidur yang teratur merupakan kunci utama dalam pemulihan emosional, peningkatan konsentrasi, serta kemampuan otak untuk mengelola stres harian secara optimal.

5. Membangun Koneksi Sosial dan Perspektif Baru

Mendaki gunung sering kali mempererat ikatan solidaritas dengan sesama pendaki melalui kerja sama di jalur yang sulit. Hal ini efektif untuk mengurangi perasaan kesepian.

Selain itu, melihat kemegahan alam mampu memberikan perspektif bahwa masalah hidup kita sebenarnya kecil dibandingkan luasnya semesta.

Rasa syukur dan keterhubungan dengan alam ini memberikan fondasi spiritual yang kuat untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cara Orang Tua Siapkan Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini

Simak cara menyusun keuangan anak berkebutuhan khusus agar masa depannya lebih aman tanpa mengabaikan kondisi finansial keluarga.

Hasil China Open 2026: Tambah 3, Ada 7 Wakil Indonesia ke Babak 16 Besar

Hasil China Open 2026 babak 32 besar hari kedua Rabu (22/7), tiga wakil Indonesia melenggang ke 16 besar. 

Ada Beasiswa dari Lotte, Mahasiswa di Kampus Ini Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan

Lotte Foundation kembali menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa S1 dan D4 yang berprestasi di 10 universitas mitra  

Disebut Silent Killer, Ini 7 Gejala Kanker Ovarium yang Sering Dianggap Kembung Biasa

Gejala kanker ovarium kerap diabaikan karena mirip masalah pencernaan. Waspadai tanda seperti perut kembung terus-menerus hingga nyeri panggul.  

4 Perbedaan Crocs Asli dan Palsu, Jangan Tergoda Harga Miring!

Crocs asli diproduksi menggunakan material eksklusif yang dipatenkan. Simak dan catat, ini 4 perbedaan Crocs asli dan palsu yang wajib Anda tahu  

Pilah Sampah dari Rumah, Gerakan Chandra Asri Kini Jangkau Lebih Banyak Masyarakat

​Chandra Asri mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah melalui program #AksiAsri Operasi Semut.  

5 Tren Liburan Akhir 2026: Wisatawan Makin Hemat, Pesan Tiket Jauh Hari

 Air Asia Move mengungkap wisatawan tetap gemar berlibur, namun kini lebih cermat mengatur anggaran dan merencanakan perjalanan.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Kamis (23/7): Mayoritas Wilayah Cerah, Suhu Capai 32°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Kamis (23/7) didominasi cerah dengan suhu udara 16-32 derajat Celsius.  

Tanpa Diet Ketat, Ini 5 Strategi Menurunkan Berat Badan yang Mudah Menurut Ahli Diet

Pelajari tips praktis menurunkan berat badan berbasis kesehatan pencernaan. Prioritaskan makanan utuh kaya serat ketimbang suplemen instan,  

Kenali 7 Gejala Jantung Lemah yang Wajib Diwaspadai, Termasuk Sering Mendengkur lo

Banyak orang tidak menyadari gejala jantung lemah sampai kondisinya parah. Dari mendengkur keras hingga sering lelah, kenali tanda-tandanya!