MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global mempertahankan kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz dapat dibuka kembali pada Jumat.
Mengutip Bloomberg, Selasa (16/6), harga emas spot naik 0,65% menjadi US$ 4.340,05 per troi ons.
Harga emas hari ini melanjutkan kenaikan setelah ditutup naik 2,2% pada sesi sebelumnya menyusul pengumuman kesepakatan sementara antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang dan mencabut blokade maritim di wilayah tersebut. Namun, perlu ditambahkan, sekutu AS kurang optimis tentang seberapa cepat aliran energi dan komoditas lainnya melalui jalur air strategis tersebut dapat dilanjutkan.
Harga minyak WTI diperdagangkan mendekati US$ 81 per barel setelah turun hampir 5% pada Senin. Minyak Brent mendekati US$ 83 per barel.
Baca Juga: AS-Iran Gencatan Senjata, Harga Emas Dunia Melambung ke atas US$ 4.300
Harga emas telah turun sekitar 18% sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Pergerakannya sebagian besar berbanding terbalik dengan harga minyak mentah selama perang, karena harga energi yang lebih tinggi memicu inflasi dan mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Ini mengurangi daya tarik logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil.
Nicky Chiels, Kepala Penelitian dan Strategi Logam di MKS PAMP SA, mengatakan, baik emas maupun perak tetap berada di bawah harga pasar jika dibandingkan dengan reaksi harga selama konflik Timur Tengah di masa lalu.
"Jika kesepakatan damai tersebut bertahan, para pedagang diperkirakan akan mengurangi penjualan dan kembali memperlakukan emas sebagai aset aman dan alternatif bagi aset AS, termasuk dollar," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Para pedagang logam mulia sedang menunggu serangkaian keputusan bank sentral minggu ini. Federal Reserves salah satu yang akan mengambil keputusan tersebut dijadwalkan bertemu di bawah ketua baru Kevin Warsh untuk pertama kalinya. Ekspektasi pasar mengarah pada kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News