MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik setelah Presiden AS Donald Trump dan Iran sepakat genjatan senjata dua minggu untuk menyelesaikan pembicaraan tentang mengakhiri perang, yang telah mengguncang pasar global.
Mengutip Bloomberg, Rabu (8/4), harga emas spot naik 2,21% menjadi US$ 4.810,52 per troi ons pada pukul 14.22 WIB. Harga emas hari ini memperpanjang kenaikan sebesar 1,2% pada sesi sebelumnya.
Trump mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa ia telah setuju untuk menangguhkan pengeboman, kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan untuk melenyappkan seluruh peradaban Iran. Ia menambakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz adalah syarat mutlak untuk jeda tersebut.
Sementara, Iran mengatakan bahwa jalur aman selat itu dimungkinkan selama dua minggu.
Harga minyak terjun di bawah US$ 100 per barel dan dollar AS turun, mendukung emas yang dihargai dalam mata uang AS.
Baca Juga: Pasca-Turun Dua Hari, Harga Emas Naik Tipis di sekitar US$ 4.660
Pasar saham menguat, dengan indeks MSCI Asia Pasifik mencapai level tertinggi tiga minggu. Sejak perang di Timur Tengah dimulai, emas diperdagangkan sebagian besar sejalan dengan saham, di mana daya tariknya sebagai aset aman meredup karena kebutuhan sebagian investor untuk menutupi kerugian pada aset lain dalam portofolio mereka.
Menurut Ahmad Assiri, Ahli Strategi di Pepperstone Group Ltd., kenaikan harga emas di atas US$ 4.800 mencerminkan kalibrasi ulang risiko, bukan pergeseran tren secara penuh. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar sekarang memperhitungkan probabilitas gangguan berkepanjangan yang lebih rendah, sambil tetap mempertahankan diskon yang signifikan dibandingkan dengan kondisi krisis Iran.
Konflik yang memasuki minggu keenam telah menyebabkan lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda penurunan suku bunga atau bahkan menaikkannya. Para pedagang obligasi memperkirakan Federal Reserves akan mempertahankan suku bunga tetap stabil hingga akhir tahun, yang akan menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Rabu (8/4) Melonjak Rp 50.000!
Harga emas telah turun sekitar 9% sejak perang dimulai akhir Februari. Pemulihan moderat dalam beberapa hari terakhir didorong oleh harapan akan gencatan senjata, serta ekspektasi bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menjadi penyeimbang terhadap suku bunga yang tetap stabil atau lebih tinggi.
Assiri menilai, dalam jangka pendek emas tetap sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Gencatan senjata saat ini memberikan sedikit kelegaan, tetapi bersifat bersyarat dan rapuh.
"Tanda-tanda kegagalan apa pun terutama di sekitar Selat Hormuz, kemungkinan akan kembali menimbulkan volatilitas dan risiko penurunan," prediksinya mengutip Bloomberg, Rabu (8/4).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News