MOMSMONEY.ID - Ada beberapa cara mengelola asam urat yang perlu diketahui. Penyakit asam urat merupakan suatu kondisi kadar asam urat yang meningkat di atas kisaran normal 2,5-7 mg/dL untuk pria dan 1,5-6 mg/dL untuk wanita.
Ketika kadar asam urat dalam darah melebihi 6,8 mg/dL, kristal dapat terbentuk di persendian. Dr. Avinash Mandloi, dokter spesialis ortopedi, memaparkan, faktor-faktor seperti obesitas dan obat-obatan tertentu dapat berkontribusi pada peningkatan kadar asam urat.
Menurut laman Medanta.org, asam urat terbentuk dalam tubuh sebagai produk limbah selama pemecahan bahan kimia yang disebut purin. Hati dan mukosa usus mengeluarkan sebagian besar senyawa ini, ginjal menghilangkan dua pertiganya dan saluran pencernaan menangani sepertiga sisanya.
Baca Juga: Rahasia Tidur Pulas Asam Urat: Terapkan 7 Cara Ini Agar Sendi Tak Lagi Nyeri
Pada individu yang sehat, asam urat larut dalam darah dan melewati ginjal ke dalam urin. Namun, masalah muncul jika tubuh menghasilkan asam urat yang berlebihan atau gagal menghilangkan cukup asam urat.
Lebih jauh lagi, kondisi ini menyebabkan kristal tajam terbentuk di persendian dan jaringan sekitarnya.
Hubungan asam urat dan kondisi kesehatan lainnya
Dampak peningkatan kadar asam urat meluas melampaui masalah persendian. Ada hubungan antara kadar asam urat tinggi dan beberapa kondisi kesehatan seperti berikut:
- Penyakit ginjal
- Penyakit jantung
- Tekanan darah tinggi
- Diabetes
- Penyakit hati berlemak
- Kadar trigliserida tinggi
Selain itu, kelompok tertentu menghadapi risiko lebih tinggi terkena hiperurisemia. Mulai dari obesitas, konsumsi alkohol, dan penderita hipotiroidisme.
Hubungan antara asam urat dan kesehatan secara keseluruhan terbukti kompleks. Meski kadar tinggi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan, asam urat sebenarnya berfungsi sebagai sinyal yang memperingatkan sistem kekebalan tubuh terhadap kerusakan sel dan membantu memicu respons imun bawaan dan adaptif.
Akibatnya, menjaga kadar asam urat yang seimbang sangat penting untuk pengelolaan kesehatan secara keseluruhan.
Baca Juga: Kaku Pagi Hari Jadi Tanda Tubuh Kelebihan Asam Urat lo, Ini Pencegahannya
Cara mengurangi asam urat secara alami
Ikuti beberapa cara mengurangi asam urat secara alami berikut ini:
1. Hidrasi yang cukup
Dehidrasi berhubungan langsung dengan peningkatan kadar asam urat. Oleh karena itu, menyimpan botol air dan mengatur pengingat setiap jam untuk minum air dapat membantu menjaga hidrasi yang tepat sepanjang hari.
Minum setidaknya delapan gelas air putih setiap hari untuk membantu ginjal membuang kelebihan asam urat secara efektif.
2. Aktivitas fisik ringan
Olahraga teratur dapat memperpanjang umur hingga 4-6 tahun pada orang dengan kadar asam urat tinggi. Namun, penting untuk memilih jenis olahraga yang tepat.
Aktivitas intensitas rendah hingga sedang seperti berenang, berjalan kaki, atau bersepeda terbukti paling bermanfaat. Sementara, olahraga intensitas tinggi dapat memicu lonjakan asam urat.
3. Pengelolaan berat badan
Mengurangi kalori dan menjaga berat badan yang sehat menurunkan kadar asam urat, bahkan tanpa mengikuti diet rendah purin. Pengelolaan berat badan yang tepat membantu mengurangi resistensi insulin yang dapat meningkatkan risiko peningkatan kadar asam urat.
4. Konsumsi makanan & minuman sehat
Anda bisa mengonsumsi cuka apel untuk menurunkan asam urat. Campurkan satu sendok makan dalam air setiap hari untuk membantu menyeimbangkan pH tubuh.
Selain itu, pilih makanan kaya vitamin C secara teratur untuk membantu menurunkan kadar asam urat secara alami. Konsumsi kopi berkafein dalam jumlah sedang juga bisa membantu mengurangi risiko asam urat
Pilihan makanan tinggi serat seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran mendukung metabolisme asam urat yang tepat. Untuk hasil optimal, kombinasikan pengobatan ini dengan hidrasi yang cukup.
Makanan terbaik untuk menurunkan asam urat
Kebiasaan makan memainkan peran penting dalam mengelola kadar asam urat. Berikut adalah beberapa makanan umum yang bermanfaat dalam menurunkan kadar asam urat:
- Ceri dan beri mampu mengendalikan asam urat.
- Jeruk bali.
- Paprika dan brokoli.
- Kiwi dan jambu biji.
- Karbohidrat kompleks, terutama beras merah dan gandum utuh menjaga asam urat tetap stabil.
- Kacang-kacangan seperti buncis, dan tahu menawarkan alternatif protein yang membantu menjaga kadar asam urat tetap rendah.
- Teh hijau patut mendapat perhatian khusus, terutama karena sifat antioksidannya yang membantu mengelola kadar asam urat.
Baca Juga: Tips Makan Daging Kurban agar Asam Urat Tetap Aman: Cek Cara Olah Dagingnya
Makanan yang harus dihindari untuk mengontrol asam urat
Mengelola kadar asam urat membutuhkan perhatian cermat terhadap pilihan makanan. Terutama, berfokus pada makanan yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat seperti berikut:
- Daging: Jeroan berada di urutan teratas daftar makanan yang harus dihindari, karena mengandung kadar purin tertinggi. Pasien harus menghilangkan hati, jeroan, ginjal, dan jeroan lainnya dari isi piring.
- Konsumsi daging merah membutuhkan moderasi yang cermat. Meski tidak setinggi purin seperti jeroan, Anda harus membatasi konsumsi daging sapi, domba, dan babi hingga 4 ons per hari.
- Seafood: Meski tidak semua seafood menimbulkan risiko yang sama, kerang, sarden, teri, tuna dan lobster mengandung kadar purin yang sangat tinggi.
- Alkohol: Minuman beralkohol menimbulkan risiko terbesar. Meski anggur menunjukkan dampak yang lebih kecil, semua minuman beralkohol dapat memengaruhi kadar asam urat dengan mengganggu fungsi ginjal.
- Makanan tinggi gula: Minuman manis dan makanan tinggi fruktosa juga perlu diwaspadai. Pria yang mengonsumsi dua atau lebih minuman manis setiap hari menghadapi risiko serangan asam urat 85% lebih tinggi.
Selain itu, konsumsi makanan olahan juga mengandung purin, pengawet, dan aditif yang dapat memengaruhi kadar asam urat. Jadi, batasi konsumsinya agar asam urat tidak melambung tinggi. Itulah cara mengelola asam urat yang perlu diketahui.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News