MOMSMONEY.ID - Gaya hidup tidak sehat bisa memicu risiko pembengkakan sendi karena asam urat. Selama berabad-abad, asam urat telah dikaitkan dengan konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, dan gaya hidup kurang gerak.
Dr. Don L. Goldenberg, dokter spesialis reumatologi memaparkan bahwa gaya hidup sehat dapat mengimbangi faktor risiko genetik untuk terjadinya penyakit asam urat. Terdapat peningkatan risiko asam urat tujuh kali lipat pada individu dengan predisposisi genetik terhadap asam urat dan gaya hidup yang tidak sehat.
Dilansir dari Medcentral.com menyampaikan bahwa obesitas merupakan faktor risiko penting untuk penyakit asam urat. Seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas global dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir, demikian pula prevalensi asam urat global.
Baca Juga: Terapi Asam Urat: Akupunktur dan Herbal Lebih Aman dari Obat
Penurunan berat badan akan membantu penurunan kadar asam urat, terutama pada pasien dengan sindrom metabolik. Target penurunan berat badan yang wajar adalah 3 hingga 5 pon per bulan menuju berat badan ideal.
Tips dan strategi untuk mencegah kambuhnya asam urat
Berikut beberapa tips dan strategi untuk membantu mencegah kambuhnya asam urat:
1. Tetap terhidrasi selalu
Tetap terhidrasi dengan minum lebih banyak ai) adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah kambuhnya asam urat dan mengurangi gejalanya. Kemampuan ekskresi asam urat sebanding dengan aliran urin.
Meningkatkan konsumsi air putih membantu mengeluarkan asam urat dari tubuh. Hal ini memaksa ginjal untuk melepaskan cairan berlebih, mengurangi konsentrasi asam urat dan risiko pembentukan kristal di persendian.
Usahakan untuk minum setidaknya delapan gelas air setiap hari agar tetap terhidrasi dengan baik. Jika Anda memiliki penyakit ginjal atau gagal jantung kongestif, konsultasikan dengan dokter sebelum meningkatkan konsumsi cairan.
2. Pilih latihan berampak rendah
Berolahraga menurunkan kadar asam urat dalam darah. Ketika tubuh tidak sering bergerak, persendian jadi kaku dan kurang fleksibel. Berbagai jenis olahraga dapat membantu memulihkan mobilitas setelah serangan asam urat.
Latihan otot dengan dampak tinggi atau berat dapat memberi tekanan berlebihan pada persendian dan meningkatkan kadar asam urat. Aktivitas fisik intensitas sedang mengurangi konsentrasi asam urat pada individu obesitas.
Oleh karena itu, pilihlah olahraga berdampak rendah seperti berenang, bersepeda, atau berjalan kaki.
3. Pertahankan berat badan yang sehat
Membawa beban berlebih meningkatkan tekanan pada persendian dan meningkatkan kadar asam urat. Singkatnya, penambahan berat badan merupakan faktor risiko yang kuat untuk serangan asam urat.
Kabar baiknya, kadar asam urat dapat diturunkan dengan mengurangi berat badan. Hal ini dapat dicapai melalui modifikasi diet dan olahraga teratur.
Ketika Anda menurunkan berat badan berlebih, maka bisa memperbaiki kekurangan ekskresi dan kelebihan produksi asam urat dalam tubuh. Menjaga berat badan yang sehat melalui diet seimbang dan olahraga dapat menurunkan risiko serangan asam urat.
4. Konsumsi makanan yang sehat
Pola makan sehat dan seimbang adalah kombinasi makanan kaya nutrisi dan makanan yang diproses seminimal mungkin. Makanan-makanan ini akan membantu mengurangi kadar asam urat.
Hindari makanan tinggi purin seperti daging merah, kerang, dan minuman manis karena bisa meningkatkan kadar asam urat. Makanan nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian boleh dikonsumi.
Fokuslah pada pola makan dengan buah dan sayuran. Buah dan sayuran mengandung antioksidan dalam jumlah tinggi yang dapat mengurangi peradangan. Penderita asam urat juga dapat mengonsumsi makanan rendah lemak, biji-bijian utuh, rendah karbohidrat, dan protein tanpa lemak.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Wajib Tahu, Ini Dia Manfaat Ajaib Lemon & Cuka Apel
5. Hindari alkohol
Alkohol dapat meningkatkan kadar asam urat dan memicu serangan asam urat. Jadi, cobalah untuk membatasi konsumsi alkohol atau menghindarinya sama sekali
Inilah berbagai gaya hidup tidak sehat yang bisa memicu risiko pembengkakan sendi karena asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News