MOMSMONEY.ID - Banyak orang mengira bahwa menurunkan berat badan harus selalu melibatkan latihan fisik yang berat, berlari marathon, atau berlangganan gym yang mahal. Padahal, aktivitas fisik yang paling sederhana dan sering terabaikan, yaitu jalan kaki, merupakan salah satu olahraga kardio terbaik untuk membakar lemak tubuh.
Jalan kaki adalah bentuk latihan yang mudah diakses, minim risiko cedera, dan dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memerlukan peralatan khusus.
Jalan kaki secara konsisten terbukti efektif menciptakan defisit kalori serta memicu pembakaran lemak tanpa menyebabkan lonjakan hormon stres berlebih. Aktivitas ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus merangsang metabolisme harian secara berkelanjutan.
Baca Juga: 5 Ramuan Tradisional Alami yang Ampuh Bikin Tubuh Langsing dan Singset, Coba yuk
Melansir Harvard T.H. Chan School of Public Health, Mayo Clinic, dan Healthline, berikut adalah 4 alasan jalan kaki bagus untuk menurunkan berat badan.
1. Membakar Kalori Tanpa Memicu Rasa Lapar Berlebih
Salah satu masalah utama saat melakukan olahraga dengan intensitas sangat tinggi (seperti HIIT atau lari cepat) adalah munculnya lonjakan hormon ghrelin. Ini adalah hormon yang memicu rasa lapar hebat setelah berolahraga. Akibatnya, banyak orang justru mengonsumsi kalori berlebih setelah berlatih.
Berbeda dengan olahraga berat, jalan kaki dengan kecepatan sedang (brisk walking) mampu membakar kalori secara konstan. Jumlahnya sekitar 150-200 kalori per 30 menit (tergantung berat badan) tanpa memicu lonjakan rasa lapar berlebih.
Hal ini memudahkan Anda untuk tetap berada dalam kondisi defisit kalori tanpa harus tersiksa oleh rasa lapar yang tajam.
2. Efektif Membakar Lemak Viseral dan Lemak Membandel di Perut
Jalan kaki termasuk kategori latihan aerobik zona intensitas rendah hingga sedang (Low-Intensity Steady State / LISS). Pada zona detak jantung ini, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, bukan glikogen (gula otot).
Berbagai penelitian medis menunjukkan bahwa jalan kaki teratur secara spesifik efektif mengikis lemak viseral. Ini merupakan jenis lemak berbahaya yang menumpuk di dalam rongga perut dan mengelilingi organ-organ vital.
Berkurangnya lemak viseral tidak hanya membuat lingkar pinggang menyusut, tetapi juga menurunkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi.
Baca Juga: 10 Ide Kamar Mandi Ramah Lansia yang Terjamin, Nyaman dan Tetap Modis
3. Menurunkan Hormon Kortisol Pemicu Penumpukan Lemak
Stres kronis memicu pelepasan hormon kortisol berlebih di dalam tubuh. Hormon kortisol yang tinggi dapat memperlambat metabolisme dan proses pembakaran energi, sekaligus mendorong tubuh untuk menyimpan lemak di area perut.
Jalan kaki, terutama yang dilakukan di luar ruangan atau di area terbuka, memiliki efek terapeutik yang mampu menenangkan sistem saraf, meredakan stres, dan menurunkan kadar kortisol secara signifikan.
Ketika tingkat stres terkontrol dengan baik, tubuh menjadi lebih efisien dalam membakar energi dan proses penurunan berat badan berjalan jauh lebih lancar.
4. Sangat Fleksibel, Minim Risiko Cedera, dan Mudah Dijadikan Kebiasaan Jangka Panjang
Kunci paling krusial dalam program penurunan berat badan bukanlah seberapa berat olahraga yang Anda lakukan dalam satu hari, melainkan seberapa konsisten Anda melakukannya selama bertahun-tahun.
Olahraga berat sering kali memicu nyeri otot berlebih, kelelahan kronis, atau cedera sendi yang membuat orang kapok dan berhenti di tengah jalan. Jalan kaki memiliki dampak benturan yang sangat rendah pada sendi lutut dan pergelangan kaki.
Karena tidak membebani tubuh secara ekstrem, jalan kaki sangat mudah disisipkan ke dalam rutinitas harian. Contohnya, berjalan saat berangkat kerja, berjalan setelah makan siang, atau berkeliling kompleks rumah di sore hari. Kebiasaan ini akan membentuk gaya hidup aktif yang bertahan selamanya.
Itulah 4 alasan jalan kaki bagus untuk menurunkan berat badan. Guna memaksimalkan pembakaran lemak saat jalan kaki, cobalah untuk menerapkan teknik brisk walking (jalan cepat dengan kecepatan sekitar 4,8-6 km/jam) di mana Anda masih bisa berbicara tetapi tidak bisa bernyanyi.
Lakukan secara konsisten selama 30-45 menit setiap hari. Atau, bidik target 8.000 hingga 10.000 langkah harian menggunakan bantuan aplikasi pemantau langkah (pedometer).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News