MOMSMONEY.ID - Berawal dari produksi rumahan, simak, yuk, tips bisnis makanan dari pendiri Magfood berikut ini.
Memulai bisnis makanan memang terlihat sederhana. Namun, membangun hingga bertahan puluhan tahun jelas bukan perkara mudah. Hal itu dibuktikan PT MagFood Inovasi Pangan yang genap berusia 25 tahun pada 2026.
Didirikan pada Februari 2001 oleh Yanty Melianty Warko, Magfood berangkat dari produksi rumahan di garasi.
Kini, perusahaan tersebut berkembang menjadi produsen food seasoning dengan 99 varian rasa, frozen food, hingga penyedia jasa pengembangan produk bagi pelaku industri makanan ringan dan jaringan food service.
Bagi Anda yang ingin membangun bisnis makanan dan bumbu, ada sejumlah pelajaran penting dari perjalanan Yanty.
Pertama, mulai dari ide dan business plan yang matang Yanty menekankan pentingnya perencanaan sejak awal.
Menurutnya, memulai usaha MAGFOOD dari nol yang awalnya tanpa ada apa-apa sampai terwujud saat ini sangatlah tidak mudah.
Baca Juga: Naik Kelas dari Workshop Lokal, Simak Pelajaran Bisnis dari Bikintopi
"Dimulai dari sebuah ide yang dituangkan dalam sebuah business plan untuk membuat rencana bisnis hasil kreasi produk rempah Indonesia yang bisa menawarkan nilai tambah dengan membuka peluang usaha jaringan nasional dan global,” ujar Yanty dalam keterangan Senin (23/2).
Artinya, jangan sekadar ikut tren. Pastikan produk punya nilai tambah dan rencana pengembangan yang jelas.
Kedua, bangun sistem, bukan sekadar jual produk Sejak awal, Magfood tidak hanya menjual bumbu.
Yanty merancang model bisnis berbasis sistem, jaringan, dan duplikasi usaha agar bisa berkembang melalui kemitraan.
Ekspansi dimulai dari gerobak Magfood Red Crispy yang sempat mencapai 270 outlet, lalu bertransformasi menjadi Amazy Family Resto pada 2007 dan berkembang hingga Malaysia.
Model ini menunjukkan, jika ingin bisnis bertahan lama, Anda perlu memikirkan skalabilitas sejak awal.
Ketiga, perhatikan legalitas dan standar mutu Dalam bisnis makanan, kualitas dan keamanan produk tak bisa ditawar. Seluruh produk Magfood telah mengantongi sertifikasi BPOM, halal BPJPH, dan HACCP.
Baca Juga: Dari Keamanan Pangan hingga Konsistensi, Ini Tips Bisnis Katering ala Dapur Pangeran
Tak hanya itu, Magfood juga menyediakan jasa R&D untuk membantu UMKM merancang konsep produk, formula, harga, kemasan, hingga pengurusan legalitas, seperti nomor MD BPOM dan sertifikasi halal.
Legalitas yang lengkap bukan hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tapi juga membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Keempat, siapkan mental menghadapi persaingan bisnis kuliner dikenal sangat kompetitif. Yanty mengakui perjalanan 25 tahun bukan tanpa hambatan.
“Perjalanan panjang 25 tahun tidaklah mudah dan penuh kendala di tengah persaingan usaha makanan yang makin ketat. Mengembangkan organisasi internal adalah salah satu yang banyak kendala dalam mengembangkan SDM yang kompeten dan punya integritas,” katanya.
Oleh karena itu, selain produk, kekuatan tim dan integritas SDM menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Kelima, manfaatkan digital dan kemitraan. Ke depan, Magfood menargetkan penguatan ekosistem usaha melalui inovasi produk, jaringan kemitraan, serta pemanfaatan kanal digital, seperti e-commerce, marketplace, media sosial, dan TikTok Shop.
Magfood juga membuka berbagai peluang usaha, mulai dari reseller dan dropshipper Amazy Frozen dengan modal mulai Rp 500.000, hingga paket usaha booth mobile Amazy dengan investasi Rp 15 juta.
Skema dropship memungkinkan mitra berjualan tanpa menyimpan stok karena pengiriman dilakukan dari pusat, sehingga lebih efisien secara logistik.
Selanjutnya: Simak Sederet Manfaat yang Bisa Diraih Mitra Lalamove, dari BPJS hingga Umrah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News