MOMSMONEY.ID - Tren fesyen selalu jadi perbincangan menarik kala perempuan sedang berkumpul. Bagaimana selera berpakaian yang berubah seiring waktu, serta warna atau model pakaian antar perempuan yang bisa menginspirasi lainnya selalu jadi topik hangat kala kaum hawa bertemu.
Ini salah satu yang menjadi obrolan hangat sepasang sahabat karib Sheila Dara dan Fita Anggriani.
Sheila mengatakan seiring menjalani berbagai peran, cara ia melihat dirinya sendiri ikut berkembang, termasuk dalam hal berpakaian. Selera berpakaiannya berkembang menjadi sesuatu yang lebih personal dan dekat dengan dirinya sendiri.
"Fashion aku pasti berubah. Aku yang tahun 2013 jauh banget dibanding sekarang secara style," ujar Sheila dalam peluncuran koleksi perdana Uniqlo and Cecilie Bahnsen Spring/Summer 2026 yang mengusung tema “Shaps of Poetry” di Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (20/5).
"Persamaannya mungkin masih sama-sama melihat apa yang lagi tren, tapi dulu aku cenderung blindly follow the trend. Kalau sekarang, aku lebih bisa memilah mana yang memang sesuai dengan core identity aku," katanya.
Pernyataan itu terasa seperti cerminan bahwa fungsi pakaian adalah memberi ruang bagi pemakainya untuk menemukan rasa nyamannya sendiri.
Disisi lain, Bagi Fita yang merupakan seorang ibu dan public figure, urusan fesyen adalah soal menyentuh sesuatu yang sangat dekat dengannya. Salah satu momen paling personal ketika Fita bercerita tentang putrinya, Emma.
"Aku memang dari awal menikah pengen punya anak perempuan karena rasanya seru membayangkan bisa dandan bareng. Tapi ternyata semakin Emma besar, dia juga semakin punya opini sendiri soal fashion yang dia suka. Sekarang dia sudah bisa pilih sendiri mau pakai yang mana," ceritanya.
Baca Juga: Uniqlo Dorong Gaya Hidup Aktif Lewat Uniqlo In Motion
Pakaian memang bukan sekadar apa yang kita kenakan, melainkan bagian dari cara kita hidup, tumbuh, dan terhubung dengan orang-orang yang penting baik itu sahabat ataupun keluarga.
Hal ini yang membentuk kolaborasi Uniqlo dan Cecilie Bahnsen dalam membuat koleksi yang tidak hanya menawarkan keseimbangan antara fungsi dan keindahan. Tetapi juga merayakan berbagai bentuk hubungan, pertumbuhan, dan ekspresi diri perempuan dalam kesehariannya.
Cecilie Bahnsen adalah desainer asal Denmark yang dikenal karena kemampuannya mempertemukan dua hal. Yaitu keindahan couture dan kenyamanan untuk dipakai setiap hari.
Lulusan Royal College of Art London ini mendirikan labelnya sendiri di Copenhagen pada 2015, dan sejak itu menjadi salah satu suara paling distingtif dalam fashion kontemporer, dengan pendekatan desain yang feminin, romantis, namun selalu grounded dalam fungsi.
Kolaborasi ini sendiri punya cerita asal yang cukup menarik. Pada 2019, saat Uniqlo membuka toko pertamanya di Denmark, Yukihiro Katsuta (Senior Executive Officer Fast Retailing sekaligus Head of R&D Uniqlo ) bertemu Cecilie secara kebetulan.
Ia langsung tertarik pada pendekatan Cecilie terhadap detail khas couture dan materialitas. Tujuh tahun kemudian, koneksi itu akhirnya menemukan bentuknya dalam kolaborasi ini.
"Saya selalu mengagumi design ethics dari brand Jepang. Filosofi LifeWear Uniqlo terasa sangat dekat dengan pendekatan kami, yang berdasar pada bagaimana perempuan bergerak, hidup, dan mengekspresikan diri melalui pakaian," kata Cecilie.
"Saya berharap koleksi ini dapat memberi ruang bagi lebih banyak perempuan dan anak perempuan di berbagai belahan dunia untuk mengenakan koleksi ini dengan cara mereka sendiri," imbuhnya.
Baca Juga: Uniqlo Spring/Summer 2026 Cocok Jadi Rekomendasi Koleksi Fesyen Sehari-hari
Dikenal melalui pendekatan desain yang feminin, romantis, sekaligus modern dan kontemporer, Cecilie Bahnsen menerjemahkan detail khas desainnya seperti motif floral, siluet bervolume, frill, dan shirring ke dalam busana yang lebih wearable untuk keseharian perempuan masa kini.
Kolaborasi ini juga menjadi lini childrenswear pertama Cecilie, menghadirkan dress, T-shirt, dan skort untuk anak perempuan dengan desain yang selaras dengan koleksi dewasa.
Bagi Uniqlo Indonesia, kolaborasi ini bukan sekadar mempertemukan dua nama dalam dunia fashion, melainkan pertemuan antara pendekatan everyday couture khas Cecilie Bahnsen dengan filosofi LifeWear yang mengedepankan kenyamanan, kualitas, dan fungsi untuk kehidupan sehari-hari.
"DNA Cecilie Bahnsen yang feminin dan penuh craftmanship terasa sangat selaras dengan komitmen LifeWear terhadap kenyamanan dan kualitas," ujar Evy Christina Setiawan, Senior Marketing Manager Uniqlo Indonesia.
"Lewat koleksi ini, kami ingin menghadirkan pakaian yang terasa romantis dan istimewa, namun tetap terasa ringan, versatile, dan nyaman dipakai sehari-hari. Jadi bukan hanya terasa istimewa secara desain, tapi juga benar-benar bisa hidup bersama penggunanya," sebutnya.
Evy menambahkan, koleksi ini sekaligus menghadirkan interpretasi modern femininity yang lebih personal dan menawarkan fleksibilitas yang luas dalam hal styling.
"Koleksi ini dirancang versatile dan mudah dipadupadankan untuk berbagai momen keseharian, mulai dari hangout, bekerja, hingga menemani anak bermain. Setiap perempuan bisa mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda melalui koleksi yang sama," ungkap Evi lebih lanjut.
Koleksi Uniqlo and Cecilie Bahnsen Spring/Summer 2026 Shapes of Poetry akan dipasarkan mulai 27 Mei 2026 di seluruh toko Uniqlo Indonesia.
Koleksi lengkap dapat ditemukan di toko Uniqlo Pondok Indah Mall 3, Senayan City, Plaza Indonesia (segera dibuka pada 27 Mei 2026), serta secara online melalui Uniqlo Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News