MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi mengalami technical rebound pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026 lantaran sudah berada dalam kondisi sangat jenuh jual. Cek proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
M. Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai, secara teknikal, indikator RSI menunjukkan IHSG sudah berada pada area extremely oversold. Selain itu, indeks disebut telah berhasil menguji target wave 5/A alternatif dan membentuk pola bullish pin bar, sehingga peluang pelemahan lanjutan dinilai mulai terbatas.
“Peluang technical rebound dapat terjadi terutama pada saham-saham big caps yang sudah terkoreksi dalam,” tulis Nafan dalam riset hariannya. Sektor energi dan komoditas masih berpotensi relatif kuat karena mendapat dukungan dari tingginya harga energi global.
IHSG saat ini memiliki area support di level 6.081 dan 5.858, sedangkan area resistance berada di level 6.252 dan 6.347.
Sekadar mengingatkan, pada Jumat akhir pekan lalu (22/5), IHSG ditutup rebound 1,1% ke level 6.162,05. Ini adalah kenaikan pertama setelah delapan hari turun dan terpangkas sekitar 15%.
Perlu diwaspadai juga, tekanan asing masih membayangi pasar saham domestik. Tercatat, investor asing membukukan net foreign sell harian sebesar Rp 1,07 triliun. Sementara secara tahun berjalan (year to date), aksi jual bersih asing telah mencapai Rp 51,42 triliun.
Adapun performa IHSG sepanjang 2026 masih terkoreksi 28,74%.
Rekomendasi saham
Sejumlah sentimen menjadi perhatian pasar. Dari sisi sentimen global, pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait potensi kesepakatan perdamaian dengan Iran, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Jika terealisasi, langkah tersebut dinilai dapat membantu meredakan gangguan pada pasar energi global yang selama ini turut mendorong tekanan inflasi di Amerika Serikat.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih menjadi perhatian pasar setelah melemah 0,28% ke level Rp 17.717 per dolar AS, meskipun Bank Indonesia sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin. Investor disebut masih bersikap wait and see terhadap efektivitas langkah stabilisasi yang dilakukan bank sentral.
Selain faktor global dan nilai tukar, pasar juga mencermati perkembangan kebijakan investasi nasional, termasuk arah pengembangan proyek industri dan rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Nafan pun menyarankan investor untuk tetap selektif dengan fokus pada saham berfundamental solid, valuasi murah, serta emiten yang mulai menunjukkan indikasi pembalikan tren. Disiplin dalam menerapkan manajemen risiko juga dinilai penting di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Berikut rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini:
1. AKRA – Pullback Potential
Rekomendasi: Buy
Area beli: 1.280–1.380
Target harga:
TP1: 1.395
TP2: 1.435
TP3: 1.490
Support: 1.280 dan 1.215
2. BBTN – Upside Still Intact
Rekomendasi: Buy
Area beli: 1.230–1.310
Target harga:
TP1: 1.325
TP2: 1.375
TP3: 1.515
Support: 1.230 dan 1.175
3. INCO – Attempting to Surpass Its Gap Zone
Rekomendasi: Add
Area beli: 4.460–5.750
Target harga:
TP1: 5.825
TP2: 6.600
Support: 4.460 dan 4.290
Perlu diingat, rekomendasi ini ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Investor disarankan melakukan analisis tambahan dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News