MOMSMONEY.ID - Dalam dunia perawatan kulit, istilah peeling dan eksfoliasi sangat sering digunakan secara bergantian. Sehingga, banyak orang menganggap keduanya adalah hal yang sama.
Meskipun memiliki tujuan akhir yang serupa, yaitu menyingkirkan sel kulit mati agar wajah tampak lebih cerah, namun kedua teknik ini sebenarnya memiliki metodologi, kedalaman penetrasi, dan hasil yang berbeda secara signifikan.
Kesalahan dalam memahami batasan antara eksfoliasi harian dan tindakan peeling dapat menyebabkan iritasi parah atau kerusakan pada skin barrier.
Baca Juga: Skincare Sulit Meresap? Ini 4 Tanda Kulit Wajah Butuh Peeling yang Wajib Anda Tahu
Mengenali karakteristik masing-masing antara peeling dan eksfoliasi adalah kunci untuk mendapatkan kulit yang halus tanpa efek samping.
Simak dan catat, inilah 4 perbedaan peeling dan eksfoliasi, sebagaimana dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD) dan Harvard Health Publishing.
1. Kedalaman Lapisan Kulit yang Dijadikan Target
Perbedaan paling mendasar antara kedua perawatan ini terletak pada seberapa dalam mereka bekerja di jaringan kulit.
Eksfoliasi pada umumnya hanya bekerja pada lapisan terluar kulit (permukaan epidermis) untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang sudah longgar dan siap luruh. Proses ini bersifat superfisial.
Sementara itu, peeling terutama jenis chemical peeling profesional yang dilakukan di klinik, memiliki kemampuan untuk menembus lapisan kulit yang lebih dalam, mulai dari lapisan epidermis bagian dalam hingga mencapai lapisan dermis atas.
Karena penetrasinya yang lebih dalam, peeling mampu merangsang pertumbuhan sel kulit baru dari bawah secara lebih intensif.
2. Metode dan Agen Pengelupasan yang Digunakan
Eksfoliasi memiliki cakupan metode yang lebih luas. Ini terbagi menjadi dua jenis yakni mekanis (fisik) dan kimiawi ringan.
Eksfoliasi mekanis menggunakan butiran halus seperti scrub, sikat wajah, atau handuk. Sedangkan eksfoliasi kimiawi menggunakan asam dengan konsentrasi rendah seperti yang ditemukan pada toner harian.
Di sisi lain, peeling hampir selalu menggunakan metode kimiawi murni dengan cairan asam konsentrasi tinggi (seperti glycolic acid, salicylic acid, dan trichloroacetic acid) atau menggunakan teknologi laser.
Agen kimia pada peeling bekerja dengan cara sengaja merusak atau melarutkan lapisan kulit atas yang bermasalah agar terjadi proses pengelupasan total dalam skala yang lebih besar.
Baca Juga: Minat Work from Bali Tinggi, Rukita Luncurkan Rukita Mahina Living Kuta Bali
3. Frekuensi Penggunaan dan Rutinitas Perawatan
Karena intensitas kekuatannya berbeda, frekuensi ideal untuk melakukan eksfoliasi dan peeling pun tidak sama.
Eksfoliasi adalah bagian dari rutinitas perawatan kulit jangka pendek yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah sebanyak 2-3 kali dalam seminggu, tergantung pada jenis dan toleransi kulit Anda.
Sebaliknya, peeling bukanlah perawatan yang bisa atau boleh dilakukan sesering itu. Tindakan peeling konsentrasi tinggi biasanya hanya dilakukan sekali dalam sebulan atau bahkan setiap beberapa bulan sekali.
Peeling sangat disarankan untuk dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis kulit atau estetisian profesional guna menghindari risiko luka bakar kimia.
4. Waktu Pemulihan dan Efek Samping yang Ditimbulkan
Proses pemulihan setelah tindakan adalah pembeda yang sangat nyata bagi para pengguna skincare.
Setelah melakukan eksfoliasi ringan, kulit Anda umumnya tidak memerlukan waktu pemulihan sama sekali (no downtime). Wajah Anda bisa langsung terlihat segar dan Anda dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Namun, setelah melakukan prosedur peeling, kulit wajah biasanya akan melewati fase downtime. Wajah Anda mungkin akan mengalami kemerahan dan terasa kencang. Dalam waktu beberapa hari setelahnya, kulit akan benar-benar mengelupas secara visual (seperti kulit yang bersisik).
Proses pengelupasan pasca-peeling ini merupakan bagian dari regenerasi yang memerlukan perawatan pasca-tindakan yang sangat ketat.
Itulah 4 perbedaan peeling dan eksfoliasi yang perlu Anda tahu. Baik setelah melakukan eksfoliasi maupun peeling, kulit baru yang sensitif akan terekspos.
Oleh karena itu, Anda wajib menghentikan penggunaan bahan aktif keras seperti retinol untuk sementara waktu dan memperbanyak hidrasi dengan moisturizer yang menenangkan.
Jangan lupa menggunakan sunscreen dengan proteksi tinggi di pagi hari agar kulit tidak mengalami hiperpigmentasi akibat sinar matahari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News