M O M S M O N E Y I D
Bugar

Benarkah Cuka Apel Bisa Menurunkan Berat Badan? Cek Faktanya di Sini

Benarkah Cuka Apel Bisa Menurunkan Berat Badan? Cek Faktanya di Sini
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Sebenarnya, benarkah cuka apel bisa menurunkan berat badan atau tidak? Yuk, intip faktanya berikut ini!

Cuka apel kemungkinan besar tidak menyebabkan penurunan berat badan secara langsung. Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim bahwa cairan hasil fermentasi apel ini secara efektif membantu menurunkan berat badan.

Beberapa orang percaya bahwa cuka apel dapat menekan nafsu makan dan meningkatkan pembakaran kalori jika dikonsumsi sebelum makan, baik dalam bentuk cair maupun suplemen. Namun, bukti ilmiah yang ada sangat terbatas.

Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa studi berskala kecil memang menunjukkan potensi manfaat, tetapi belum cukup kuat untuk dijadikan dasar rekomendasi. Oleh karena itu, para ahli menilai bahwa dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikan efektivitasnya dalam mengendalikan berat badan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cuka apel mungkin bisa membantu menimbulkan rasa kenyang lebih lama, sehingga membuat seseorang makan lebih sedikit. Namun, hasil penelitian masih bervariasi dan belum cukup kuat untuk mendukung klaim tersebut secara menyeluruh, sehingga diperlukan studi lanjutan.

Baca Juga: Apakah Bubur Kacang Hijau Bagus untuk Dikonsumsi saat Diet atau Tidak? Ini Jawabannya

Melansir dari Healthline, dalam tinjauan ilmiah tahun 2022 terhadap tujuh penelitian, hanya empat dari enam studi jangka pendek yang menemukan bahwa cuka sari apel dapat mengurangi nafsu makan. Tidak ada satu pun studi jangka panjang yang membuktikan efek serupa.

Efek menekan nafsu makan ini juga hanya ditemukan dalam studi yang menggunakan cuka dengan kandungan minimal 24,6 mmol/L asam asetat. Padahal, tidak semua produk cuka sari apel di pasaran memiliki konsentrasi asam asetat yang sama, sehingga hasilnya bisa berbeda-beda.

Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa cuka sari apel dapat memperlambat proses pengosongan lambung, tetapi temuan ini masih dipertanyakan karena banyak studi terkait yang memiliki bias, membuat keakuratannya diragukan.

Perlu diingat juga bahwa cuka sari apel tidak cocok untuk semua orang. Misalnya, penderita gastroparesis—suatu kondisi umum pada penderita diabetes tipe 1 di mana pengosongan lambung berlangsung lebih lambat dari normal—harus berhati-hati.

Karena cuka sari apel dapat memperpanjang waktu makanan berada di dalam perut, konsumsinya saat makan bisa memperburuk gejala dan menyulitkan pengaturan kadar gula darah.

Baca Juga: Apakah Bagus Makan Alpukat Ketika Diet Menurunkan Berat Badan?

Sebagian besar orang bisa mengonsumsi cuka apel dalam jumlah kecil dengan aman. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi hingga dua sendok makan per hari selama 12 minggu biasanya tidak menimbulkan efek samping serius, apalagi jika digunakan sebagai campuran makanan, bukan diminum langsung.

Namun, cuka sari apel tetap memiliki potensi risiko. Karena sifatnya yang sangat asam, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan iritasi tenggorokan atau merusak enamel gigi jika diminum secara rutin dalam jumlah banyak. Dalam bentuk suplemen, tablet yang tidak tertelan dengan baik bahkan bisa menimbulkan nyeri di tenggorokan.

Selain itu, cuka sari apel bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan insulin, serta beberapa suplemen seperti licorice dan horsetail. Efek interaksi ini dapat menyebabkan kadar kalium dalam tubuh menurun, yang berisiko mengganggu fungsi otot dan saraf.

Baca Juga: Ini Jumlah Kalori yang Dibutuhkan saat Diet Menurunkan Berat Badan

Jadi, benarkah cuka apel bisa menurunkan berat badan? Cuka apel belum terbukti secara ilmiah mampu menurunkan berat badan secara langsung. Meski beberapa studi kecil menunjukkan potensi dalam mengurangi nafsu makan dan memperlambat pengosongan lambung, bukti yang ada masih terbatas dan tidak konsisten.

Karena itu, cuka apel sebaiknya tidak dijadikan andalan untuk menurunkan berat badan, dan penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Perlu diingat, proses menurunkan berat badan memerlukan waktu dan usaha. Mengandalkan tren diet atau suplemen saja tidak cukup. Penurunan berat badan yang efektif dan sehat tetap bergantung pada menciptakan defisit kalori — yaitu mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar tubuh.

Untuk itu, lebih disarankan untuk mengatur pola makan bergizi seimbang dan meningkatkan aktivitas fisik secara teratur. Jika Anda belum terbiasa berolahraga, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk memulai dengan cara yang aman.

Baca Juga: 10 Pilihan Cemilan Sehat untuk Dikonsumsi Ketika Diet Menurunkan Berat Badan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Katalog Promo JSM Alfamidi Periode 13-15 Februari 2026, Ada Promo Jumat Berkah

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 13-15 Februari 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.

Jangan Ketinggalan! Promo CFC Grab Dine Out Serba Rp 15 Ribu Hanya sampai 26 Februari

Membeli paket makan CFC kini cuma Rp 15 ribu saja. Temukan cara klaim voucher-nya di Grab untuk makan hemat hingga 26 Februari.

46% Orang Indonesia Dehidrasi Ringan, Ini Tips Cukupi Cairan Khususnya Saat Puasa

​Aquviva menghadirkan kampanye 3–2–1 sebagai panduan sederhana agar kebutuhan 2 liter cairan per hari tetap terpenuhi, termasuk saat puasa.

7 Film Romantis Wajib Tonton Jomblo, Dijamin Bikin Semangat Move On

7 film romantis ini bukan sekadar hiburan, tapi juga panduan untuk melewati masa jomblo dengan penuh semangat dan harapan baru.

Kualitas Foto HP Xiaomi Kini Setara DSLR Berkat HyperOS 3 AI

Membeli HP Xiaomi terbaru? Fitur AI Photos Enhancement HyperOS 3 siap mengubah foto buram Anda jadi jernih. Pelajari cara kerjanya di sini! 

Promo Chatime Valentine: 2 Minuman Silken Series Hemat, Jangan sampai Ketinggalan!

Rayakan Valentine lebih hemat. Chatime tawarkan 2 Silken Series cuma Rp 43.000. Jangan lewatkan kesempatan terbatas ini!

IHSG Koreksi Lagi (13/2), Ini Saham LQ45 yang Menguat dan Turun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun 0,7% ke level 8.204 pada pukul 9:07 WIB, Jumat pagi (13/2) 

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Jumat (13/2)

IHSG diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (13/2/2026).​ Berikut daftar saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas

Promo Menu Baru HokBen Double Meat, Rasakan Sensasi Gurih Tiada Tara

HokBen luncurkan Double Meat. Porsi melimpah dengan dua daging favorit dan saus Jepang autentik. Temukan varian terbaik untuk Anda!

Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 13 Februari

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.904.000 Jumat (13/2/2026), turun Rp 43.000 dibanding harga Kamis (12/2/2026).