MOMSMONEY.ID - Masalah Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak kerap membuat orang tua khawatir karena dapat menghambat pemenuhan gizi di masa awal tumbuh kembang.
Menjawab tantangan ini, SUN melanjutkan Gerakan Lahap Makan di 2026 sebagai program edukasi bagi para ibu.
Melalui gerakan ini, ibu dibekali langkah praktis agar anak mau makan, mulai dari waktu pemberian makan hingga variasi menu MPASI.
SUN memperkenalkan tiga metode lahap makan, yaitu memberi makan saat anak lapar dan tidak mengantuk, menghadirkan variasi rasa dan tekstur sesuai usia, serta menerapkan cara pemberian makan yang tepat.
Etyk Hartuti, Manager Indofood Nutrition and Special Foods Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, mengatakan, Gerakan Tutup Mulut pada anak merupakan kondisi yang sering terjadi dan bisa muncul berulang.
“Kami ingin hadir sebagai sahabat bagi para ibu untuk belajar bersama dan menemukan solusi yang bisa diterapkan,” ujarnya dalam keterangan resmi Jumat (30/1).
Baca Juga: Variasi MPASI Kunci Anak Lahap Makan, Ini Tips dari SUN
Dokter anak dr. Centaura Naila Alfin Camielle, Sp.A, M.Biomed menegaskan, GTM tidak boleh dianggap sepele karena kebutuhan gizi anak sangat tinggi, sementara kapasitas lambung bayi masih terbatas.
Karena itu, orang tua perlu memastikan asupan padat gizi sekaligus membuat anak mau makan.
Selain metode pemberian makan, kreativitas ibu dalam mengolah MPASI juga dinilai penting.
“Kami mengajak ibu untuk tidak ragu mengenalkan MPASI dengan rasa masakan Indonesia sejak dini, tentu dengan takaran dan pengolahan yang sesuai untuk bayi,” kata Etyk.
Dokter anak dr. Ayuca Zarry, Sp.A menambahkan, variasi rasa dan aroma dapat membuat pengalaman makan lebih menyenangkan sehingga kebutuhan gizi anak lebih mudah terpenuhi.
Selanjutnya: Penting! Kenapa BPJS Kesehatan Anda Tiba-tiba Nonaktif?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News