M O M S M O N E Y I D
Santai

Anak Kalah Lomba? Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Menurut Psikolog

Anak Kalah Lomba? Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Menurut Psikolog
Reporter: Shintia Rahma Islamiati  |  Editor: shintia rahma


MOMSMONEY.ID - Anak kalah dalam lomba? Ini yang harus dilakukan orang tua menurut psikolog.

Kekalahan dalam lomba atau kompetisi sering kali membuat anak merasa sedih, kecewa, bahkan kehilangan rasa percaya diri.

Dalam situasi seperti ini, orang tua dinilai perlu lebih dulu memahami emosi anak sebelum memberikan nasihat atau evaluasi.

Psikolog Klinis Anak dan Keluarga Saskhya Aulia mengatakan, hal pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah mendengarkan perasaan anak.

Menurut dia, orang tua tidak perlu buru-buru memberi masukan ketika anak sedang menangis atau merasa kesal setelah kalah lomba.

“Kalau anak lagi nangis atau kesal, jangan langsung dinasihati. Dengarkan dulu emosinya,” ujar Saskhya dalam acara Jumpa Media: Kompetisi Dancow Indonesia Cerdas Season 2 di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Bikin Tinggi Anak Melejit, Ini 5 Rahasia Makanan Peninggi Badan Alami

Ia menjelaskan, anak biasanya membutuhkan ruang untuk meluapkan emosi sebelum akhirnya bisa diajak berbicara lebih tenang.

Karena itu, orang tua disarankan memilih waktu ketika suasana hati anak sudah lebih stabil untuk mulai berdiskusi mengenai pengalaman mereka selama mengikuti lomba.

Dalam kondisi yang lebih santai, orang tua bisa mengajak anak melihat pengalaman kompetisi dari sisi yang lebih positif.

Misalnya, dengan menanyakan apa pengalaman paling menarik selama lomba, hal apa yang paling mereka tunggu, atau apa yang bisa dipelajari dari kekalahan tersebut.

“Fokusnya jangan hanya di kalah atau menangnya, tapi apa yang bisa dipelajari dan dievaluasi,” katanya.

Baca Juga: Cerita Rakyat Suara Nusantara, Mengenalkan Budaya Lokal ke Generasi Muda

Setelah anak lebih tenang, orang tua juga perlu memberikan apresiasi terhadap usaha yang sudah dilakukan anak selama mempersiapkan lomba.

Menurut Saskhya, apresiasi tidak hanya diberikan ketika anak menang atau berhasil menjadi juara.

“Apresiasi itu pasti perlu banget. Tapi apresiasi bentuknya banyak, bukan hanya saat anak dianggap sukses,” jelasnya.

Ia mencontohkan, orang tua bisa menghargai proses anak seperti rajin latihan, disiplin belajar, atau keberanian mencoba sesuatu yang baru.

“Biasanya saya bilang, ‘Mama lihat kamu sudah berjuang banget, sudah belajar tiap hari.’ Jadi apresiasi diberikan pada tingkah laku atau perilaku yang memang ingin kita bangun pada anak,” ujarnya.

Baca Juga: Tips Bangun Kepercayaan Diri Anak untuk Ikut Kompetisi, Orang Tua Harus Lakukan Ini

Selain itu, Saskhya menilai, orang tua juga perlu membantu anak mendefinisikan ulang arti kemenangan dan kekalahan.

Menurut dia, kemenangan bukan hanya soal menjadi juara, tetapi juga keberanian mencoba, proses belajar, dan usaha yang sudah dilakukan anak.

“Saya selalu bilang, kalau kita mau merayakan sesuatu, rayakan juga prosesnya. Kita belum tentu tahu berapa kali anak sudah mencoba atau berapa banyak usaha yang sudah dia lakukan,” katanya.

Tak sedikit pula orang tua yang memilih memberikan hadiah setelah anak mengikuti lomba. Menurut Saskhya, hadiah boleh diberikan, tetapi tidak harus selalu berupa barang.

Ia justru menyarankan hadiah dalam bentuk quality time bersama keluarga, seperti bermain bersama, berenang, atau melakukan aktivitas yang disukai anak.

Menurut dia, perhatian dan kebersamaan dari orang tua sering kali menjadi bentuk apresiasi yang lebih bermakna bagi anak dibanding hadiah materi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Garmin Run 2026 Jadi Ruang Pelari Bertumbuh, dari 5K hingga Half Marathon

​Garmin Run Indonesia 2026 mengajak 8.000 pelari menikmati proses berkembang, dari langkah pertama hingga menuntaskan half marathon.

Mahasiswa Ternyata Bisa Jadi Peneliti Sebelum Lulus, Ini Contohnya

​Belum lulus kuliah, mahasiswi i3L University Bianca Haidi sudah mengembangkan riset di sejumlah negara.

Roemah Koffie Luncurkan Kopi Bercitarasa Fruity dan Juicy Bertajuk Cing Cangkeling

Roemah Koffie meluncurkan premium roasted coffee beans terbaru yang bertajuk Cing Cangkeling, kopi single origin yang berasal dari Mandalagiri. 

Spotify Rilis Pengaturan Baru biar Musik Anak Tak Pengaruhi Rekomendasi Orang Tua

Fitur baru Spotify memungkinkan orang tua menjaga musik anak dan keluarga agar tidak memengaruhi rekomendasi personal mereka.

Promo Alfamidi Ngartis 16-30 September 2026, Beli 1 Gratis 1 Pepsodent Aneka Varian

Cek promo Alfamidi Ngartis periode 16-30 September 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Vitamin B Complex Punya Efek Luar Biasa: Risiko Gula Darah Turun 11%

Asupan vitamin Complex, khususnya B6 mampu menekan risiko diabetes hingga 11%. Simak aturan konsumsi vitamin B complex yang tepat agar tak keliru.

Pakai Softlens Jangan Asal, Ini Tips dari Pinkrabbit Lens​

Cara merawat dan menggunakan softlens menjadi faktor penting agar tetap nyaman saat dipakai beraktivitas.​

Bahaya Kolesterol Tinggi saat Hamil Picu Preeklamsia, Bumil Wajib Waspada

Pengelolaan kolesterol saat hamil tidak boleh sembarangan. Intip langkah aman dari dokter untuk cegah komplikasi persalinan.

Cukupi Kebutuhan Air Minum, Dehidrasi Berdampak Buruk pada Penyakit Asam Urat

Ginjal menyaring 70% asam urat tubuh, tetapi butuh cukup cairan. Simak jenis minuman terbaik untuk cegah serangan nyeri asam urat Anda.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.628.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 25.000

Harga emas Antam naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.628.000 per gram, sementara buyback melonjak Rp25.000 per gram.