MOMSMONEY.ID - Momen Iduladha identik dengan ibadah kurban dan semangat berbagi. Namun, masih banyak orang yang baru mulai menyiapkan dana kurban mendekati hari raya. Akibatnya, pengeluaran terasa mendadak dan kerap mengganggu pos keuangan lain, termasuk dana darurat.
Padahal, kebutuhan kurban bersifat rutin setiap tahun sehingga bisa direncanakan sejak jauh hari agar kondisi finansial tetap terjaga. Dengan persiapan yang lebih matang, masyarakat juga bisa menjalankan ibadah kurban dengan lebih tenang tanpa tekanan finansial berlebih.
Perencanaan dana kurban pun bisa disesuaikan dengan waktu persiapan. Jika mulai menabung 10 hingga 12 bulan sebelumnya, masyarakat cukup menyisihkan sekitar Rp 250.000-Rp 300.000 per bulan untuk target pembelian kambing seharga Rp 3 juta. Cara ini dinilai paling ringan karena tidak terlalu membebani pengeluaran bulanan.
Sementara bagi yang baru mulai menyiapkan dana sekitar lima hingga enam bulan sebelum Iduladha, jumlah tabungan yang perlu disisihkan menjadi lebih besar, yakni sekitar Rp 500.000-Rp 600.000 per bulan. Dalam kondisi ini, pengeluaran gaya hidup biasanya perlu sedikit dikurangi agar dana darurat tetap aman.
Baca Juga: Idul Adha Sudah Dekat: Ini Panduan Lengkap 5 Tips Memilih Hewan Kurban Berkualitas
Adapun bagi yang baru mempersiapkan kurban satu bulan atau beberapa minggu menjelang hari raya, sebaiknya tidak mengambil dana darurat. Alternatifnya, masyarakat bisa memanfaatkan anggaran yang masih menganggur, menjual barang preloved, atau memilih program kurban dari lembaga sosial yang menawarkan paket lebih terjangkau.
Agar dana kurban tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain, memisahkan tabungan sesuai tujuan keuangan juga dinilai penting. Salah satu caranya dengan membuat rekening atau pos tabungan khusus kurban sehingga alokasi dana lebih terjaga.
Selain itu, fitur auto-debet juga dapat membantu masyarakat lebih disiplin menabung karena sebagian gaji langsung dialokasikan ke tabungan kurban setiap bulan. Memasang target tabungan juga dinilai bisa menjadi motivasi tambahan agar konsisten menabung.
Head of Retail Banking Brand and Marketing Bank Jago, Michael Hartawan mengatakan, pihaknya melihat pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih terarah untuk kebutuhan rutin seperti kurban.
“Setiap uang punya tempat dan tujuan. Karena itu kami menghadirkan fitur Kantong di aplikasi Jago yang bisa dipersonalisasi hingga 60 Kantong. Untuk kebutuhan kurban, pengguna bisa membuat Kantong khusus, mengatur target dana, hingga memanfaatkan fitur auto budgeting agar persiapan lebih terencana dan konsisten,” ujarnya.
Dengan perencanaan yang lebih rapi, ibadah kurban pun dapat dijalankan dengan lebih nyaman tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga.
Baca Juga: Hasil Sidang Isbat: Idul Adha 2026 Ditetapkan 27 Mei, Siap Sambut Serempak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News